Dipermalukan Belgia, Tonali Buka Suara Soal Nasib Skuad Italia
Mansion Sports – Kekalahan Italia dari Belgia membuat suasana di tubuh Azzurri kembali menjadi sorotan.
Performa yang mengecewakan di hadapan pendukung sendiri memunculkan kritik, tetapi Sandro Tonali memilih melihat situasi tersebut sebagai bagian dari proses pembentukan skuad baru.
Gelandang Italia itu mengakui bahwa tim nasional saat ini memang belum memiliki sosok superstar yang bisa menjadi pusat perhatian.
Namun, ia menegaskan bahwa para pemain muda membutuhkan waktu untuk membangun koneksi dan menunjukkan kualitas mereka secara maksimal.
Penilaian Jujur Setelah Kekalahan dari Belgia
Suasana di sekitar tim nasional Italia mengalami pukulan besar setelah penampilan kurang meyakinkan di Stadio Olimpico.
Para suporter di Roma menunjukkan kekecewaan mereka dengan jelas. Peluit panjang disambut sorakan dan siulan setelah Azzurri harus mengakui keunggulan Belgia pada Jumat.
Menjelang pertandingan Senin melawan Turki, yang juga mengalami hasil mengecewakan setelah kalah 1-0 di kandang sendiri dari Prancis pada pertandingan sebelumnya, Tonali tidak berusaha menghindari kenyataan mengenai situasi yang sedang dihadapi Italia. Ia mengakui bahwa suasana muram memang sedang menyelimuti tim dalam beberapa hari terakhir.
“Saya pikir banyak orang merasa kecewa. Kami harus jujur dan membicarakan apa yang ditimbulkan oleh kekalahan ini, mulai dari siulan para suporter hingga wajah-wajah sedih di ruang ganti,” ujar Tonali kepada Sky Sport Italia.
Sang gelandang menerima bahwa kritik tersebut sepenuhnya dapat dipahami mengingat penampilan yang ditunjukkan di lapangan.
“Tetapi Anda harus menerimanya, karena pertandingan tersebut bukan pertandingan yang positif dan kami memang pantas kalah,” tambahnya, seraya menekankan pentingnya tanggung jawab dari seluruh anggota skuad.
Skuad yang Sedang Bertransisi
Skuad Azzurri saat ini sedang menjalani perubahan besar di bawah asuhan Mancini, yang kembali menjalani periode keduanya sebagai pelatih.
Ia berusaha mengembalikan kebanggaan sepak bola Italia setelah kekecewaan karena gagal tampil di tiga edisi Piala Dunia terakhir.
Rangkaian kegagalan tersebut termasuk Piala Dunia 2022 di Qatar, ketika Mancini juga masih berada di posisi pelatih selama babak kualifikasi.
Meski mengalami kekecewaan tersebut, sang pelatih tetap memiliki catatan yang kuat bersama tim nasional, terutama setelah berhasil membawa Italia meraih gelar juara Eropa pada Euro 2020.
“Hal yang penting sekarang adalah bereaksi, dan kami bisa melakukannya dalam beberapa hari. Grup ini sangat sehat, dengan banyak pemain muda. Memiliki semuanya secara langsung memang sulit, kami tidak memiliki pemain bintang,” jelas Tonali.
Mantan pemain AC Milan tersebut yakin kualitas para pemain muda dalam skuad ini pada akhirnya akan terlihat setelah mereka memiliki hubungan dan pemahaman yang lebih kuat satu sama lain.
“Waktu ada, kami harus menghabiskan waktu bersama, bekerja dan menikmati kebersamaan. Kami adalah orang-orang yang sehat dan kuat. Dengan waktu, kualitas kami akan muncul.”
Nasib yang Berbeda di London Utara
Musim 2026-27 menjadi periode yang cukup menguji bagi Tonali, baik di level klub maupun internasional.
Tottenham saat ini berada di dasar klasemen Premier League dengan hanya mengumpulkan dua poin dari lima pertandingan pembuka, setelah sang gelandang melakukan kepindahan besar senilai ÂŁ100 juta dari Newcastle United pada musim panas.
Meskipun Tottenham sedang menjalani rangkaian hasil yang buruk di London, pemain berusia 26 tahun tersebut tetap optimistis terhadap arah yang sedang ditempuh klub Premier League itu.
Tonali dengan cepat menunjukkan bahwa penampilan Tottenham di lapangan sebenarnya memberikan alasan yang lebih besar untuk berharap dibandingkan hasil yang mereka dapatkan saat ini.
“Sepak bola sangat aneh. Dalam sepuluh hari, semuanya bisa berubah dari negatif menjadi positif. Mengenai Tottenham: momennya negatif dalam hal hasil, tetapi positif dalam hal sepak bola yang kami mainkan,” katanya ketika membahas situasinya bersama klub.
Membedakan Masalah di Klub dan Tim Nasional
Situasi Tottenham tidak akan menjadi lebih mudah ketika sepak bola klub kembali bergulir setelah jeda internasional yang sedang berlangsung.
Spurs menghadapi jadwal yang cukup berat. Mereka akan bertandang ke Old Trafford untuk menghadapi Manchester United pada 10 Oktober, kemudian menjamu Coventry City pada 19 Oktober, sebelum mengakhiri periode sulit tersebut dengan perjalanan ke Stamford Bridge untuk menghadapi Chelsea pada 24 Oktober.
“Kami bermain dengan baik, menciptakan peluang, dan jika Anda tidak mencetak gol dalam sepak bola, Anda akan kalah. Namun, kami belum terkubur. Kami masih hidup dan tetap positif,” ujar Tonali mengenai kehidupannya bersama Spurs.
“Di sini bersama tim nasional, situasinya berbeda: ini adalah kelompok yang sangat baru dan muda, kelompok yang belum pernah bermain bersama. Kami hanya perlu meluangkan waktu.”
Bagi Tonali, perbedaan antara situasi di Tottenham dan Italia terletak pada tahap perkembangan masing-masing tim.
Tottenham, menurutnya, sudah menunjukkan permainan yang dapat memberikan harapan meskipun hasil belum berpihak kepada mereka.
Sementara itu, Italia sedang membangun kelompok pemain baru yang masih membutuhkan waktu untuk menemukan chemistry dan identitas bersama.
Pesan Tonali setelah kekalahan dari Belgia pun cukup jelas: Italia memang belum memiliki pemain bintang yang dapat langsung menjadi pusat perhatian, tetapi skuad muda tersebut masih memiliki kesempatan untuk berkembang.
Yang dibutuhkan saat ini adalah waktu, kerja sama, serta kesempatan bagi kualitas masing-masing pemain untuk akhirnya muncul.