Loading, please wait...
Pelatih tim nasional Italia, Luciano Spalletti, mengambil sisi positif usai timnya kalah 1-3 dari Prancis di San Siro, pada partai Grup A2 UEFA Nations League, Senin (18/11) dini hari WIB.
Kedua tim sejatinya sudah dipastikan lolos babak perempat final. Sebelum laga ini, Italia memimpin klasemen dengan keunggulan tiga angka.
Les Blues sendiri membutuhkan kemenangan dengan selisih dua gol untuk memastikan diri sebagai juara grup dan berhasil menuntaskan tugas tersebut.
Bermain di San Siro, Prancis yang datang sebagai tim tamu berhasil membuka skor pada menit kedua, ketika tendangan sudut Digne disambut dengan tandukkan dari Rabiot.
Digne kembali berperan saat skuad besutan Didier Deschamps menggandakan kedudukan pada menit ke-33. Tembakan bebasnya membentur tiang gawang dan memantul ke badan kiper Italia, Guglielmo Vicario, lalu masuk ke gawang sendiri.
"Sayangnya, inilah situasinya. Anda bisa saja memiliki suasana yang lebih santai dengan tekanan yang lebih sedikit, Anda langsung kebobolan dari tendangan sudut," kata Spalletti kepada RAI Sport.
"Kami kemudian mencoba untuk memaksa masuk kembali dan menghabiskan banyak energi. Mungkin kebetulan bahwa kami kebobolan begitu banyak bola mati, itu adalah permainan yang seimbang dan kami merasa seperti kami bisa bangkit, tetapi kemudian setelah gol bola mati lainnya, Prancis terdiam dan sulit untuk menemukan ruang.”
"Yang paling menjadi masalah bagi kami adalah para gelandang tidak bersih saat menguasai bola, kami membutuhkan lebih banyak kualitas dalam penguasaan bola, untuk merebutnya kembali di ruang sempit, tetapi kami tidak cukup melakukannya."
Tuan rumah memberikan respons dua menit kemudian dengan umpan silang Federico Dimarco berhasil disambut dengan tendangan voli Andrea Cambiaso.
Prancis lalu mengembalikan keunggulan dua gol. Kombinasi seperti di gol pertama kembali terjadi ketika umpan Digne disambut sundulan oleh Rabiot.
Italia akhirnya lolos sebagai runner-up di babak grup, dan akan bertemu dengan juara grup pada babak perempat final Nations League.
Namun hasil ini menjadi sebuah kemajuan, setelah Azzurri tidak menikmati kesuksesan di beberapa turnamen internasional. Pada Piala Eropa 2024 lalu, Azzurri dihentikan Swiss di babak 16 besar.
Mereka meraih kesuksesan saat menjadi juara Piala Eropa 2020 lalu. Namun prestasi tersebut diapit dengan dua kegagalan lolos ke Piala Dunia 2018 dan 2022.
“Penilaian keseluruhan periode ini tidak diragukan lagi positif,” pungkas Spalletti.
“Kami juga melihat beberapa hal bagus malam ini, tetapi jelas kekalahan ini menimbulkan beberapa masalah dalam hal kepercayaan diri dan itu seharusnya tidak merampas kepastian tersebut, karena kami memang menunjukkannya beberapa kali.”