Harry Kane Mengaku Merasa “Hampa” Setelah Inggris Tersingkir dari Piala Dunia
Mansion Sports — Harry Kane mengakui dirinya merasa “hampa” setelah Inggris tersingkir dari Piala Dunia pada babak semifinal usai menelan kekalahan yang menyakitkan dari Argentina.
Kapten The Three Lions tersebut menyampaikan kesedihannya melalui media sosial, sementara penantian Inggris selama 60 tahun untuk kembali meraih trofi Piala Dunia masih terus berlanjut.
Kekecewaan di Babak Semifinal
Impian Inggris untuk mencapai final Piala Dunia pertama sejak tahun 1966 pupus secara dramatis setelah Argentina melakukan comeback pada menit-menit akhir dan meraih kemenangan 2-1.
Meskipun Anthony Gordon membawa The Three Lions unggul pada awal babak kedua setelah memanfaatkan umpan silang Morgan Rogers, gol-gol telat dari Enzo Fernandez dan Lautaro Martinez membalikkan keadaan.
Kekalahan tersebut membuat seluruh skuad terpukul, terutama sang kapten, Kane. Penyerang Bayern Munich itu kemudian merilis pernyataan emosional yang ditujukan kepada para suporter dan rekan-rekan setimnya ketika mencoba menerima kenyataan setelah kembali gagal melangkah lebih jauh di panggung internasional.
Ungkapan Emosional Kane
Melalui akun media sosialnya, Kane secara terbuka mengungkapkan rasa sakit akibat tersingkir dari turnamen tersebut.
“Tidak ada kata-kata yang cukup besar saat ini untuk menghilangkan perasaan hampa di dalam perut ini,” tulisnya.
“Kami sudah sangat dekat, benar-benar sangat dekat dengan final lainnya, tetapi itu belum cukup. Kami telah memberikan segalanya selama tujuh minggu terakhir, dan gagal pada akhirnya sangat sulit untuk diterima! Saya tahu ekspektasinya sangat tinggi dan memang seharusnya demikian; kami sudah mengetuk pintu selama delapan tahun sekarang, tetapi sekali lagi masih kehilangan bagian terakhir dari teka-teki itu!”
Penyerang yang merupakan pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah tim nasional Inggris tersebut menegaskan bahwa tim harus menemukan cara untuk menjembatani perbedaan antara menjadi penantang dan menjadi juara.
“Itulah yang harus kami lakukan sekarang, menerima semuanya, memprosesnya, dan menemukan cara agar menjadi lebih baik. Saya sangat bangga kepada para pemain dan apa yang telah kami tunjukkan sepanjang turnamen ini—menghadapi pertandingan-pertandingan sulit dan lingkungan yang menantang yang berhasil kami lalui,” tambahnya.
Pesan Tentang Ketangguhan
Di usia 32 tahun, mulai muncul pertanyaan mengenai apakah ini merupakan kesempatan terakhir Kane untuk mengangkat trofi Piala Dunia.
Namun, pernyataannya menunjukkan tekad untuk terus membangun kesuksesan pada masa mendatang, dengan secara khusus menekankan pentingnya ketangguhan untuk meraih keberhasilan di level tertinggi sepak bola.
“Mengejar kejayaan tidak selalu berarti Anda akan mendapatkannya. Anda harus memperjuangkannya, terjatuh, bangkit kembali, dan mencoba lagi, dan itulah yang akan kami lakukan; tidak ada jalan lain selain terus percaya dan terus berjuang,” ujar Kane.
Ia menutup pesannya dengan mengucapkan terima kasih kepada para pendukung Inggris.
“Terima kasih kepada setiap suporter yang datang dan memberikan dukungan di stadion. Terima kasih kepada setiap suporter di rumah yang telah percaya kepada kami. Terima kasih kepada para pemain dan staf atas segala yang telah kalian berikan. Seperti biasa, menang ataupun kalah, kami belajar dan akan kembali berjuang!”