Loading, please wait...
Real Madrid merupakan salah klub terbesar yang mendominasi sepak bola Spanyol dan juga Eropa. Dalam sejarahnya yang panjang dan gemilang, banyak pemain legendaris yang mengenakan seragam putih yang terkenal itu, meninggalkan dampak yang abadi.
Dari mesin pencetak gol hingga maestro lini tengah dan ikon pertahanan, ketujuh pemain legendaris yang pernah mewakili Los Blancos.
Tidak ada pemain yang lebih mencerminkan semangat Real Madrid daripada Alfredo Di Stéfano. Tiba pada tahun 1953, penyerang Argentina itu merevolusi klub, membawa mereka meraih lima gelar Eropa berturut-turut dari tahun 1956 hingga 1960. Fleksibilitasnya, kepemimpinannya, dan kemampuannya mencetak gol menjadikannya salah satu pemain terlengkap dalam sejarah sepak bola. Dengan 307 gol dalam 396 penampilan, Di Stéfano mengukuhkan dirinya sebagai sosok paling ikonik di Madrid.
Kedatangan Cristiano Ronaldo pada tahun 2009 menandai era keemasan baru bagi Real Madrid. Dalam sembilan musim, ia menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa klub dengan 450 gol hanya dalam 438 pertandingan, memenangkan empat gelar Liga Champions (2014, 2016, 2017, 2018) dan beberapa penghargaan Ballon d’Or. Kecepatan, penyelesaian akhir, dan etos kerjanya yang tak tertandingi membuatnya menjadi legenda di Santiago Bernabéu.
Sebagai simbol kesetiaan dan passion, Raúl menghabiskan 16 tahun di Madrid, tampil 741 kali dan mencetak 323 gol. Ia memimpin tim meraih tiga gelar Liga Champions (1998, 2000, 2002) dan beberapa kemenangan La Liga. Dikenal karena kecerdasan, pergerakan, dan kepemimpinannya, Raúl tetap menjadi salah satu tokoh yang paling disegani dalam sejarah Real Madrid.
Masa bermain Zidane (2001-2006) mungkin singkat, tetapi dampaknya sangat besar. Tendangan voli ikoniknya melawan Bayer Leverkusen di final Liga Champions 2002 masih dianggap sebagai salah satu gol terhebat yang pernah ada.
Seorang pesulap di lini tengah, kecemerlangan teknis dan visi Zidane tak tertandingi. Ia kemudian kembali sebagai pelatih, memimpin Madrid meraih tiga gelar Liga Champions berturut-turut (2016-2018).
Kiper terhebat Real Madrid, Iker Casillas, merupakan jantung pertahanan tim selama lebih dari satu dekade. Melakukan debutnya saat remaja, ia menjadi legenda klub, memenangkan lima gelar La Liga dan tiga trofi Liga Champions.
Refleksnya yang luar biasa, penampilan yang memukau, dan kepemimpinannya membuatnya menjadi favorit penggemar dan salah satu penjaga gawang terbaik dalam sejarah sepak bola.
Ferenc Puskás bergabung dengan Madrid pada tahun 1958 dan dengan cepat menjadi salah satu penyerang paling mematikan mereka. Meskipun tiba di usia 30-an, ia mencetak 242 gol dalam 262 pertandingan dan memenangkan tiga Piala Eropa. Kaki kirinya yang luar biasa dan kemampuan finishing-nya membuatnya menjadi legenda, dan FIFA sekarang menghormati warisannya dengan Penghargaan Puskás untuk gol terbaik setiap tahunnya.
Sergio Ramos melambangkan semangat juang Real Madrid. Sebagai pemain bertahan yang tangguh, ia memainkan peran penting dalam memenangkan lima gelar La Liga dan empat trofi Liga Champions, termasuk gol penyeimbang yang tak terlupakan di final 2014.
Dengan kepemimpinannya, gol-gol yang memukau, dan keunggulan dalam bertahan, Ramos mengamankan tempatnya di antara legenda terhebat Madrid.
Ketujuh legenda ini mendefinisikan berbagai era kesuksesan Real Madrid, membentuk mentalitas juara dan dominasi global klub. Prestasi dan kontribusi mereka akan selalu dikenang, menginspirasi generasi mendatang untuk melanjutkan warisan Los Blancos.