Beijing Tanggapi Permintaan Maaf Mbappe, Boikot La Liga Berlanjut

Beijing Tanggapi Permintaan Maaf Mbappe, Boikot La Liga Berlanjut

Mansion Sports – Kementerian Luar Negeri China mengambil sikap diplomatik yang berhati-hati pada Rabu terkait krisis yang melibatkan bintang Prancis, Kylian Mbappe. 

Beijing menyatakan menghargai permintaan maaf yang disampaikan sang pemain, tetapi tidak memberikan petunjuk bahwa boikot terhadap dirinya dan liga Spanyol akan segera dicabut.

Juru bicara kementerian, Guo Jiakun, menanggapi pertanyaan mengenai pernyataan pemain asal Prancis tersebut, menurut kantor berita Spanyol, “EFE”. 

Ia mengatakan, “Kami memberikan perhatian pada permintaan maaf yang disampaikan oleh pihak yang bersangkutan.” 

Ketika kembali ditanya secara langsung apakah permintaan maaf itu akan membantu mencabut boikot, ia hanya mengulangi jawaban yang sama tanpa menambahkan apa pun.

Salah Ucap dalam Tiga Bahasa

Mbappe menerbitkan permintaan maaf resmi pada Selasa dalam bahasa Prancis, Mandarin, dan Inggris. 

Ia menggambarkan komentarnya sebagai sebuah “keseleo lidah”, mengakui bahwa perkataannya telah menyakiti banyak orang di China maupun komunitas China di luar negeri, serta menyampaikan “rasa hormat yang mendalam” kepada rakyat China dan sejarah mereka.

Krisis ini bermula dari sebuah wawancara ketika Mbappe mengatakan bahwa salah satu gambar satir favoritnya adalah gambar gabungan yang menampilkan wajahnya ditempelkan pada wajah seorang “diktator China”. Ia tidak menyebut nama siapa pun, tetapi rujukannya kepada mantan pemimpin China, Mao Zedong, sangat jelas.

Mao mendirikan Republik Rakyat China pada 1949 dan menempati posisi sentral yang nyaris sakral dalam narasi nasional Partai Komunis China. 

Ia menjadi simbol pemulihan kedaulatan setelah periode yang disebut China sebagai “abad penghinaan”, meskipun partai tersebut sendiri mengakui bencana yang ditimbulkan oleh kebijakan seperti “Lompatan Jauh ke Depan” dan “Revolusi Kebudayaan”.

Baca Juga: “Lelucon 'Diktator' Picu Isu Diplomatik, China Sentil Kylian Mbappe”

Sponsor Mundur dan Siaran Pertandingan Dihentikan

Dampak ekonominya muncul dengan cepat. Komentar Mbappe memicu pembatalan langsung sejumlah kesepakatan komersial bernilai besar dengan perusahaan raksasa China, “Dongpeng”, “Mengniu”, dan “Milk Ground”. 

Konten yang berkaitan dengan sang pemain juga dibatasi di berbagai platform digital, sementara siaran La Liga di televisi pemerintah China dihentikan sejak Senin, 26 Oktober.

Langkah Spanyol untuk Meredakan Krisis

Menghadapi kerugian tersebut, asosiasi liga Spanyol bergerak cepat. Mereka menyampaikan permintaan maaf atas ucapan yang menyinggung pihak China. 

Presiden La Liga, Javier Tebas, juga bertemu dengan Duta Besar China untuk Spanyol, Yao Jing, pada Selasa untuk mencari solusi dan melindungi perjanjian kerja sama agar tidak terdampak. Dalam kesempatan itu, Tebas menggambarkan China sebagai “mitra strategis”.

Dalam perkembangan yang mengejutkan, China Media Group (CMG), pemilik saluran resmi CCTV, mengonfirmasi pada Rabu melalui sebuah pernyataan yang diterbitkan pukul enam sore waktu setempat bahwa mereka telah menerima surat permintaan maaf resmi dari Real Madrid kepada rakyat China melalui asosiasi La Liga.

Kutipan surat yang dipublikasikan oleh lembaga tersebut berbunyi, “Klub kami memiliki rasa hormat yang mendalam terhadap China, sejarahnya, budayanya, dan rakyatnya.” 

Klub itu juga menegaskan keinginannya untuk terus memperkuat hubungan dengan negara Asia tersebut, bersamaan dengan permintaan maaf terbuka yang disampaikan Mbappe.

Penerimaan kedua surat tersebut tidak mengubah situasi secara langsung. CMG tidak menyatakan apakah mereka menganggap permintaan maaf itu sudah memadai. 

Mereka juga tidak mengumumkan perubahan apa pun terhadap penghentian siaran pertandingan La Liga, pertandingan yang melibatkan Mbappe, maupun iklan yang menampilkan sang pemain.

Pernyataan tersebut muncul hanya beberapa jam setelah Pusat Olahraga dan Pemuda yang berafiliasi dengan CMG mengambil sikap tegas. 

Lembaga itu menolak pemberitaan media Spanyol yang menyebut komentar Mbappe sebagai “ekspresi pribadi” yang tidak dimaksudkan untuk menyinggung pihak lain.

Organisasi tersebut menegaskan bahwa perkataan sang pemain telah melampaui batas yang dapat diterima dan tidak bisa dibenarkan atas nama kebebasan berekspresi. 

Mereka juga memperingatkan Real Madrid bahwa klub tersebut tidak bisa menghindari tanggung jawabnya, serta menegaskan bahwa “tanpa permintaan maaf yang memuaskan, tidak ada ruang untuk berdiskusi”.

Related News

Beijing Tanggapi Permintaan Maaf Mbappe, Boikot La Liga Berlanjut

Beijing Tanggapi Permintaan Maaf Mbappe, Boikot La Liga Berlanjut

Mansion Sports – Kementerian Luar Negeri China mengambil sikap diplomatik yang berhati-hati pada Rabu terkait krisis yang melibatkan bintang Prancis, Kylian Mbappe. 

Beijing menyatakan menghargai permintaan maaf yang disampaikan sang pemain, tetapi tidak memberikan petunjuk bahwa boikot terhadap dirinya dan liga Spanyol akan segera dicabut.

Juru bicara kementerian, Guo Jiakun, menanggapi pertanyaan mengenai pernyataan pemain asal Prancis tersebut, menurut kantor berita Spanyol, “EFE”. 

Ia mengatakan, “Kami memberikan perhatian pada permintaan maaf yang disampaikan oleh pihak yang bersangkutan.” 

Ketika kembali ditanya secara langsung apakah permintaan maaf itu akan membantu mencabut boikot, ia hanya mengulangi jawaban yang sama tanpa menambahkan apa pun.

Salah Ucap dalam Tiga Bahasa

Mbappe menerbitkan permintaan maaf resmi pada Selasa dalam bahasa Prancis, Mandarin, dan Inggris. 

Ia menggambarkan komentarnya sebagai sebuah “keseleo lidah”, mengakui bahwa perkataannya telah menyakiti banyak orang di China maupun komunitas China di luar negeri, serta menyampaikan “rasa hormat yang mendalam” kepada rakyat China dan sejarah mereka.

Krisis ini bermula dari sebuah wawancara ketika Mbappe mengatakan bahwa salah satu gambar satir favoritnya adalah gambar gabungan yang menampilkan wajahnya ditempelkan pada wajah seorang “diktator China”. Ia tidak menyebut nama siapa pun, tetapi rujukannya kepada mantan pemimpin China, Mao Zedong, sangat jelas.

Mao mendirikan Republik Rakyat China pada 1949 dan menempati posisi sentral yang nyaris sakral dalam narasi nasional Partai Komunis China. 

Ia menjadi simbol pemulihan kedaulatan setelah periode yang disebut China sebagai “abad penghinaan”, meskipun partai tersebut sendiri mengakui bencana yang ditimbulkan oleh kebijakan seperti “Lompatan Jauh ke Depan” dan “Revolusi Kebudayaan”.

Baca Juga: “Lelucon 'Diktator' Picu Isu Diplomatik, China Sentil Kylian Mbappe”

Sponsor Mundur dan Siaran Pertandingan Dihentikan

Dampak ekonominya muncul dengan cepat. Komentar Mbappe memicu pembatalan langsung sejumlah kesepakatan komersial bernilai besar dengan perusahaan raksasa China, “Dongpeng”, “Mengniu”, dan “Milk Ground”. 

Konten yang berkaitan dengan sang pemain juga dibatasi di berbagai platform digital, sementara siaran La Liga di televisi pemerintah China dihentikan sejak Senin, 26 Oktober.

Langkah Spanyol untuk Meredakan Krisis

Menghadapi kerugian tersebut, asosiasi liga Spanyol bergerak cepat. Mereka menyampaikan permintaan maaf atas ucapan yang menyinggung pihak China. 

Presiden La Liga, Javier Tebas, juga bertemu dengan Duta Besar China untuk Spanyol, Yao Jing, pada Selasa untuk mencari solusi dan melindungi perjanjian kerja sama agar tidak terdampak. Dalam kesempatan itu, Tebas menggambarkan China sebagai “mitra strategis”.

Dalam perkembangan yang mengejutkan, China Media Group (CMG), pemilik saluran resmi CCTV, mengonfirmasi pada Rabu melalui sebuah pernyataan yang diterbitkan pukul enam sore waktu setempat bahwa mereka telah menerima surat permintaan maaf resmi dari Real Madrid kepada rakyat China melalui asosiasi La Liga.

Kutipan surat yang dipublikasikan oleh lembaga tersebut berbunyi, “Klub kami memiliki rasa hormat yang mendalam terhadap China, sejarahnya, budayanya, dan rakyatnya.” 

Klub itu juga menegaskan keinginannya untuk terus memperkuat hubungan dengan negara Asia tersebut, bersamaan dengan permintaan maaf terbuka yang disampaikan Mbappe.

Penerimaan kedua surat tersebut tidak mengubah situasi secara langsung. CMG tidak menyatakan apakah mereka menganggap permintaan maaf itu sudah memadai. 

Mereka juga tidak mengumumkan perubahan apa pun terhadap penghentian siaran pertandingan La Liga, pertandingan yang melibatkan Mbappe, maupun iklan yang menampilkan sang pemain.

Pernyataan tersebut muncul hanya beberapa jam setelah Pusat Olahraga dan Pemuda yang berafiliasi dengan CMG mengambil sikap tegas. 

Lembaga itu menolak pemberitaan media Spanyol yang menyebut komentar Mbappe sebagai “ekspresi pribadi” yang tidak dimaksudkan untuk menyinggung pihak lain.

Organisasi tersebut menegaskan bahwa perkataan sang pemain telah melampaui batas yang dapat diterima dan tidak bisa dibenarkan atas nama kebebasan berekspresi. 

Mereka juga memperingatkan Real Madrid bahwa klub tersebut tidak bisa menghindari tanggung jawabnya, serta menegaskan bahwa “tanpa permintaan maaf yang memuaskan, tidak ada ruang untuk berdiskusi”.

Related News