Barcola Pergi, Performa Kvaratskhelia di PSG Malah Anjlok!

Barcola Pergi, Performa Kvaratskhelia di PSG Malah Anjlok!

Mansion Sports – Paris Saint-Germain mulai merasakan dampak dari kepergian besar Bradley Barcola pada musim panas ini, tetapi bukan dalam bentuk yang diperkirakan banyak orang.

Saat sang juara Prancis mengantongi biaya transfer fantastis sebesar €145 juta, kepergian sang winger justru bertepatan dengan penurunan performa drastis Khvicha Kvaratskhelia.

Menghadapi Kepergian Besar Barcola

Barcola meninggalkan ibu kota Prancis pada musim panas ini setelah menyelesaikan transfer besar senilai €145 juta ke Liverpool

PSG dengan cepat mengantisipasi perpindahan tersebut dengan merekrut pemain muda yang sangat dinilai tinggi, Mika Godts, untuk memperkuat sisi kiri lini serang mereka.

Namun, transisi tersebut terbukti jauh lebih rumit dari yang diperkirakan bagi juara Eropa bertahan tersebut. 

Dampak besar terhadap skuad akibat kepergian Barcola ke Anfield kini mulai terasa di berbagai area lapangan, tetapi menurut Football365, dampaknya paling berat dirasakan oleh satu pemain: Kvaratskhelia.

Penurunan Performa Drastis Kvaratskhelia

Statistik menunjukkan perbedaan mencolok jika dibandingkan dengan musim lalu. Kvaratskhelia tampil fenomenal pada musim sebelumnya, mencetak delapan gol di Ligue 1 dan menambahkan 10 gol dalam perjalanan spektakuler mereka di kompetisi Eropa. 

Namun, awal musim 2026-27 menjadi cerita yang jauh berbeda bagi pemain internasional Georgia tersebut.

Dalam lima penampilan pertamanya di liga, dengan total sekitar 280 menit bermain, Kvaratskhelia gagal mencetak gol dan hanya mencatatkan satu assist. 

Yang lebih mengkhawatirkan, pelatih kepala Luis Enrique tidak ragu untuk mengakhiri penampilannya lebih awal. 

Sang winger ditarik keluar setelah 65 menit saat menghadapi Brest dan digantikan setelah hanya 58 menit ketika menjalani Le Classique melawan Marseille.

Kehilangan Rival Internal Utama

Awal musim yang lamban ini menyoroti kecenderungan historis Kvaratskhelia untuk mengalami fluktuasi tergantung pada besarnya pertandingan. 

Yang lebih penting, penurunan performa ini bertepatan dengan perubahan besar di ruang ganti PSG. Musim lalu, di bawah prinsip persaingan internal yang tegas dari Enrique, Kvaratskhelia dan Barcola bersaing sengit untuk posisi sayap kiri.

Setiap kali Barcola dimainkan, pergerakannya yang tanpa henti di belakang lini pertahanan lawan memaksa Kvaratskhelia untuk mempertahankan intensitas maksimal agar tetap mempertahankan tempatnya sebagai starter. 

Kini, Godts yang berusia 21 tahun telah tiba dari Ajax, tetapi pemain asal Belgia tersebut belum memiliki status elite dan pengalaman yang cukup untuk secara langsung mengancam posisi Kvaratskhelia dalam pertandingan-pertandingan besar. 

Setelah belum pernah menjadi starter di liga, Godts belum memberikan dorongan yang dibutuhkan untuk memacu pemain asal Georgia tersebut.

Pencarian Solusi Baru oleh Enrique

Kepergian Barcola bukan satu-satunya faktor, karena persaingan belum sepenuhnya menghilang di Parc des Princes. 

Perkembangan pesat Desire Doue, Ferran Torres yang sesekali bermain melebar, serta kedatangan Maghnes Akliouche memberikan Enrique banyak pilihan untuk melakukan rotasi di lini serang.

Namun, tidak satu pun dari para pemain tersebut memiliki profil yang benar-benar sama dengan seorang winger kiri yang sangat cepat dan mampu menciptakan persaingan sengit di posisi spesifik seperti yang diberikan Barcola. 

Jika jeda internasional memberikan kesempatan bagi Godts untuk meningkatkan performanya, atau jika Enrique menemukan solusi taktik baru, Kvaratskhelia akhirnya bisa kembali menemukan ketajaman mematikannya.

Related News

Barcola Pergi, Performa Kvaratskhelia di PSG Malah Anjlok!

Barcola Pergi, Performa Kvaratskhelia di PSG Malah Anjlok!

Mansion Sports – Paris Saint-Germain mulai merasakan dampak dari kepergian besar Bradley Barcola pada musim panas ini, tetapi bukan dalam bentuk yang diperkirakan banyak orang.

Saat sang juara Prancis mengantongi biaya transfer fantastis sebesar €145 juta, kepergian sang winger justru bertepatan dengan penurunan performa drastis Khvicha Kvaratskhelia.

Menghadapi Kepergian Besar Barcola

Barcola meninggalkan ibu kota Prancis pada musim panas ini setelah menyelesaikan transfer besar senilai €145 juta ke Liverpool

PSG dengan cepat mengantisipasi perpindahan tersebut dengan merekrut pemain muda yang sangat dinilai tinggi, Mika Godts, untuk memperkuat sisi kiri lini serang mereka.

Namun, transisi tersebut terbukti jauh lebih rumit dari yang diperkirakan bagi juara Eropa bertahan tersebut. 

Dampak besar terhadap skuad akibat kepergian Barcola ke Anfield kini mulai terasa di berbagai area lapangan, tetapi menurut Football365, dampaknya paling berat dirasakan oleh satu pemain: Kvaratskhelia.

Penurunan Performa Drastis Kvaratskhelia

Statistik menunjukkan perbedaan mencolok jika dibandingkan dengan musim lalu. Kvaratskhelia tampil fenomenal pada musim sebelumnya, mencetak delapan gol di Ligue 1 dan menambahkan 10 gol dalam perjalanan spektakuler mereka di kompetisi Eropa. 

Namun, awal musim 2026-27 menjadi cerita yang jauh berbeda bagi pemain internasional Georgia tersebut.

Dalam lima penampilan pertamanya di liga, dengan total sekitar 280 menit bermain, Kvaratskhelia gagal mencetak gol dan hanya mencatatkan satu assist. 

Yang lebih mengkhawatirkan, pelatih kepala Luis Enrique tidak ragu untuk mengakhiri penampilannya lebih awal. 

Sang winger ditarik keluar setelah 65 menit saat menghadapi Brest dan digantikan setelah hanya 58 menit ketika menjalani Le Classique melawan Marseille.

Kehilangan Rival Internal Utama

Awal musim yang lamban ini menyoroti kecenderungan historis Kvaratskhelia untuk mengalami fluktuasi tergantung pada besarnya pertandingan. 

Yang lebih penting, penurunan performa ini bertepatan dengan perubahan besar di ruang ganti PSG. Musim lalu, di bawah prinsip persaingan internal yang tegas dari Enrique, Kvaratskhelia dan Barcola bersaing sengit untuk posisi sayap kiri.

Setiap kali Barcola dimainkan, pergerakannya yang tanpa henti di belakang lini pertahanan lawan memaksa Kvaratskhelia untuk mempertahankan intensitas maksimal agar tetap mempertahankan tempatnya sebagai starter. 

Kini, Godts yang berusia 21 tahun telah tiba dari Ajax, tetapi pemain asal Belgia tersebut belum memiliki status elite dan pengalaman yang cukup untuk secara langsung mengancam posisi Kvaratskhelia dalam pertandingan-pertandingan besar. 

Setelah belum pernah menjadi starter di liga, Godts belum memberikan dorongan yang dibutuhkan untuk memacu pemain asal Georgia tersebut.

Pencarian Solusi Baru oleh Enrique

Kepergian Barcola bukan satu-satunya faktor, karena persaingan belum sepenuhnya menghilang di Parc des Princes. 

Perkembangan pesat Desire Doue, Ferran Torres yang sesekali bermain melebar, serta kedatangan Maghnes Akliouche memberikan Enrique banyak pilihan untuk melakukan rotasi di lini serang.

Namun, tidak satu pun dari para pemain tersebut memiliki profil yang benar-benar sama dengan seorang winger kiri yang sangat cepat dan mampu menciptakan persaingan sengit di posisi spesifik seperti yang diberikan Barcola. 

Jika jeda internasional memberikan kesempatan bagi Godts untuk meningkatkan performanya, atau jika Enrique menemukan solusi taktik baru, Kvaratskhelia akhirnya bisa kembali menemukan ketajaman mematikannya.

Related News