Ivan Rakitic Kritik Keputusan Real Madrid Melepas Luka Modric ke AC Milan

Ivan Rakitic Kritik Keputusan Real Madrid Melepas Luka Modric ke AC Milan

Mansion SportsMantan pemain Barcelona dan Sevilla, Ivan Rakitic, melontarkan kritik terhadap keputusan yang memungkinkan Luka Modric meninggalkan Real Madrid dan bergabung dengan AC Milan

Ia menilai kepergian gelandang legendaris tersebut sebagai kehilangan besar. Rakitic mengungkapkan keheranannya bahwa pemain dengan kualitas yang masih luar biasa seperti Modric dibiarkan meninggalkan Santiago Bernabeu, meskipun masih mampu tampil pada level yang sangat tinggi.

Perpindahan tersebut terjadi pada saat Real Madrid memutuskan melakukan perubahan generasi dalam skuad mereka. Namun, menurut Rakitic, kontribusi Modric masih sangat berharga bagi tim, sehingga kepergiannya dianggap sebagai keputusan yang patut dipertanyakan.

Dari Perubahan Generasi di Madrid ke Kebangkitan Bersama Milan

Pada musim panas lalu, manajemen Real Madrid memprioritaskan proses regenerasi dengan membangun masa depan tim di sekitar pemain muda seperti Jude Bellingham, Eduardo Camavinga, dan Federico Valverde. 

Walaupun Modric masih mampu bersaing di level tertinggi, perannya di dalam tim mulai berubah menjadi lebih sering tampil sebagai pemain pelapis.

Ketika kontraknya berakhir pada musim panas lalu, klub memutuskan memberikan perpisahan yang penuh penghormatan kepada gelandang asal Kroasia tersebut sekaligus membuka jalan bagi generasi baru di dalam skuad.

Sejak bergabung dengan AC Milan, pemain berusia 40 tahun itu justru menunjukkan bahwa usia bukanlah batas dalam dunia sepak bola. Ia menjadi figur penting dalam perjalanan Rossoneri musim ini. 

Modric telah tampil dalam 30 pertandingan di semua kompetisi, menyumbangkan dua gol serta tiga assist, sekaligus menjadi pengatur permainan bagi tim yang saat ini menempati posisi kedua di klasemen Serie A.

Pengalaman serta kepemimpinan yang dimilikinya juga memainkan peran besar dalam menjaga AC Milan tetap bersaing di papan atas, dengan jarak hanya tujuh poin dari pemuncak klasemen Inter. Hal tersebut menunjukkan bahwa visi permainan serta profesionalisme Modric tetap berada pada level tinggi di kompetisi sepak bola Italia.

Kehilangan Besar bagi Sepak Bola Spanyol

Dalam wawancaranya di Radio MARCA, Rakitic membahas warisan yang ditinggalkan oleh rekan senegaranya tersebut. 

Ia menyatakan bahwa keputusan tersebut merupakan kesalahan besar, tidak hanya bagi Real Madrid tetapi juga bagi sepak bola Spanyol secara keseluruhan. Menurutnya, seharusnya ada upaya yang lebih besar untuk mempertahankan Modric di klub.

Ia juga menilai bahwa dengan kondisi yang sedang dialami Real Madrid saat ini, pelatih tim kemungkinan besar akan sangat senang jika masih memiliki pemain dengan kualitas seperti Modric di dalam skuad. 

Rakitic mengungkapkan bahwa situasi tersebut membuatnya merasa sedih, karena usia sering kali dijadikan tolok ukur ketika seorang pemain dianggap terlalu tua, sementara yang ditunjukkan Modric justru membuktikan bahwa sepak bola tidak mengenal batas usia.

Rakitic juga menekankan profesionalisme luar biasa yang dimiliki Modric. Ia menyebut bahwa pemain tersebut berbeda dari banyak pemain lainnya.

Menurutnya, keberhasilan Modric bukanlah sebuah kebetulan, karena ia selalu menjaga kondisi fisik dan mempersiapkan diri dengan sangat baik. 

Pada akhirnya, pemain yang bekerja keras pantas mendapatkan hasil yang baik. Ia juga menambahkan bahwa Modric saat ini terlihat bahagia dan menikmati sepak bola, dan yang terpenting adalah semua orang masih dapat menikmati permainannya selama mungkin.

Real Madrid Kesulitan Sementara Modric Bersinar

Di bawah arahan pelatih Alvaro Arbeloa, Real Madrid mengalami periode yang cukup sulit. Lini tengah mereka kerap terlihat kehilangan kendali permainan serta kemampuan mengatur tempo yang selama lebih dari satu dekade menjadi kekuatan utama Modric.

Meskipun Arbeloa memiliki sejumlah pemain bertalenta dengan kemampuan fisik yang kuat, ketiadaan sosok berpengalaman yang mampu memberikan ketenangan di lini tengah dianggap memengaruhi kemampuan tim dalam mengendalikan pertandingan sepanjang musim ini.

Seperti yang disampaikan Rakitic, pelatih Real Madrid kemungkinan akan sangat menghargai kehadiran pemain dengan karakter seperti Modric untuk memimpin permainan tim saat ini.

Pada musim lalu, kesulitan Real Madrid sempat dikaitkan dengan kegagalan mereka menemukan pengganti Toni Kroos setelah gelandang tersebut memutuskan pensiun. 

Kini, dengan posisi Real Madrid tertinggal empat poin dari Barcelona di klasemen La Liga serta tersingkir dari Copa del Rey, muncul kembali kritik bahwa klub belum mampu menutup kekosongan yang ditinggalkan Modric di lini tengah, terutama ketika pemain berusia 40 tahun itu justru mendapatkan banyak pujian atas performanya di Serie A.

Masa Depan Modric dan Tantangan bagi Real Madrid

Penampilan impresif Modric pada musim debutnya di San Siro membuat AC Milan mendorongnya untuk mengaktifkan opsi perpanjangan kontrak selama satu tahun tambahan.

Tim asuhan Massimiliano Allegri saat ini berusaha memperkecil jarak dengan pemimpin klasemen Serie A, Inter, serta memastikan tiket ke Liga Champions musim depan. Target tersebut diharapkan dapat meyakinkan bintang Kroasia itu untuk tetap bertahan di klub.

Sementara itu, Real Madrid harus menghadapi tantangan besar akibat krisis cedera yang sedang melanda skuad mereka. 

Kondisi tersebut membuat mereka harus menghadapi Manchester City di Liga Champions pada hari Rabu tanpa kehadiran beberapa pemain penting seperti Kylian Mbappe, Jude Bellingham, dan Eder Militao.

Related News

Ivan Rakitic Kritik Keputusan Real Madrid Melepas Luka Modric ke AC Milan

Ivan Rakitic Kritik Keputusan Real Madrid Melepas Luka Modric ke AC Milan

Mansion SportsMantan pemain Barcelona dan Sevilla, Ivan Rakitic, melontarkan kritik terhadap keputusan yang memungkinkan Luka Modric meninggalkan Real Madrid dan bergabung dengan AC Milan

Ia menilai kepergian gelandang legendaris tersebut sebagai kehilangan besar. Rakitic mengungkapkan keheranannya bahwa pemain dengan kualitas yang masih luar biasa seperti Modric dibiarkan meninggalkan Santiago Bernabeu, meskipun masih mampu tampil pada level yang sangat tinggi.

Perpindahan tersebut terjadi pada saat Real Madrid memutuskan melakukan perubahan generasi dalam skuad mereka. Namun, menurut Rakitic, kontribusi Modric masih sangat berharga bagi tim, sehingga kepergiannya dianggap sebagai keputusan yang patut dipertanyakan.

Dari Perubahan Generasi di Madrid ke Kebangkitan Bersama Milan

Pada musim panas lalu, manajemen Real Madrid memprioritaskan proses regenerasi dengan membangun masa depan tim di sekitar pemain muda seperti Jude Bellingham, Eduardo Camavinga, dan Federico Valverde. 

Walaupun Modric masih mampu bersaing di level tertinggi, perannya di dalam tim mulai berubah menjadi lebih sering tampil sebagai pemain pelapis.

Ketika kontraknya berakhir pada musim panas lalu, klub memutuskan memberikan perpisahan yang penuh penghormatan kepada gelandang asal Kroasia tersebut sekaligus membuka jalan bagi generasi baru di dalam skuad.

Sejak bergabung dengan AC Milan, pemain berusia 40 tahun itu justru menunjukkan bahwa usia bukanlah batas dalam dunia sepak bola. Ia menjadi figur penting dalam perjalanan Rossoneri musim ini. 

Modric telah tampil dalam 30 pertandingan di semua kompetisi, menyumbangkan dua gol serta tiga assist, sekaligus menjadi pengatur permainan bagi tim yang saat ini menempati posisi kedua di klasemen Serie A.

Pengalaman serta kepemimpinan yang dimilikinya juga memainkan peran besar dalam menjaga AC Milan tetap bersaing di papan atas, dengan jarak hanya tujuh poin dari pemuncak klasemen Inter. Hal tersebut menunjukkan bahwa visi permainan serta profesionalisme Modric tetap berada pada level tinggi di kompetisi sepak bola Italia.

Kehilangan Besar bagi Sepak Bola Spanyol

Dalam wawancaranya di Radio MARCA, Rakitic membahas warisan yang ditinggalkan oleh rekan senegaranya tersebut. 

Ia menyatakan bahwa keputusan tersebut merupakan kesalahan besar, tidak hanya bagi Real Madrid tetapi juga bagi sepak bola Spanyol secara keseluruhan. Menurutnya, seharusnya ada upaya yang lebih besar untuk mempertahankan Modric di klub.

Ia juga menilai bahwa dengan kondisi yang sedang dialami Real Madrid saat ini, pelatih tim kemungkinan besar akan sangat senang jika masih memiliki pemain dengan kualitas seperti Modric di dalam skuad. 

Rakitic mengungkapkan bahwa situasi tersebut membuatnya merasa sedih, karena usia sering kali dijadikan tolok ukur ketika seorang pemain dianggap terlalu tua, sementara yang ditunjukkan Modric justru membuktikan bahwa sepak bola tidak mengenal batas usia.

Rakitic juga menekankan profesionalisme luar biasa yang dimiliki Modric. Ia menyebut bahwa pemain tersebut berbeda dari banyak pemain lainnya.

Menurutnya, keberhasilan Modric bukanlah sebuah kebetulan, karena ia selalu menjaga kondisi fisik dan mempersiapkan diri dengan sangat baik. 

Pada akhirnya, pemain yang bekerja keras pantas mendapatkan hasil yang baik. Ia juga menambahkan bahwa Modric saat ini terlihat bahagia dan menikmati sepak bola, dan yang terpenting adalah semua orang masih dapat menikmati permainannya selama mungkin.

Real Madrid Kesulitan Sementara Modric Bersinar

Di bawah arahan pelatih Alvaro Arbeloa, Real Madrid mengalami periode yang cukup sulit. Lini tengah mereka kerap terlihat kehilangan kendali permainan serta kemampuan mengatur tempo yang selama lebih dari satu dekade menjadi kekuatan utama Modric.

Meskipun Arbeloa memiliki sejumlah pemain bertalenta dengan kemampuan fisik yang kuat, ketiadaan sosok berpengalaman yang mampu memberikan ketenangan di lini tengah dianggap memengaruhi kemampuan tim dalam mengendalikan pertandingan sepanjang musim ini.

Seperti yang disampaikan Rakitic, pelatih Real Madrid kemungkinan akan sangat menghargai kehadiran pemain dengan karakter seperti Modric untuk memimpin permainan tim saat ini.

Pada musim lalu, kesulitan Real Madrid sempat dikaitkan dengan kegagalan mereka menemukan pengganti Toni Kroos setelah gelandang tersebut memutuskan pensiun. 

Kini, dengan posisi Real Madrid tertinggal empat poin dari Barcelona di klasemen La Liga serta tersingkir dari Copa del Rey, muncul kembali kritik bahwa klub belum mampu menutup kekosongan yang ditinggalkan Modric di lini tengah, terutama ketika pemain berusia 40 tahun itu justru mendapatkan banyak pujian atas performanya di Serie A.

Masa Depan Modric dan Tantangan bagi Real Madrid

Penampilan impresif Modric pada musim debutnya di San Siro membuat AC Milan mendorongnya untuk mengaktifkan opsi perpanjangan kontrak selama satu tahun tambahan.

Tim asuhan Massimiliano Allegri saat ini berusaha memperkecil jarak dengan pemimpin klasemen Serie A, Inter, serta memastikan tiket ke Liga Champions musim depan. Target tersebut diharapkan dapat meyakinkan bintang Kroasia itu untuk tetap bertahan di klub.

Sementara itu, Real Madrid harus menghadapi tantangan besar akibat krisis cedera yang sedang melanda skuad mereka. 

Kondisi tersebut membuat mereka harus menghadapi Manchester City di Liga Champions pada hari Rabu tanpa kehadiran beberapa pemain penting seperti Kylian Mbappe, Jude Bellingham, dan Eder Militao.

Related News