Real Madrid Pertimbangkan Pelatih Serie A untuk Menggantikan Alvaro Arbeloa

Real Madrid Pertimbangkan Pelatih Serie A untuk Menggantikan Alvaro Arbeloa

Mansion SportsTekanan terhadap Alvaro Arbeloa di Santiago Bernabeu semakin meningkat, dan laporan dari Italia menyebutkan bahwa presiden Real Madrid, Florentino Perez, mulai mempertimbangkan sejumlah alternatif. 

Los Blancos mengalami periode sulit setelah kepergian Xabi Alonso, dan meskipun Arbeloa mengambil alih tanggung jawab tersebut, jajaran petinggi klub dikabarkan belum sepenuhnya yakin dengan arah perkembangan tim saat ini. 

Oleh sebab itu, raksasa Spanyol tersebut disebut tengah mengevaluasi kemungkinan merekrut pelatih AC Milan, Massimiliano Allegri, untuk memimpin tim pada musim 2026-27.

Situasi ini menambah spekulasi mengenai masa depan kursi kepelatihan di ibu kota Spanyol dalam jangka menengah.

Real Madrid Lirik Allegri di Tengah Krisis Bernabeu

Masa kepelatihan Arbeloa kembali mendapat sorotan tajam setelah atmosfer stadion memanas akibat kekalahan mengejutkan 0-1 dari Getafe di kandang sendiri. 

Hasil tersebut membuat Real Madrid tertinggal empat poin dari Barcelona dalam perburuan gelar La Liga. 

Mantan bek Madrid itu dinilai kesulitan menjaga disiplin serta konsistensi performa tim, sehingga klub mulai dikaitkan dengan sosok pelatih yang lebih berpengalaman.

Menurut laporan Corriere dello Sport, Real Madrid secara serius mempertimbangkan langkah untuk mendatangkan Allegri menjelang musim 2026-27. 

Pelatih veteran tersebut masih terikat kontrak di San Siro hingga 2027, namun daya tarik ibu kota Spanyol kerap menjadi godaan besar bagi banyak pelatih. 

Real Madrid berambisi memulihkan dominasi domestik dan Eropa mereka, serta meyakini bahwa pendekatan pragmatis dan rekam jejak kemenangan Allegri dapat menjadi solusi atas kelemahan pertahanan dan inkonsistensi taktik yang terlihat di bawah kepemimpinan saat ini.

Tekanan terhadap Arbeloa Meningkat Usai Kekalahan dari Getafe

Kekalahan dari Getafe turut diwarnai persoalan disiplin, termasuk kartu merah langsung yang diterima talenta muda Franco Mastantuono. 

Arbeloa tampak menunjukkan kekecewaan usai pertandingan, kesulitan menjelaskan kegagalan timnya menembus pertahanan rapat lawan serta menjaga ketenangan pada menit-menit akhir laga. 

Dengan meningkatnya ketidakpuasan suporter, kemampuannya membawa tim melewati babak 16 besar Liga Champions kini mulai dipertanyakan.

Dalam evaluasinya setelah pertandingan, Arbeloa secara tegas menyoroti masalah disiplin yang terjadi. Ia menyatakan bahwa insiden yang melibatkan Mastantuono tidak dapat diterima.

Ia juga menyebut kartu kuning yang diterima Huijsen dan Carreras sebagai bagian dari dinamika pertandingan, namun mengakui bahwa tim akan kehilangan tiga pemain penting pada laga berikutnya di Vigo.

Terkait aspek taktik, ia menjelaskan bahwa timnya sebenarnya memiliki peluang yang lebih jelas dibandingkan Getafe. 

Ia menegaskan bahwa situasi yang terjadi bukanlah hal yang tidak terduga. Menurutnya, meskipun terdapat kesempatan mencetak gol, tim masih dapat bermain lebih baik. 

Ia juga menegaskan tidak menyalahkan para pemain atas upaya yang telah diberikan dan mengambil tanggung jawab penuh atas kekalahan tersebut.

Allegri dan Real Madrid: Ketiga Kalinya Berpeluang?

Ini bukan kali pertama Allegri dikaitkan dengan posisi pelatih Real Madrid. Pelatih asal Italia tersebut memiliki hubungan panjang dengan Florentino Perez dan hampir bergabung pada dua kesempatan sebelumnya. 

Pada 2019 dan 2021, Allegri disebut sebagai kandidat utama untuk menangani tim, sebagaimana dilaporkan Corriere dello Sport. 

Bahkan, pada 2021 ia dikabarkan telah mencapai kesepakatan lisan sebelum akhirnya membatalkan keputusan tersebut dan kembali ke Juventus setelah bertemu dengan presiden saat itu, Andrea Agnelli.

Kini, peluang untuk hijrah ke La Liga kembali terbuka. Meskipun Jurgen Klopp juga masih masuk dalam radar Perez, pelatih asal Jerman itu saat ini menjabat sebagai Head of Global Soccer di Red Bull dan kecil kemungkinan kembali melatih dalam waktu dekat. 

Kondisi tersebut menjadikan Allegri sebagai kandidat paling menonjol apabila manajemen memutuskan untuk mengakhiri kerja sama dengan Arbeloa. 

Pengalaman Allegri dalam menangani pemain bintang serta kemampuannya meraih trofi di bawah tekanan besar dinilai sesuai dengan kebutuhan dewan klub untuk menstabilkan tim utama dalam jangka panjang.

Allegri Buka Suara Soal Masa Depannya di San Siro

Di tengah rumor yang semakin menguat mengenai kemungkinan kepergiannya dari Milan, Allegri secara terbuka menegaskan bahwa fokusnya tetap tertuju pada proyek yang sedang dijalankannya di San Siro. Ia menyatakan tidak ada ketegangan antara dirinya dan manajemen Rossoneri.

Menanggapi spekulasi yang beredar, Allegri menyampaikan bahwa terdapat keharmonisan penuh dengan klub terkait rumor yang muncul. 

Ia mengakui bahwa dalam setiap diskusi tentu ada perbedaan pandangan, namun yang terpenting adalah semua pihak bekerja demi kepentingan Milan. 

Ia juga menyatakan kebahagiaannya kembali ke Milan setelah 15 tahun serta memulai kerja bersama kelompok pemain yang dinilainya luar biasa.

Allegri menambahkan bahwa klub tengah merencanakan dan membangun masa depan Milan, dan untuk mewujudkannya diperlukan pencapaian hasil terbaik. 

Ia menyebut bahwa pada bulan Maret tim berada dalam posisi yang cukup baik, namun perlu dibuktikan apakah mereka mampu mempertahankan posisi tersebut atau melangkah lebih jauh.

Ia kembali menegaskan bahwa hubungan antara dirinya dan klub berada dalam kondisi harmonis.

Related News

Real Madrid Pertimbangkan Pelatih Serie A untuk Menggantikan Alvaro Arbeloa

Real Madrid Pertimbangkan Pelatih Serie A untuk Menggantikan Alvaro Arbeloa

Mansion SportsTekanan terhadap Alvaro Arbeloa di Santiago Bernabeu semakin meningkat, dan laporan dari Italia menyebutkan bahwa presiden Real Madrid, Florentino Perez, mulai mempertimbangkan sejumlah alternatif. 

Los Blancos mengalami periode sulit setelah kepergian Xabi Alonso, dan meskipun Arbeloa mengambil alih tanggung jawab tersebut, jajaran petinggi klub dikabarkan belum sepenuhnya yakin dengan arah perkembangan tim saat ini. 

Oleh sebab itu, raksasa Spanyol tersebut disebut tengah mengevaluasi kemungkinan merekrut pelatih AC Milan, Massimiliano Allegri, untuk memimpin tim pada musim 2026-27.

Situasi ini menambah spekulasi mengenai masa depan kursi kepelatihan di ibu kota Spanyol dalam jangka menengah.

Real Madrid Lirik Allegri di Tengah Krisis Bernabeu

Masa kepelatihan Arbeloa kembali mendapat sorotan tajam setelah atmosfer stadion memanas akibat kekalahan mengejutkan 0-1 dari Getafe di kandang sendiri. 

Hasil tersebut membuat Real Madrid tertinggal empat poin dari Barcelona dalam perburuan gelar La Liga. 

Mantan bek Madrid itu dinilai kesulitan menjaga disiplin serta konsistensi performa tim, sehingga klub mulai dikaitkan dengan sosok pelatih yang lebih berpengalaman.

Menurut laporan Corriere dello Sport, Real Madrid secara serius mempertimbangkan langkah untuk mendatangkan Allegri menjelang musim 2026-27. 

Pelatih veteran tersebut masih terikat kontrak di San Siro hingga 2027, namun daya tarik ibu kota Spanyol kerap menjadi godaan besar bagi banyak pelatih. 

Real Madrid berambisi memulihkan dominasi domestik dan Eropa mereka, serta meyakini bahwa pendekatan pragmatis dan rekam jejak kemenangan Allegri dapat menjadi solusi atas kelemahan pertahanan dan inkonsistensi taktik yang terlihat di bawah kepemimpinan saat ini.

Tekanan terhadap Arbeloa Meningkat Usai Kekalahan dari Getafe

Kekalahan dari Getafe turut diwarnai persoalan disiplin, termasuk kartu merah langsung yang diterima talenta muda Franco Mastantuono. 

Arbeloa tampak menunjukkan kekecewaan usai pertandingan, kesulitan menjelaskan kegagalan timnya menembus pertahanan rapat lawan serta menjaga ketenangan pada menit-menit akhir laga. 

Dengan meningkatnya ketidakpuasan suporter, kemampuannya membawa tim melewati babak 16 besar Liga Champions kini mulai dipertanyakan.

Dalam evaluasinya setelah pertandingan, Arbeloa secara tegas menyoroti masalah disiplin yang terjadi. Ia menyatakan bahwa insiden yang melibatkan Mastantuono tidak dapat diterima.

Ia juga menyebut kartu kuning yang diterima Huijsen dan Carreras sebagai bagian dari dinamika pertandingan, namun mengakui bahwa tim akan kehilangan tiga pemain penting pada laga berikutnya di Vigo.

Terkait aspek taktik, ia menjelaskan bahwa timnya sebenarnya memiliki peluang yang lebih jelas dibandingkan Getafe. 

Ia menegaskan bahwa situasi yang terjadi bukanlah hal yang tidak terduga. Menurutnya, meskipun terdapat kesempatan mencetak gol, tim masih dapat bermain lebih baik. 

Ia juga menegaskan tidak menyalahkan para pemain atas upaya yang telah diberikan dan mengambil tanggung jawab penuh atas kekalahan tersebut.

Allegri dan Real Madrid: Ketiga Kalinya Berpeluang?

Ini bukan kali pertama Allegri dikaitkan dengan posisi pelatih Real Madrid. Pelatih asal Italia tersebut memiliki hubungan panjang dengan Florentino Perez dan hampir bergabung pada dua kesempatan sebelumnya. 

Pada 2019 dan 2021, Allegri disebut sebagai kandidat utama untuk menangani tim, sebagaimana dilaporkan Corriere dello Sport. 

Bahkan, pada 2021 ia dikabarkan telah mencapai kesepakatan lisan sebelum akhirnya membatalkan keputusan tersebut dan kembali ke Juventus setelah bertemu dengan presiden saat itu, Andrea Agnelli.

Kini, peluang untuk hijrah ke La Liga kembali terbuka. Meskipun Jurgen Klopp juga masih masuk dalam radar Perez, pelatih asal Jerman itu saat ini menjabat sebagai Head of Global Soccer di Red Bull dan kecil kemungkinan kembali melatih dalam waktu dekat. 

Kondisi tersebut menjadikan Allegri sebagai kandidat paling menonjol apabila manajemen memutuskan untuk mengakhiri kerja sama dengan Arbeloa. 

Pengalaman Allegri dalam menangani pemain bintang serta kemampuannya meraih trofi di bawah tekanan besar dinilai sesuai dengan kebutuhan dewan klub untuk menstabilkan tim utama dalam jangka panjang.

Allegri Buka Suara Soal Masa Depannya di San Siro

Di tengah rumor yang semakin menguat mengenai kemungkinan kepergiannya dari Milan, Allegri secara terbuka menegaskan bahwa fokusnya tetap tertuju pada proyek yang sedang dijalankannya di San Siro. Ia menyatakan tidak ada ketegangan antara dirinya dan manajemen Rossoneri.

Menanggapi spekulasi yang beredar, Allegri menyampaikan bahwa terdapat keharmonisan penuh dengan klub terkait rumor yang muncul. 

Ia mengakui bahwa dalam setiap diskusi tentu ada perbedaan pandangan, namun yang terpenting adalah semua pihak bekerja demi kepentingan Milan. 

Ia juga menyatakan kebahagiaannya kembali ke Milan setelah 15 tahun serta memulai kerja bersama kelompok pemain yang dinilainya luar biasa.

Allegri menambahkan bahwa klub tengah merencanakan dan membangun masa depan Milan, dan untuk mewujudkannya diperlukan pencapaian hasil terbaik. 

Ia menyebut bahwa pada bulan Maret tim berada dalam posisi yang cukup baik, namun perlu dibuktikan apakah mereka mampu mempertahankan posisi tersebut atau melangkah lebih jauh.

Ia kembali menegaskan bahwa hubungan antara dirinya dan klub berada dalam kondisi harmonis.

Related News