Loading, please wait...
Presiden Santos, Marcelo Teixeira, menegaskan bahwa Neymar tetap bahagia dan berkomitmen penuh untuk klub masa kecilnya, meskipun rumor kepindahannya ke Eropa semakin santer.
Bintang Brasil itu kembali ke Vila Belmiro pada bursa transfer musim dingin setelah periode yang mengecewakan di Al Hilal. Cedera ACL yang serius membuatnya gagal bersinar di Arab Saudi, tetapi sejak kembali ke Brasil, performanya justru mencuri perhatian klub-klub top Eropa.
Barcelona dikabarkan tertarik untuk memulangkan Neymar, sementara Bayern Munich juga muncul sebagai kandidat kejutan dalam perburuan tanda tangannya. Namun, Santos sendiri sangat ingin memperpanjang kontraknya yang hanya berlaku hingga 30 Juni.
Teixeira menyebut bahwa tantangan terbesar sudah dilewati, yaitu membawa Neymar kembali ke Santos. Sekarang, klub sedang mengevaluasi aspek teknis dan mencari sponsor untuk mendukung keberlanjutannya di klub.
"Bagian tersulit sudah selesai, yaitu membuatnya kembali ke sini. Sekarang kita lihat bagaimana performa tim dan hasilnya nanti," ujar Teixeira kepada MARCA. "Kami sedang mengerjakan aspek finansial lewat sponsor... dan Neymar sendiri sudah menunjukkan bahwa uang bukan prioritas utamanya."
Santos memang tidak bisa bersaing secara finansial dengan klub-klub Eropa yang berminat kepada Neymar. Teixeira pun mengakui bahwa keputusan sang pemain bukan soal uang, tetapi lebih kepada ikatan emosional dengan klub masa kecilnya.
Menurut Teixeira, Neymar saat ini merasa bahagia di Santos. "Dia senang, dia ceria, dan dia fokus untuk menjadi pemain penting di klub ini," katanya. Selain itu, dukungan penuh dari staf kepelatihan dan masyarakat Brasil juga bisa menjadi faktor yang mendorong Neymar untuk bertahan lebih lama.
Menariknya, Neymar juga kembali masuk radar tim nasional Brasil. Hal ini semakin memperkuat alasan bagi Santos untuk mempertahankannya, karena pemain berusia 33 tahun itu masih memiliki pengaruh besar di level internasional.
Meskipun Neymar merasa nyaman di Santos, Barcelona tetap menjadi daya tarik besar. Klub La Liga itu dikabarkan memiliki hubungan baik dengan Santos, meskipun transfer Neymar ke Spanyol pada 2013 sempat diwarnai masalah hukum.
Barcelona bahkan disebut telah memberikan tantangan kepada Neymar: jika ia bisa mencetak 15 gol sebelum akhir musim, maka pembicaraan transfer akan dibuka. Sejauh ini, Neymar sudah mencetak tiga gol sejak kembali ke Brasil.
Kini, keputusan ada di tangan Neymar sendiri. Apakah ia akan memilih nostalgia dan kenyamanan di Santos, atau kembali ke Eropa untuk membuktikan dirinya di level tertinggi?