Rodrigo Bentancur Diskors Tujuh Laga Karena Komentar Rasis Terhadap Son Heung Min

Rodrigo Bentancur Diskors Tujuh Laga Karena Komentar Rasis Terhadap Son Heung Min

Gelandang Tottenham Hotspur Rodrigo Bentancur telah dihukum larangan bertanding dalam tujuh laga dan denda sebesar 100 ribu pound oleh Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) karena komentar rasis terhadap rekan setimnya Son Heung Min.

Insiden ini terkait dengan komentar pemain berusia 27 tahun di Uruguay dalam program Por la Camiseta.

“Komisi Regulasi independen telah menjatuhkan sanksi larangan bertanding selama tujuh pertandingan dan denda sebesar £100.000 kepada Rodrigo Bentancur karena melanggar Peraturan FA E3 terkait wawancara dengan media,” tulis FA.

“Gelandang Tottenham Hotspur itu diduga melanggar Peraturan FA E3.1 karena ia bertindak tidak pantas dan/atau menggunakan kata-kata kasar dan/atau menghina dan/atau mencemarkan nama baik permainan.”

“Lebih lanjut, hal ini diduga sebagai "pelanggaran berat", yang didefinisikan dalam Peraturan FA E3.2, karena mencakup referensi – baik tersurat maupun tersirat – terhadap kewarganegaraan dan/atau ras dan/atau asal etnis.”

“Rodrigo Bentancur membantah tuduhan ini, tetapi Komisi Regulasi independen menemukan bahwa tuduhan itu terbukti dan menjatuhkan sanksi kepadanya setelah sidang.”

Komentar tersebut terjadi pada program Por la Camiseta, di mana pembawa acara menanyakan soal jersey yang dimiliki Bentancur dan serta jersey milik “pemain Korea”.

Bentancur lalu menjawab, “Milik Sonny? Bisa jadi sepupu Sonny juga karena mereka semua terlihat sama.”

Sesuai dengan aturan yang berlaku, melanggar peraturan tersebut akan dijatuhi hukuman larangan bermain antara enam hingga 12 laga.

Bentancur meminta maaf secara publik dan juga langsung kepada kapten timnas Korea Selatan dan Spurs.

“Sonny, saudaraku! Aku minta maaf atas apa yang terjadi, itu lelucon yang tidak pantas,” tulis Bentancur. “Kamu tahu bahwa aku mencintaimu dan aku tidak akan pernah tidak menghormatimu atau menyakitimu atau siapa pun. Aku mencintaimu saudaraku!”

Pada September lau, Son mengatakan Bentancur nyaris menangis saat meminta maaf atas komentarnya tersebut.

“Prosesnya ada di FA dan itulah mengapa saya tidak bisa bicara banyak tentang itu, tetapi saya mencintai Rodrigo,” kata Son. “Saya ulangi: Saya mencintainya, saya mencintainya.”

“Kami punya banyak kenangan indah, kami mulai bermain bersama saat ia bergabung. Ia langsung meminta maaf setelah itu, Anda tahu, saat kami sedang berlibur.”

“Saya di rumah dan saya bahkan tidak menyadari apa yang sedang terjadi. Ia hanya mengirimi saya pesan teks panjang yang bisa Anda rasakan datang dari hatinya. Setelah itu, saat ia kembali ke tempat latihan untuk pramusim, ia merasa sangat menyesal dan hampir menangis saat ia meminta maaf di depan umum dan juga secara pribadi. Rasanya ia merasa sangat menyesal.”

Son menambahkan, “Kita semua manusia dan melakukan kesalahan, dan kita belajar darinya. Namun, saya mencintai Rodrigo. Saya mencintainya, saya mencintainya. Anda tahu, dia melakukan kesalahan. Namun, saya tidak keberatan sama sekali. Sama sekali tidak. Kami hanya melangkah maju sebagai rekan satu tim, sahabat, dan saudara, melangkah maju bersama. Saya harap begitu.”

“Kami hanya perlu menunggu proses FA. Saya tidak bisa berkata banyak. Namun, satu hal yang bisa saya katakan adalah saya mencintai Rodrigo. Tidak ada lagi yang bisa dikatakan.”

Rodrigo Bentancur Diskors Tujuh Laga Karena Komentar Rasis Terhadap Son Heung Min

Rodrigo Bentancur Diskors Tujuh Laga Karena Komentar Rasis Terhadap Son Heung Min

Gelandang Tottenham Hotspur Rodrigo Bentancur telah dihukum larangan bertanding dalam tujuh laga dan denda sebesar 100 ribu pound oleh Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) karena komentar rasis terhadap rekan setimnya Son Heung Min.

Insiden ini terkait dengan komentar pemain berusia 27 tahun di Uruguay dalam program Por la Camiseta.

“Komisi Regulasi independen telah menjatuhkan sanksi larangan bertanding selama tujuh pertandingan dan denda sebesar £100.000 kepada Rodrigo Bentancur karena melanggar Peraturan FA E3 terkait wawancara dengan media,” tulis FA.

“Gelandang Tottenham Hotspur itu diduga melanggar Peraturan FA E3.1 karena ia bertindak tidak pantas dan/atau menggunakan kata-kata kasar dan/atau menghina dan/atau mencemarkan nama baik permainan.”

“Lebih lanjut, hal ini diduga sebagai "pelanggaran berat", yang didefinisikan dalam Peraturan FA E3.2, karena mencakup referensi – baik tersurat maupun tersirat – terhadap kewarganegaraan dan/atau ras dan/atau asal etnis.”

“Rodrigo Bentancur membantah tuduhan ini, tetapi Komisi Regulasi independen menemukan bahwa tuduhan itu terbukti dan menjatuhkan sanksi kepadanya setelah sidang.”

Komentar tersebut terjadi pada program Por la Camiseta, di mana pembawa acara menanyakan soal jersey yang dimiliki Bentancur dan serta jersey milik “pemain Korea”.

Bentancur lalu menjawab, “Milik Sonny? Bisa jadi sepupu Sonny juga karena mereka semua terlihat sama.”

Sesuai dengan aturan yang berlaku, melanggar peraturan tersebut akan dijatuhi hukuman larangan bermain antara enam hingga 12 laga.

Bentancur meminta maaf secara publik dan juga langsung kepada kapten timnas Korea Selatan dan Spurs.

“Sonny, saudaraku! Aku minta maaf atas apa yang terjadi, itu lelucon yang tidak pantas,” tulis Bentancur. “Kamu tahu bahwa aku mencintaimu dan aku tidak akan pernah tidak menghormatimu atau menyakitimu atau siapa pun. Aku mencintaimu saudaraku!”

Pada September lau, Son mengatakan Bentancur nyaris menangis saat meminta maaf atas komentarnya tersebut.

“Prosesnya ada di FA dan itulah mengapa saya tidak bisa bicara banyak tentang itu, tetapi saya mencintai Rodrigo,” kata Son. “Saya ulangi: Saya mencintainya, saya mencintainya.”

“Kami punya banyak kenangan indah, kami mulai bermain bersama saat ia bergabung. Ia langsung meminta maaf setelah itu, Anda tahu, saat kami sedang berlibur.”

“Saya di rumah dan saya bahkan tidak menyadari apa yang sedang terjadi. Ia hanya mengirimi saya pesan teks panjang yang bisa Anda rasakan datang dari hatinya. Setelah itu, saat ia kembali ke tempat latihan untuk pramusim, ia merasa sangat menyesal dan hampir menangis saat ia meminta maaf di depan umum dan juga secara pribadi. Rasanya ia merasa sangat menyesal.”

Son menambahkan, “Kita semua manusia dan melakukan kesalahan, dan kita belajar darinya. Namun, saya mencintai Rodrigo. Saya mencintainya, saya mencintainya. Anda tahu, dia melakukan kesalahan. Namun, saya tidak keberatan sama sekali. Sama sekali tidak. Kami hanya melangkah maju sebagai rekan satu tim, sahabat, dan saudara, melangkah maju bersama. Saya harap begitu.”

“Kami hanya perlu menunggu proses FA. Saya tidak bisa berkata banyak. Namun, satu hal yang bisa saya katakan adalah saya mencintai Rodrigo. Tidak ada lagi yang bisa dikatakan.”