Loading, please wait...
Mantan pemain Arsenal, Theo Walcott, memberikan pandangan tajam terkait kekalahan The Gunners dari Newcastle United di leg pertama semifinal Carabao Cup. Bermain di Emirates Stadium, Arsenal takluk 2-0 dari tim tamu. Meski masih ada peluang di leg kedua, Walcott menyoroti performa Arsenal yang dinilai jauh dari standar.
Dalam komentarnya, Walcott menilai permainan Arsenal kurang menggambarkan identitas mereka. "Saya merasa tim ini tidak bermain dengan gaya bebas seperti biasanya," katanya.
Menurut Walcott, Arsenal terlihat kurang percaya diri dan cenderung mengandalkan situasi bola mati ketimbang serangan yang mengalir. "Mereka kehilangan kreativitas di lini depan. Fokus lebih banyak ke bola mati ketimbang menciptakan peluang dari permainan terbuka," tambahnya.
Ia juga menyebut bahwa tekanan dari para pendukung di stadion turut memengaruhi performa para pemain. "Ada banyak rasa gugup yang terlihat di stadion. Hal ini mungkin karena tekanan untuk tampil baik di depan fans sendiri."
Arsenal, yang dikenal dengan gaya bermain menyerang dan atraktif, menurut Walcott gagal menampilkan ciri khas tersebut. "Di babak kedua, performanya benar-benar lesu. Arsenal tak mampu menciptakan peluang berbahaya seperti biasanya. Ini bukan Arsenal yang saya kenal."
Meski kecewa dengan performa di leg pertama, Walcott tetap optimistis bahwa Arsenal dapat membalikkan keadaan. "Masih ada peluang untuk membalas di leg kedua. Namun, mereka harus bermain dengan lebih percaya diri dan kembali ke identitas permainan mereka."
Mikel Arteta dan timnya harus segera menemukan solusi untuk mengatasi masalah ini. Arsenal perlu menunjukkan semangat juang yang lebih besar serta memanfaatkan kreativitas di lini tengah dan serangan.
Kekalahan ini membuat jalan Arsenal menuju final menjadi lebih sulit. Namun, dukungan penuh dari pendukung dan kemampuan untuk bangkit bisa menjadi kunci untuk membalikkan keadaan di leg kedua. Walcott menyimpulkan, "Arsenal harus segera bangkit, karena inilah saatnya mereka membuktikan kualitas sejati mereka."