Loading, please wait...
Pelatih Atletico Madrid Diego Simeone ingin mengubah sejarah buruk melawan rival sekota Real Madrid di kompetisi Champions League.
Kedua tim tersebut akan bertemu pada leg pertama babak 16 besar Champions League 2024-25, Rabu (5/3) dini hari WIB.
Pertemuan ini menandai pertemuan ke-27 antara Simeone dan pelatih Real Madri. Kedua pelatih sama-sama telah meraih sembilan kemenangan dan delapan hasil imbang.
Namun Madrid mendominasi pertemuan kedua tim ini di kompetisi Eropa, dengan memenangkan lima pertemuan di babak gugur, termasuk dua partai final.
Meskipun begitu, musim lalu Atletico memberi Real dua kekalahan dalam musim 2023-24 yang nyaris sempurna di La Liga dan Copa del Rey, saat mereka memenangi gelar ganda LaLiga dan Champions League.
Baca juga: Ancelotti Tak Sabar Kembali Hadapi Simeone di Champions League
Meski rekor buruk melawan Madrid, Atletico tampil lebih baik dalam pada musim ini, di mana mereka tidak terkalahkan dalam 10 laga terakhir di semua kompetisi.
Sementara dalam kurun waktu yang sama, Los Blancos gagal meraih kemenangan dalam empat pertandingan, termasuk kekalahan 2-1 melawan Real Betis dalam laga terakhir.
Selain itu, pada tiga pertemuan terakhir di La Liga, kedua tim bermain imbang 1-1, termasuk satu laga di kandang Los Blancos.
"Kami menghadapi rival yang kami hormati. Kami tahu kekuatan kami, kami bermain dengan potensi penuh mereka dan kami akan mencoba membawa permainan ke tempat di mana kami dapat mengalahkan mereka," kata Simeone.
"Sejarah itu ada, dan sejarah Madrid di Champions League sangat luar biasa. Besok kami pasti akan memiliki kesempatan baru.”
"Saya selalu menempatkan Barcelona dan Madrid di tempat mereka berada karena sejarah yang mereka miliki, tetapi kami adalah pertumbuhan murni, yang sangat bagus."
"Ini sungguh spektakuler bagi kota ini, bagi Spanyol, bisa memiliki tim Spanyol di babak perempat final dan bagi kami yang akan bermain, bisa menikmatinya."
Baca juga: Statistik pertandingan Real Madrid vs Atletico Madrid 5 Maret
Salah satu pemain yang menjadi sorotan adalah Julian Alvarez yang akan memimpin lini depan Atleti. Pemain asal Argentina ini sudah mencetak enam gol dari delapan penampilan di Champions League musim ini.
Hanya dua pemain yang pernah mencetak gol lebih banyak pada musim pertamanya di Champions League bersama Atleti, yaitu Diego Costa pada 2013-14, dan Vava pada 1958–59, keduanya sama-sama mencetak delapan gol.
"Dia masih sangat muda. Dia harus terus seperti ini, dia harus terus berkembang, dia masih punya ruang untuk berkembang," ujar Simeone.
"Semoga rekan setimnya dan staf pelatih akan membantunya terus berkembang. Dia tampak penuh energi, dengan keinginan untuk berbuat lebih banyak. Itu akan memengaruhi pertumbuhannya."