Loading, please wait...
Pelatih Termahal di Dunia - Sepak bola modern bukan cuma soal skill pemain di lapangan. Ada sosok penting yang sering kali menentukan kemenangan, tapi jarang mendapat sorotan sebesar bintang-bintang di atas rumput hijau. Siapa lagi kalau bukan pelatih?
Pelatih adalah otak di balik taktik tim, pengambil keputusan krusial, dan sosok yang bertanggung jawab atas performa keseluruhan skuad. Karena perannya yang begitu besar, gak heran kalau klub-klub top dunia rela merogoh kocek dalam-dalam buat menggaji pelatih terbaik.
Tapi, siapa saja sih yang masuk dalam daftar pelatih termahal di dunia saat ini? Berapa gaji mereka? Dan apakah mereka benar-benar sepadan dengan bayaran selangit itu? Yuk, kita bahas satu per satu!
Gaji: £20 juta / Rp336,6 miliar per tahun
Kalau ngomongin pelatih dengan bayaran tertinggi di dunia, Pep Guardiola jelas jadi yang pertama.
Pelatih asal Spanyol ini gak cuma dikenal karena taktiknya yang brilian, tapi juga karena kemampuannya mengubah tim yang ia tangani jadi mesin kemenangan.
Sejak mengambil alih Manchester City pada 2016, Guardiola sukses menjadikan klub ini sebagai kekuatan dominan di sepak bola Inggris dan Eropa. Gaya bermain berbasis penguasaan bola, pressing ketat, dan filosofi tiki-taka modern membuat City hampir selalu jadi favorit juara setiap musimnya.
Puncaknya? Treble winner di musim 2022/2023! Guardiola membawa City menjuarai Premier League, FA Cup, dan Liga Champions dalam satu musim. Dengan sederet trofi dan permainan yang menghibur, gaji selangit Guardiola jelas terasa pantas.
Gaji: £15 juta / Rp250,4 miliar per tahun
Mungkin banyak yang gak nyangka kalau Mikel Arteta ada di posisi kedua dalam daftar pelatih termahal di dunia.
Tapi kalau melihat transformasi Arsenal di bawah kepemimpinannya, masuk akal kalau klub berani mengeluarkan dana besar buat mempertahankannya.
Sejak ditunjuk sebagai pelatih Arsenal pada 2019, Arteta berhasil mengembalikan The Gunners ke jalur persaingan papan atas Premier League.
Dengan filosofi permainan berbasis penguasaan bola dan pressing tinggi, Arsenal tampil jauh lebih solid dan kompetitif.
Meskipun belum memenangkan trofi liga, Arteta membawa Arsenal kembali ke Liga Champions dan jadi pesaing serius Manchester City dalam perebutan gelar Premier League. Arsenal yakin investasi besar ini akan berbuah manis di masa depan.
Gaji: £10,1 juta / Rp168,6 miliar per tahun
Kalau ada pelatih yang benar-benar merepresentasikan semangat dan identitas klubnya, Diego Simeone adalah salah satu yang paling mencolok.
Sejak menangani Atletico Madrid pada 2011, Simeone berhasil mengubah Los Rojiblancos dari tim papan tengah menjadi kekuatan utama di LaLiga dan Eropa. Gaya bermainnya yang penuh energi, disiplin, dan agresif membuat Atletico mampu bersaing dengan raksasa seperti Real Madrid dan Barcelona.
Di bawah kepemimpinannya, Atletico meraih dua gelar LaLiga (2013/2014 dan 2020/2021) serta beberapa kali mencapai final Liga Champions.
Dengan pengaruh sebesar itu, wajar jika Atletico Madrid rela membayar Simeone sebesar Rp168,6 miliar per tahun.
Gaji: £9,6 juta / Rp151,2 miliar per tahun
Carlo Ancelotti adalah salah satu pelatih paling berpengalaman di dunia. Dengan segudang trofi dan strategi yang fleksibel, dia tetap menjadi pilihan utama klub-klub besar.
Saat kembali menangani Real Madrid, Ancelotti langsung membawa Los Blancos menjuarai Liga Champions ke-14 mereka pada musim 2021/2022.
Prestasi itu menjadikannya satu-satunya pelatih yang berhasil memenangkan trofi Si Kuping Besar sebanyak empat kali bersama klub berbeda.
Dengan pengalaman dan kesuksesan yang terus ia raih, Madrid tentu gak ragu mengeluarkan Rp151,2 miliar per tahun untuk memastikan klub tetap berada di jalur kemenangan.
Gaji: £8,9 juta / Rp135 miliar per tahun
Siapa yang gak kenal Jose Mourinho? Pelatih yang dikenal dengan julukan The Special One ini sudah melatih berbagai klub top dunia, dari Porto, Chelsea, Inter Milan, Real Madrid, hingga Manchester United.
Kini, Mourinho melanjutkan kariernya di Fenerbahce, klub raksasa Turki. Meskipun gak lagi melatih klub elite Eropa, Mourinho tetap mendapat bayaran fantastis.
Fenerbahce rela membayar Rp135 miliar per tahun untuk mendapatkan jasanya, dengan harapan dia bisa membawa klub kembali berjaya di level domestik maupun Eropa.
Mourinho punya reputasi sebagai pelatih yang selalu bisa memberikan trofi. Jadi, wajar kalau Fenerbahce berani berinvestasi besar untuk mendatangkannya.
Melihat angka-angka gaji para pelatih ini, wajar kalau muncul pertanyaan: apakah mereka benar-benar sepadan dengan bayaran yang luar biasa besar itu?
Jawabannya tergantung sudut pandang masing-masing. Klub-klub besar dunia gak cuma mencari pelatih yang bisa melatih pemain, tapi juga yang bisa membawa trofi, membangun mental juara, dan meningkatkan nilai komersial klub.
Dari Pep Guardiola yang terus mendominasi di Manchester City hingga Jose Mourinho yang tetap jadi magnet besar meski kini melatih di Turki, semua nama di daftar ini punya sesuatu yang spesial.
Satu hal yang pasti, di sepak bola modern, pelatih bukan sekadar orang di pinggir lapangan, tapi aset berharga yang bisa menentukan masa depan klub. Jadi, meskipun angka gaji mereka bikin geleng-geleng kepala, pada akhirnya, klub-klub yakin kalau bayaran mahal ini akan berbuah kesuksesan.