Loading, please wait...
Carlo Ancelotti tampaknya sudah muak dengan jadwal padat yang harus dijalani Real Madrid. Sang pelatih mengancam bahwa timnya tidak akan lagi bermain dalam pertandingan yang digelar kurang dari 72 jam setelah laga sebelumnya.
Pernyataan ini muncul setelah Madrid harus menghadapi Villarreal hanya 67 jam setelah duel melelahkan melawan Atletico Madrid di Liga Champions.
Madrid tampaknya merasa dirugikan dengan jadwal ini dan mengklaim sudah dua kali meminta perubahan waktu pertandingan melawan Villarreal. Namun, permintaan tersebut tidak ditindaklanjuti oleh La Liga.
“Kami sudah dua kali meminta perubahan jadwal pertandingan ini, tapi tidak ada tanggapan. Ini akan menjadi pertandingan terakhir kami yang dimainkan dengan waktu istirahat kurang dari 72 jam,” ujar Ancelotti dengan nada tegas.
Namun, laporan dari The Athletic justru menyebutkan bahwa Madrid tidak mengajukan permintaan apa pun sebelum jadwal ditetapkan pada 25 Februari. Menurut LaLiga, klub baru mengajukan keluhan setelah jadwal dipublikasikan, yang dianggap terlambat untuk diubah.
Presiden La Liga, Javier Tebas, tidak tinggal diam atas tuduhan Madrid. Ia justru membalas dengan mengungkapkan bahwa pihak klub sendiri yang meminta perubahan jadwal pertandingan melawan Leganes yang akan berlangsung Sabtu depan.
“Carlo, pasti Emilio (Butragueno) sudah memberitahumu bahwa La Liga awalnya menjadwalkan laga melawan Leganes pada Sabtu pukul 16:15 agar kalian punya lebih banyak waktu istirahat sebelum semifinal Copa del Rey," tulis Tebas di X (Twitter).
“Tapi Emilio meminta jadwal diundur ke pukul 21:00 demi para pemain yang baru kembali dari tugas internasional. Akibatnya, sekarang justru ada kurang dari 72 jam antara laga Sabtu dan semifinal hari Selasa. Semoga yang terbaik lolos ke final! Salam (To be continued...),” sindir Tebas.
Terlepas dari perang komentar ini, Madrid masih harus menjalani laga-laga krusial dalam waktu dekat. Setelah melawan Leganes di La Liga, mereka akan menghadapi Real Sociedad di semifinal Copa del Rey hanya 71 jam kemudian.
Jika Ancelotti benar-benar ingin Madrid menolak bermain di jadwal yang terlalu padat, ini bisa menjadi awal dari konflik serius dengan La Liga. Namun, untuk saat ini, tampaknya Los Blancos tidak punya pilihan selain menjalani tantangan berat yang ada di depan mata.