Drama Madrid Berlanjut! Vinicius Jr dan Mbappe Terlibat Perang Dingin
Mansion Sports – Mimpi Real Madrid untuk memiliki kemitraan ‘Galactico’ antara Vinicius Jr dan Kylian Mbappe tampaknya mulai runtuh di balik layar Santiago Bernabeu.
Laporan menyebutkan bahwa kedua superstar tersebut terlibat dalam perebutan kekuasaan yang membuat penyerang asal Prancis itu merasa terisolasi dan mendapat tekanan dari dalam ruang gantinya sendiri.
Lingkaran Mbappe Menuduh Adanya Upaya Menjadikannya ‘Tokoh Jahat’
Klaim mengejutkan yang muncul dari Spanyol menyebutkan bahwa hubungan antara dua bintang terbesar Real Madrid telah mencapai titik terendah baru.
Menurut El Chiringuito TV, lingkaran terdekat pemain asal Prancis tersebut yakin bahwa Vinicius secara aktif berusaha menjadikan Mbappe sebagai "tokoh jahat" di dalam skuad.
Laporan mengenai perebutan kekuasaan internal ini menunjukkan bahwa kedua superstar sedang terlibat dalam pertarungan memperebutkan pengaruh, dominasi merek, dan kepemimpinan di ruang ganti.
Kubu Mbappe tampaknya merasa bahwa keberadaan kedua penyerang tersebut dalam satu tim semakin menjadi racun.
Disebutkan bahwa Vinicius ingin "mengalahkan" rekan setimnya dalam rivalitas internal ini dengan menggambarkannya secara negatif kepada publik maupun para pemain lainnya.
Upaya yang dianggap sebagai tindakan untuk menjatuhkan Mbappe ini telah membuat hubungan kedua pemain berada dalam kondisi rapuh, sekaligus membayangi duet lini serang klub.
Hubungan Tegang dengan Arbeloa
Perang dingin di Real Madrid tidak hanya terbatas pada para pemain, karena Mbappe juga dikabarkan tidak senang dengan perlakuan yang ia terima dari pelatih Alvaro Arbeloa.
Ketegangan mencapai titik didih ketika sang penyerang secara terbuka meluapkan frustrasinya, dengan pemain Prancis itu mengatakan: "Pelatih mengatakan saya adalah penyerang pilihan keempat."
Gesekan lebih lanjut muncul setelah sang penyerang dikritik karena bepergian ke Italia selama masa pemulihan cedera.
Meskipun Real Madrid akhirnya mengklarifikasi bahwa perjalanan tersebut telah mendapat izin, lambatnya pembelaan dari pihak klub tampaknya membuat pemain merasa terekspos dan tidak dilindungi.
Terisolasi di Ruang Ganti Madrid
Salah satu aspek paling mengkhawatirkan bagi Mbappe adalah kurangnya sistem dukungan di dalam skuad.
Tidak seperti figur senior lainnya yang telah membangun kelompok kuat, mantan bintang Paris Saint-Germain tersebut dikabarkan berusaha menghindari pembentukan kelompok yang memecah belah.
Namun, pendekatan ini justru menjadi bumerang, membuatnya tidak memiliki rekan setim yang bersedia membelanya secara terbuka dari kritik yang terus meningkat.
Karena gagal membangun aliansi internal yang kuat, Mbappe kini mendapati dirinya terisolasi di saat-saat tersulitnya.
Kurangnya dukungan vokal dari ruang ganti memperbesar perasaan bahwa dirinya sedang melawan narasi "tokoh jahat" seorang diri.
Isolasi ini menjadi sangat berbahaya mengingat atmosfer ketidakstabilan manajerial dan perbedaan pendapat internal yang saat ini melanda kubu Real Madrid.
Florentino Perez Tetap Menjadi Garis Pertahanan Terakhir
Meskipun badai terus berkembang, Mbappe masih memegang satu kartu penting: dukungan penuh dari Florentino Perez.
Presiden klub tersebut tetap menjadi pendukung kuat pemain Prancis itu, dan dukungannya memberikan jaring pengaman yang sangat penting.
Namun, bahkan dukungan Perez mungkin tidak cukup untuk memperbaiki ruang ganti yang retak apabila rivalitas dengan Vinicius terus meningkat.
Dengan Jose Mourinho dikabarkan akan kembali ke klub untuk menggantikan Arbeloa, perombakan besar di lini pertahanan sudah mulai direncanakan, termasuk langkah mendatangkan Diogo Dalot dari Manchester United.
Namun, tantangan terbesar bagi Special One mungkin bukan memperbaiki lini belakang, melainkan menengahi bentrokan ego "Galactico" yang mengancam menghancurkan tim dari dalam.
Untuk saat ini, Mbappe tetap menjadi sosok yang terpisah, mencari rasa hormat yang menurutnya pantas ia dapatkan di klub terbesar dunia tersebut.