Zlatan Ibrahimovic Ungkap Rencana RedBird untuk Masa Depan AC Milan
Mansion Sports – Mantan penyerang tim nasional Swedia menjelaskan rencana pemilik AC Milan, RedBird, terkait masa depan klub Rossoneri dalam sebuah wawancara dengan CBS Golazo.
Kemenangan AC Milan dalam derby melawan Inter kembali membangkitkan antusiasme di kalangan pendukung klub.
Saat ini, Milan mulai kembali percaya diri untuk bersaing dalam perebutan gelar Serie A. Penasihat senior dari dana investasi RedBird, Zlatan Ibrahimovic, memberikan wawancara kepada CBS Golazo, sebuah platform Amerika Serikat yang menyiarkan kompetisi Serie A, di mana ia membahas berbagai rencana yang tengah dipersiapkan oleh Gerry Cardinale untuk masa depan klub.
Dalam wawancara tersebut, mantan striker tersebut berbicara tentang berbagai topik, mulai dari candaan mengenai rivalitas dengan Inter, cerita di balik perjalanan awal kariernya di Belanda, hingga pandangannya mengenai Massimiliano Allegri, proyek Milan Futuro, dan ambisi besar yang harus dimiliki oleh klub seperti AC Milan.
“Sisi Modis Kota Milan”
Ibrahimovic membuka pembicaraan dengan nada santai mengenai rivalitas antara dua klub besar di kota Milan. Ia mengatakan bahwa seseorang harus berada di sisi yang tepat di kota tersebut.
Menurutnya, ada dua sisi di Milan, yaitu sisi biru dan sisi merah. Ia menambahkan dengan nada bercanda bahwa Milan merupakan sisi yang lebih bergaya dan modis, sambil menyambut dengan ucapan selamat datang di Milanello.
Terinspirasi oleh Marco van Basten
Ketika ditanya mengenai sosok yang menjadi inspirasinya, Ibrahimovic menyebut nama Marco van Basten.
Ia menjelaskan bahwa ada hal menarik ketika dirinya bergabung dengan Ajax, karena banyak orang langsung membandingkannya dengan legenda Belanda tersebut sehingga tekanan sudah muncul sejak awal.
Ia mengakui bahwa pada saat itu dirinya belum sepenuhnya siap menghadapi perbandingan tersebut karena Van Basten merupakan ikon dan legenda besar dalam sejarah klub. Van Basten juga merupakan bagian dari trio Belanda yang terkenal bersama Frank Rijkaard dan Ruud Gullit.
Ibrahimovic menambahkan bahwa perbandingan tersebut muncul karena dirinya bermain sebagai penyerang dan memiliki gaya permainan yang dianggap mirip.
Oleh karena itu, Van Basten menjadi salah satu referensi penting baginya ketika memikirkan tentang AC Milan.
Ia juga menyebut bahwa meskipun karier Van Basten tidak berlangsung sangat lama, pencapaian yang diraih pemain tersebut akan selalu dikenang dalam sejarah sepak bola.
Proyek Milan Futuro untuk Pengembangan Pemain Muda
Ibrahimovic juga membahas proyek Milan Futuro yang berfokus pada pengembangan pemain muda. Ia menjelaskan bahwa dalam budaya sepak bola Italia, banyak pihak sangat berorientasi pada hasil pertandingan. Para pemain muda maupun pelatih sering kali memiliki keinginan kuat untuk menang.
Namun ia menjelaskan bahwa jika tujuan utama hanya kemenangan, maka pelatih cenderung memainkan pemain yang sudah siap, sehingga kesempatan bagi pemain muda yang memiliki potensi bisa berkurang dan bahkan menghambat perkembangan mereka.
Menurut Ibrahimovic, pendekatan tersebut kini mulai diubah di AC Milan. Klub ingin memberikan waktu bermain yang cukup bagi para pemain muda, karena pengalaman bertanding merupakan hal yang sangat penting bagi perkembangan mereka.
Ia menjelaskan bahwa jika seorang pemain muda tidak bermain di tim Milan Futuro, maka ia akan bermain di tim Primavera.
Jika seorang pemain memulai di Milan Futuro tetapi ritme permainan dianggap terlalu tinggi, maka ia dapat dipindahkan sementara ke Primavera untuk berkembang sebelum kembali ke level sebelumnya.
Ibrahimovic menggambarkan sistem tersebut seperti tangga yang dapat dinaiki dan dituruni oleh para pemain dengan tujuan utama untuk berkembang. Dengan cara ini, ketika seorang pemain akhirnya mencapai tim utama, itu terjadi karena pencapaian dan perkembangan yang telah mereka raih.
Memberikan Milan yang Penuh Prestasi kepada Para Pendukung
Ibrahimovic juga menekankan bahwa AC Milan merupakan klub dengan sejarah prestasi yang sangat besar.
Ia menyebutkan bahwa klub telah memenangkan tujuh gelar Liga Champions, sembilan belas gelar liga, serta berbagai penghargaan Ballon d’Or yang diraih oleh para pemainnya, selain juga berbagai trofi internasional lainnya.
Menurutnya, para pendukung Milan telah terbiasa dengan standar prestasi tersebut. Jika klub tidak mampu memberikan pencapaian seperti itu, maka klub tidak memberikan sesuatu yang mencerminkan identitas sejati AC Milan.
Oleh karena itu, menurutnya klub harus terus berusaha menghadirkan kesuksesan bagi para penggemarnya.
Allegri Menginginkan Tim dengan Karakter yang Lebih Kuat
Ibrahimovic juga membicarakan sosok pelatih Massimiliano Allegri, yang pernah melatihnya ketika masih aktif bermain.
Ia menyatakan bahwa Allegri merupakan pelatih yang sangat baik dalam mengelola pemain serta mampu mengatur tim dengan sangat baik.
Ia juga mengingatkan bahwa Allegri pernah meraih trofi bersama AC Milan dan sudah menunjukkan kualitasnya bahkan ketika masih melatih dirinya.
Ibrahimovic menjelaskan bahwa Allegri memiliki karakter kuat, terutama karena pada masa itu ia harus menangani pemain-pemain dengan kepribadian besar seperti Clarence Seedorf dan Antonio Cassano.
Menurut Ibrahimovic, para pemain pada masa itu tidak ragu untuk menyampaikan pendapat mereka secara langsung.
Namun Allegri tetap harus memikirkan kepentingan tim secara keseluruhan, bukan hanya individu.
Ia menilai pelatih tersebut mampu menjalankan tugas tersebut dengan sangat baik dan kini menerapkan pendekatan yang sama kepada tim saat ini.
Ia juga menambahkan bahwa karakter para pemain pada masa lalu berbeda dengan pemain masa kini.
Menurutnya, pemain saat ini mungkin memiliki karakter yang sedikit lebih lemah, sehingga Allegri berharap mereka dapat menunjukkan karakter yang lebih kuat.
Modric dan Rabiot Dinilai Berada di Level Berbeda
Ibrahimovic juga menyebut bahwa bekerja bersama Allegri bukanlah hal yang sulit karena pelatih tersebut memiliki pengalaman panjang dan pernah menangani banyak klub besar. Ia menilai Allegri sebagai sosok pemenang yang memahami betul apa arti menjadi bagian dari AC Milan.
Menurutnya, tugas Allegri sekarang adalah membuat para pemain memahami apa arti bermain untuk klub sebesar Milan.
Namun ia menambahkan bahwa hal tersebut tidak perlu dijelaskan kepada Luka Modric karena pemain tersebut sudah memiliki pengalaman dan pemahaman yang sangat tinggi.
Selain Modric, Ibrahimovic juga menilai Adrien Rabiot sebagai pemain yang berada pada level yang berbeda.
Ia menyebut bahwa di dalam tim terdapat pemain-pemain penting seperti Mike Maignan, Nkunku yang baru bergabung musim ini, serta Rabiot.
Ia juga mengingat kembali bahwa dirinya pernah bermain bersama beberapa pemain tersebut ketika mereka masih berusia sekitar 17 tahun di Paris Saint-Germain, dan kini mereka kembali bertemu sebagai bagian dari skuad AC Milan.