Loading, please wait...
Skor Terbesar El Clasico - Setiap kali Real Madrid dan Barcelona bertemu di lapangan, dunia sepak bola seakan berhenti sejenak. El Clasico bukan sekadar pertandingan biasa, melainkan perang harga diri antara dua raksasa yang selalu memanaskan persaingan di La Liga dan Eropa.
Dalam sejarah panjang rivalitas ini, ada beberapa pertandingan yang benar-benar mencuri perhatian karena skor besar yang tercipta.
Dari pesta gol hingga pembantaian tak terduga, yuk simak skor terbesar El Clasico yang bikin fans kedua kubu susah move on di artikel Mansion Sports kali ini!
Tahun 2008 menjadi saksi bagaimana Real Madrid menggulung Barcelona di Santiago Bernabeu. Dalam pertandingan yang berlangsung pada 8 Mei, Madrid tampil ganas dan menghancurkan Blaugrana dengan skor 4-1.
Saat itu, Raul Gonzalez membuka keunggulan untuk Los Blancos, disusul gol-gol dari Arjen Robben, Gonzalo Higuain, dan Ruud van Nistelrooy. Barcelona hanya bisa membalas lewat satu gol dari Thierry Henry, yang jelas tak cukup untuk menyelamatkan mereka dari kekalahan telak.
Sebagai pelengkap penderitaan, Xavi Hernandez diusir keluar lapangan setelah menerima kartu merah akibat dua pelanggaran keras. Hari yang suram bagi para fans Barcelona!
Kalau 2008 jadi malam yang manis bagi Madrid, 2015 jadi momen mimpi buruk buat mereka. Pada jornada ke-12 La Liga musim itu, Barcelona mempermalukan Los Blancos di hadapan puluhan ribu Madridistas di Bernabeu dengan skor telak 0-4.
Luis Suarez tampil sebagai bintang utama dengan mencetak dua gol, sementara Neymar dan Andres Iniesta ikut menyumbangkan masing-masing satu gol. Yang bikin semakin pahit, Barcelona menang telak tanpa Lionel Messi di starting XI, karena sang megabintang baru pulih dari cedera.
Madrid semakin terpuruk setelah Isco mendapat kartu merah akibat tekel brutal terhadap Neymar. Kekalahan ini menjadi salah satu momen yang paling menyakitkan dalam sejarah El Clasico bagi Los Blancos.
Pada era kejayaan Pep Guardiola, Barcelona benar-benar menjadi tim yang tak tersentuh. Salah satu bukti paling nyata adalah El Clasico 2010, di mana mereka menghancurkan Real Madrid 5-0 di Camp Nou.
Trio lini depan Lionel Messi, David Villa, dan Pedro Rodriguez benar-benar membuat Madrid tak berkutik. Pedro membuka skor, disusul dua gol dari Villa, dan tambahan dari Xavi serta Jeffren Suarez.
Untuk menambah derita Madrid, Sergio Ramos diganjar kartu merah di menit-menit akhir. Kekalahan ini menjadi salah satu yang paling memalukan dalam sejarah Los Blancos!
Baca Juga: ”Harga Klub Real Madrid: Seberapa Mahal Sih Nilainya?”
Satu tahun sebelum kekalahan 5-0 di Camp Nou, Madrid sudah lebih dulu dipermalukan di kandang sendiri dengan skor 2-6 oleh Barcelona.
Pada pertandingan ini, Thierry Henry dan Lionel Messi masing-masing mencetak dua gol, sementara Carles Puyol dan Gerard Pique ikut menyumbang angka bagi Blaugrana. Madrid sempat mencetak dua gol balasan, tetapi tak cukup untuk mengimbangi Barcelona yang tampil luar biasa.
Laga ini menjadi salah satu pertandingan dengan skor terbesar El Clasico dan membuktikan bahwa Barcelona di era Guardiola benar-benar sulit dihentikan.
Tak semua El Clasico dengan skor besar berakhir dengan satu tim mendominasi. El Clasico 2014 menjadi salah satu yang paling dramatis, di mana Barcelona berhasil menang tipis 4-3 atas Madrid di Bernabeu dalam laga penuh ketegangan.
Andres Iniesta membuka keunggulan untuk Barcelona, tetapi Madrid membalas dengan dua gol dari Karim Benzema. Tak mau kalah, Lionel Messi menyamakan skor sebelum babak pertama berakhir.
Memasuki babak kedua, Cristiano Ronaldo membawa Madrid unggul lewat penalti, tetapi Messi tak tinggal diam. Ia sukses mengeksekusi dua penalti tambahan, membuat Barcelona akhirnya keluar sebagai pemenang dalam duel penuh drama ini.
Dalam beberapa tahun terakhir, dominasi Barcelona di El Clasico kembali terasa. Pada 2025, mereka sukses menghajar Real Madrid 5-2 di Santiago Bernabeu.
Barcelona sempat kehilangan Wojciech Szczesny yang dikartu merah pada menit ke-56, tetapi mereka tetap mampu tampil dominan. Raphinha mencetak dua gol, sementara Lamine Yamal, Robert Lewandowski, dan Alejandro Balde masing-masing menyumbang satu gol.
Madrid hanya mampu membalas lewat Kylian Mbappe dan Rodrygo, tetapi itu tak cukup untuk menghindari kekalahan menyakitkan di hadapan para pendukung mereka sendiri.
Dari tahun ke tahun, El Clasico selalu menyuguhkan pertandingan yang penuh gairah, tensi tinggi, dan tentu saja, gol-gol spektakuler.
Kemenangan besar yang diraih oleh kedua klub dalam sejarah menunjukkan bagaimana rivalitas ini terus membara, baik di atas lapangan maupun di luar stadion.
Dengan perubahan generasi pemain dan strategi permainan yang terus berkembang, siapa yang akan mencetak kemenangan terbesar berikutnya dalam sejarah El Clasico?
Satu hal yang pasti, pertarungan antara Real Madrid dan Barcelona tidak akan pernah kehilangan magisnya. Kita tunggu saja babak baru dari duel panas ini!