Jelang Laga Lawan Italia, Zidane Ungkap Dia Tak Menyesal Sundul Materazzi
Mansion Sports β Jalang laga timnas Prancis melawan timnas Italia di lanjutan UEFA Nations League 2026, kisah panas antara Zinedine Zidane dan Marco Materazzi pada final Piala Dunia 2006 kembali menjadi sorotan menjelang pertemuan Prancis dan Italia.
Hampir dua dekade berlalu, tetapi momen tersebut masih menjadi salah satu insiden paling ikonik dalam perjalanan karier Zidane.
Kini, satu dekade kemudian menjelang laga kandang pertamanya sebagai pelatih Prancis melawan Italia, Zidane secara terbuka membicarakan kejadian itu dan menjelaskan bagaimana ia memandangnya hingga sekarang.
Menghadapi Bayang-Bayang Berlin
Zidane mendapat pertanyaan mengenai pertandingan terakhirnya sebagai pemain dalam konferensi pers pada Kamis. Ia menerima kartu merah pada babak tambahan waktu final Piala Dunia 2006 setelah menanduk dada Materazzi.
Menjelang pertandingan UEFA Nations League Prancis melawan Italia, Zidane menjelaskan perasaannya mengenai kartu merah yang menjadi penutup perjalanan kariernya sebagai pemain.
Prancis telah memenangkan dua pertandingan pembuka mereka dengan skor 1-0 di kandang lawan, sehingga pertandingan pada Jumat menjadi momen kepulangan yang sangat dinantikan bagi pelatih yang baru ditunjuk tersebut.
Tidak Ada Penyesalan atas Insiden Tersebut
Terlepas dari besarnya pertandingan final tersebut, yang pada akhirnya dimenangkan Italia melalui adu penalti, Zidane tetap teguh dengan pandangannya.
Ketika ditanya mengenai rekaman kejadian yang hingga kini masih beredar di seluruh dunia, Zidane memberikan refleksi yang sangat jujur tentang insiden tersebut.
βSaya belum berbicara dengan Materazzi sejak hari itu. Saya tidak bangga dengan apa yang saya lakukan, saya selalu mengatakan hal itu, tetapi pada saat yang sama saya tidak menyesal.β
βItu adalah bagian dari karier saya. Untungnya, itu bukan satu-satunya hal yang saya lakukan dalam karier saya. Ada momen-momen positif dan menyenangkan, dan saya lebih memilih untuk mengingatnya. Anda tidak bisa menjalani karier yang hanya berisi momen-momen hebat.β
Kembalinya Zidane ke Tanah Air yang Penuh Emosi
Jumat menjadi momen penting ketika Zidane untuk pertama kalinya kembali ke bangku pelatih Stade de France setelah menggantikan Didier Deschamps pada akhir Juli.
Penampilan terakhirnya di stadion tersebut terjadi sebagai pemain dalam pertandingan persahabatan melawan Meksiko pada 2006.
Zidane mengungkapkan antusiasmenya yang sangat besar untuk tampil di hadapan hampir 80.000 pendukung.
Prancis akan bermain tanpa Kylian Mbappe, yang mengundurkan diri dari skuad karena mengalami cedera lutut, tetapi Zidane menegaskan bahwa ia memiliki 23 pemain berkualitas yang dapat diandalkan.
Apa Selanjutnya untuk Prancis?
Prancis menjamu Italia pada Jumat sebelum mengalihkan perhatian mereka ke sisa perjalanan di UEFA Nations League.
Zidane akan berusaha meraih kemenangan penting di kandang untuk mempertahankan posisi mereka di puncak Grup A, sembari terus menerapkan visi taktisnya tanpa sejumlah pemain kunci seperti Mbappe.
Kembalinya Zidane ke Stade de France sebagai pelatih sekaligus pertemuan dengan Italia membuat pertandingan ini memiliki nilai emosional tersendiri.
Namun, di tengah kenangan masa lalu yang masih melekat, fokus Zidane kini tertuju pada tugas barunya dan tantangan yang menanti Prancis di lapangan.