Loading, please wait...
Manchester United sedang dalam periode sulit musim ini, dan kritik tajam datang langsung dari Sir Jim Ratcliffe, salah satu pemilik klub.
Dalam wawancara media baru-baru ini, Ratcliffe secara blak-blakan menyoroti performa buruk beberapa pemain, yang menurutnya ada yang tidak cukup bagus dan ada juga yang digaji terlalu tinggi.
Pelatih United, Ruben Amorim, tidak tinggal diam. Ia menantang para pemainnya untuk mengubah persepsi publik dan membuktikan bahwa mereka masih layak membela Setan Merah.
Manchester United sedang menghadapi kemungkinan musim terburuk mereka sejak terdegradasi dari divisi utama pada 1974.
Ratcliffe, yang baru mengambil alih sebagian kepemilikan klub, tidak ragu mengungkapkan kekecewaannya terhadap skuat saat ini.
"Butuh waktu bagi kami untuk bergerak dari masa lalu ke masa depan," kata Ratcliffe. "Ada yang tidak cukup bagus, ada yang mungkin digaji terlalu tinggi. Tapi untuk membentuk skuat yang benar-benar kami tanggung jawabkan, kami butuh waktu. Ini adalah periode transisi dari masa lalu ke masa depan."
Pernyataan itu makin mengejutkan karena ia menyebut beberapa nama secara langsung, seperti Antony, Casemiro, Andre Onana, Rasmus Hojlund, dan Jadon Sancho. Dari lima pemain tersebut, Antony dan Sancho saat ini sedang dipinjamkan, sementara Casemiro, Onana, dan Hojlund masih berada di skuat utama.
Ratcliffe menegaskan bahwa pemain-pemain ini adalah warisan dari era sebelumnya, dan kini manajemen baru harus mencari solusi untuk memperbaiki keadaan.
Menjelang laga Europa League melawan Real Sociedad, pernyataan Ratcliffe menjadi topik panas dalam konferensi pers. Amorim mengakui bahwa performa tim saat ini memang di bawah standar, termasuk dirinya sendiri sebagai pelatih.
"Kalau kita jujur, saat ini semua orang—saya dan para pemain—sedang tampil buruk," ujar Amorim. "Tapi hal itu masih bisa diubah, dan saya termasuk dalam kelompok yang perlu meningkatkan diri."
Ia juga membela beberapa pemain yang dikritik, seperti Casemiro, yang menurutnya masih memiliki kualitas luar biasa.
"Casemiro adalah pemain yang sudah memenangkan segalanya, dan kita tahu dia bisa bermain jauh lebih baik. Jadi fokus kami adalah membuktikan bahwa dia salah."
Menurut Amorim, cara terbaik untuk mengubah persepsi buruk adalah dengan hasil positif di lapangan. Ia percaya bahwa para pemainnya sangat ingin bangkit dan membuktikan diri, terutama dalam laga melawan Real Sociedad.
Meskipun Ratcliffe mengkritik skuatnya dengan keras, ia tetap menunjukkan dukungan penuh kepada Amorim.
Dalam wawancara yang sama, ia menyebut bahwa ia mengagumi pelatih asal Portugal itu, yang menghadapi tantangan besar sejak meninggalkan Sporting CP dan bergabung dengan United pada November.
Amorim pun mengonfirmasi bahwa hubungannya dengan Ratcliffe sangat baik sejak awal.
"Kami selalu berbicara dengan jujur dan blak-blakan. Itu memang karakter kami, dan dalam hal itu, kami cukup mirip," ujar Amorim. "Saya selalu merasa mendapat dukungan penuh dari dewan, terutama dari Sir Jim."
Ia menambahkan bahwa komunikasi mereka selalu sederhana, jelas, dan langsung ke inti permasalahan, tanpa basa-basi yang tidak perlu.
Kritik dari Ratcliffe menjadi peringatan keras bagi skuat Manchester United. Amorim telah menantang pemainnya untuk membuktikan bahwa mereka masih pantas mengenakan seragam Setan Merah.
Kini, semuanya tergantung pada performa di lapangan. Apakah Casemiro dan kawan-kawan bisa menjawab kritik dengan permainan yang lebih baik? Atau justru komentar Ratcliffe semakin menambah tekanan bagi tim yang sudah terpuruk?
Laga melawan Real Sociedad bisa menjadi awal pembuktian mereka.