Loading, please wait...
Mikel Arteta memberikan pujian yang cukup aneh kepada Chelsea setelah Arsenal meraih kemenangan dalam Derby London akhir pekan lalu.
Mungkin saja, ia berharap pujiannya bisa membuat kemenangan timnya terlihat lebih impresif. Namun, pernyataannya justru membuat banyak orang mengernyitkan dahi.
Sebelum laga ini, Arsenal tengah mengalami fase yang kurang menyenangkan. Dari tiga pertandingan terakhir di Premier League, mereka hanya mampu mengumpulkan dua poin.
Akibatnya, mereka semakin tertinggal jauh dari Liverpool yang berada di puncak klasemen dengan selisih hingga 15 poin.
Tak hanya itu, Nottingham Forest sudah mulai mendekati posisi Arsenal di klasemen, hanya terpaut satu poin saja.
Sementara Chelsea juga berpotensi memangkas jarak menjadi tiga poin jika berhasil menang di Emirates.
Oleh karena itu, kemenangan dalam laga ini menjadi harga mati bagi Arsenal, bukan hanya demi menjaga persaingan di papan atas, tetapi juga untuk membangkitkan kembali rasa percaya diri mereka.
Untungnya bagi The Gunners, mereka mampu mengamankan kemenangan berkat gol sundulan dari striker pengganti, Mikel Merino, di babak pertama.
Meskipun demikian, secara keseluruhan, pertandingan ini tidak menyajikan kualitas permainan yang istimewa dari kedua tim.
Setelah laga berakhir, Arteta memberikan komentarnya kepada BBC Sport. Ia mengklaim bahwa Arsenal memang pantas menang dalam laga ini.
"Saya pikir kami memang layak memenangkan pertandingan ini. Kami adalah tim yang lebih baik. Kami hampir tidak memberikan peluang kepada lawan, kecuali satu penyelamatan aneh dari David [Raya] di babak pertama," ujar Arteta.
Namun, yang lebih mengejutkan adalah bagaimana ia menggambarkan Chelsea sebagai salah satu tim paling berbahaya di liga.
"Menurut saya, Chelsea adalah tim dengan serangan terbaik di Premier League – cara mereka mengatur serangan, pola permainan yang mereka miliki, serta kualitas yang mereka tampilkan," tambahnya.
Pernyataan tersebut jelas mengundang tanda tanya. Memang, Chelsea telah mencetak 53 gol di liga musim ini—sama dengan Arsenal—tetapi masih kalah dari Tottenham Hotspur dan Manchester City yang sudah mengoleksi 55 gol, serta jauh di bawah Liverpool yang menjadi tim paling produktif dengan 69 gol.
Lebih aneh lagi, Chelsea dalam laga ini tidak diperkuat tiga pemain andalan mereka di lini depan: Cole Palmer, Nicolas Jackson, dan Noni Madueke.
Dengan kondisi seperti itu, sulit untuk menyebut Chelsea sebagai tim dengan serangan terbaik di liga.
Meski mengklaim timnya lebih baik, Arteta tetap mengakui bahwa Arsenal kurang maksimal dalam memanfaatkan peluang.
"Kami kurang beruntung, kurang umpan akhir yang tepat, serta kurang keputusan yang benar saat situasi terbuka. Kami memiliki begitu banyak peluang, tapi sayangnya tidak bisa menyelesaikannya dengan baik," jelas Arteta.
Ia juga menyinggung pentingnya jeda internasional untuk memulihkan skuadnya, terutama dengan absennya pemain kunci seperti Bukayo Saka yang masih cedera.
"Sekarang saatnya istirahat sejenak di jeda internasional, menarik napas, dan semoga bisa membawa beberapa pemain kembali," tutupnya.
Kemenangan atas Chelsea memang penting bagi Arsenal, tapi apakah pujian Arteta terhadap tim lawan benar-benar tulus atau hanya sekadar upaya menaikkan citra kemenangan timnya? Itu masih menjadi pertanyaan.