Ruben Amorim Menolak Membahas Pertanyaan Soal Formasi

Ruben Amorim Menolak Membahas Pertanyaan Soal Formasi

Mansion SportsRuben Amorim terlibat dalam pertukaran pernyataan yang cukup tegang dengan seorang jurnalis ketika ia menolak menjelaskan alasan di balik keputusannya menjauh dari formasi 3-4-3 yang semula ingin ia jadikan fondasi permainan Manchester United

Pelatih asal Portugal tersebut mendapat pertanyaan yang sama sebanyak tiga kali dalam konferensi pers pada Jumat menjelang laga melawan Leeds, terkait maksud dari pernyataannya sebelumnya mengenai perubahan pandangan tersebut. 

Namun, setiap kali ditanya, Amorim memilih untuk tidak memberikan jawaban yang jelas.

Amorim Menolak Menjelaskan Pernyataan soal Formasi

Sejak menjalani pekerjaan pertamanya bersama Casa Pia di kasta bawah sepak bola Portugal, Amorim dikenal sangat konsisten menggunakan formasi 3-4-3. 

Pola yang sama juga ia terapkan dalam sebagian besar pertandingan sejak menangani Manchester United, meskipun hasil yang diraih secara keseluruhan dinilai kurang memuaskan. 

Pada bulan lalu sempat muncul spekulasi bahwa ia akan beralih ke formasi empat bek yang lebih konvensional, dan hal tersebut sempat ia lakukan dalam laga penuh gol yang berakhir imbang 4-4 melawan Bournemouth.

Dalam konferensi pers pada malam Natal sebelum menghadapi Newcastle, Amorim sempat menjelaskan alasan perubahan sikapnya. 

Ia menyatakan bahwa untuk menerapkan sistem 3-4-3 secara ideal, dibutuhkan waktu yang panjang dan dana yang besar, sehingga ia mulai mempertimbangkan untuk beradaptasi dengan cara bermain yang berbeda demi memaksimalkan kualitas pemain yang tersedia. Pernyataan tersebut kemudian memicu perdebatan luas di media sosial.

Ketika diminta memperjelas maksud pernyataan itu dalam konferensi pers pada Jumat, Amorim justru terlibat dalam percakapan yang berlangsung tegang dengan jurnalis yang mengajukan pertanyaan.

“Anda Sangat Cerdas”

Amorim dengan singkat menyatakan bahwa dirinya tidak ingin membahas topik tersebut dan memilih fokus sepenuhnya pada pertandingan melawan Leeds. 

Saat ditanya apakah ia menyesali pernyataannya, ia kembali menegaskan bahwa dirinya tidak ingin membicarakan hal itu.

Ketika jurnalis yang sama kembali menanyakan alasan mengapa kesimpulan tersebut baru ia capai sekarang, Amorim kembali menolak memberikan penjelasan dan menutup jawabannya dengan kalimat bernada sindiran, menyebut sang penanya sebagai orang yang sangat cerdas. Petugas pers kemudian dengan cepat mengalihkan pembahasan ke pertanyaan berikutnya.

Amorim Mengklaim Memahami Tim Lebih Baik dari Siapa Pun

Para pendukung Manchester United sejauh ini menunjukkan kesabaran terhadap Amorim meskipun catatan hasil tim terbilang buruk. 

Namun, kritik terhadap sang pelatih mulai meningkat di dunia maya, sementara suporter di Old Trafford mencemooh tim setelah hasil imbang 1-1 melawan Wolves, klub yang sedang mencatatkan rekor terburuk dalam sejarah liga utama Inggris dan sebelumnya kalah dalam 12 pertandingan berturut-turut di semua kompetisi.

Gary Neville termasuk pihak yang mempertanyakan keputusan pergantian pemain Amorim saat melawan Newcastle, sementara suporter juga mencemooh ketika ia memasukkan Leny Yoro dan Bendito Mantato dalam upaya mengejar kemenangan atas Wolves. 

Meski demikian, Amorim tetap membela keputusannya, meskipun ia mengakui tidak semua pihak sepakat dengannya.

Ia menegaskan bahwa dirinya memahami kondisi tim lebih baik dari siapa pun. Menurutnya, terkadang pendukung mendukung keputusan yang diambil, namun ada kalanya keputusan tersebut sulit dipahami oleh mereka. 

Amorim menyatakan bahwa ia mampu membaca kondisi pemain di lapangan, mengetahui siapa yang kelelahan dan siapa yang akan kesulitan jika terus berada dalam situasi satu lawan satu, sehingga ia berusaha melindungi tim dan fokus untuk memenangkan pertandingan.

Apa yang Akan Terjadi Selanjutnya

Setelah kehilangan poin melawan Wolves, Manchester United akan bertandang ke markas Leeds yang sedang menunjukkan peningkatan performa dan tidak terkalahkan dalam enam pertandingan terakhir, serta unggul delapan poin dari zona degradasi. 

Amorim mengonfirmasi bahwa timnya masih harus bermain tanpa bek tengah Matthijs de Ligt dan Harry Maguire yang cedera, serta gelandang Mason Mount, Kobbie Mainoo, dan kapten Bruno Fernandes. 

Sementara itu, Noussair Mazraoui, Amad Diallo, dan Bryan Mbeumo masih absen karena memperkuat tim nasional di Piala Afrika.

Amorim juga memperingatkan potensi ancaman dari Leeds yang memiliki kecepatan tinggi. Ia menyatakan bahwa timnya terkadang kesulitan menghadapi pemain cepat, namun menegaskan bahwa Manchester United telah membuktikan mampu memenangkan pertandingan dalam berbagai situasi. 

Ia menambahkan bahwa Leeds kerap mengubah sistem permainan, melakukan rotasi pemain, memiliki kualitas individu yang baik, serta ditangani oleh pelatih yang kompeten.

Related News

Ruben Amorim Menolak Membahas Pertanyaan Soal Formasi

Ruben Amorim Menolak Membahas Pertanyaan Soal Formasi

Mansion SportsRuben Amorim terlibat dalam pertukaran pernyataan yang cukup tegang dengan seorang jurnalis ketika ia menolak menjelaskan alasan di balik keputusannya menjauh dari formasi 3-4-3 yang semula ingin ia jadikan fondasi permainan Manchester United

Pelatih asal Portugal tersebut mendapat pertanyaan yang sama sebanyak tiga kali dalam konferensi pers pada Jumat menjelang laga melawan Leeds, terkait maksud dari pernyataannya sebelumnya mengenai perubahan pandangan tersebut. 

Namun, setiap kali ditanya, Amorim memilih untuk tidak memberikan jawaban yang jelas.

Amorim Menolak Menjelaskan Pernyataan soal Formasi

Sejak menjalani pekerjaan pertamanya bersama Casa Pia di kasta bawah sepak bola Portugal, Amorim dikenal sangat konsisten menggunakan formasi 3-4-3. 

Pola yang sama juga ia terapkan dalam sebagian besar pertandingan sejak menangani Manchester United, meskipun hasil yang diraih secara keseluruhan dinilai kurang memuaskan. 

Pada bulan lalu sempat muncul spekulasi bahwa ia akan beralih ke formasi empat bek yang lebih konvensional, dan hal tersebut sempat ia lakukan dalam laga penuh gol yang berakhir imbang 4-4 melawan Bournemouth.

Dalam konferensi pers pada malam Natal sebelum menghadapi Newcastle, Amorim sempat menjelaskan alasan perubahan sikapnya. 

Ia menyatakan bahwa untuk menerapkan sistem 3-4-3 secara ideal, dibutuhkan waktu yang panjang dan dana yang besar, sehingga ia mulai mempertimbangkan untuk beradaptasi dengan cara bermain yang berbeda demi memaksimalkan kualitas pemain yang tersedia. Pernyataan tersebut kemudian memicu perdebatan luas di media sosial.

Ketika diminta memperjelas maksud pernyataan itu dalam konferensi pers pada Jumat, Amorim justru terlibat dalam percakapan yang berlangsung tegang dengan jurnalis yang mengajukan pertanyaan.

“Anda Sangat Cerdas”

Amorim dengan singkat menyatakan bahwa dirinya tidak ingin membahas topik tersebut dan memilih fokus sepenuhnya pada pertandingan melawan Leeds. 

Saat ditanya apakah ia menyesali pernyataannya, ia kembali menegaskan bahwa dirinya tidak ingin membicarakan hal itu.

Ketika jurnalis yang sama kembali menanyakan alasan mengapa kesimpulan tersebut baru ia capai sekarang, Amorim kembali menolak memberikan penjelasan dan menutup jawabannya dengan kalimat bernada sindiran, menyebut sang penanya sebagai orang yang sangat cerdas. Petugas pers kemudian dengan cepat mengalihkan pembahasan ke pertanyaan berikutnya.

Amorim Mengklaim Memahami Tim Lebih Baik dari Siapa Pun

Para pendukung Manchester United sejauh ini menunjukkan kesabaran terhadap Amorim meskipun catatan hasil tim terbilang buruk. 

Namun, kritik terhadap sang pelatih mulai meningkat di dunia maya, sementara suporter di Old Trafford mencemooh tim setelah hasil imbang 1-1 melawan Wolves, klub yang sedang mencatatkan rekor terburuk dalam sejarah liga utama Inggris dan sebelumnya kalah dalam 12 pertandingan berturut-turut di semua kompetisi.

Gary Neville termasuk pihak yang mempertanyakan keputusan pergantian pemain Amorim saat melawan Newcastle, sementara suporter juga mencemooh ketika ia memasukkan Leny Yoro dan Bendito Mantato dalam upaya mengejar kemenangan atas Wolves. 

Meski demikian, Amorim tetap membela keputusannya, meskipun ia mengakui tidak semua pihak sepakat dengannya.

Ia menegaskan bahwa dirinya memahami kondisi tim lebih baik dari siapa pun. Menurutnya, terkadang pendukung mendukung keputusan yang diambil, namun ada kalanya keputusan tersebut sulit dipahami oleh mereka. 

Amorim menyatakan bahwa ia mampu membaca kondisi pemain di lapangan, mengetahui siapa yang kelelahan dan siapa yang akan kesulitan jika terus berada dalam situasi satu lawan satu, sehingga ia berusaha melindungi tim dan fokus untuk memenangkan pertandingan.

Apa yang Akan Terjadi Selanjutnya

Setelah kehilangan poin melawan Wolves, Manchester United akan bertandang ke markas Leeds yang sedang menunjukkan peningkatan performa dan tidak terkalahkan dalam enam pertandingan terakhir, serta unggul delapan poin dari zona degradasi. 

Amorim mengonfirmasi bahwa timnya masih harus bermain tanpa bek tengah Matthijs de Ligt dan Harry Maguire yang cedera, serta gelandang Mason Mount, Kobbie Mainoo, dan kapten Bruno Fernandes. 

Sementara itu, Noussair Mazraoui, Amad Diallo, dan Bryan Mbeumo masih absen karena memperkuat tim nasional di Piala Afrika.

Amorim juga memperingatkan potensi ancaman dari Leeds yang memiliki kecepatan tinggi. Ia menyatakan bahwa timnya terkadang kesulitan menghadapi pemain cepat, namun menegaskan bahwa Manchester United telah membuktikan mampu memenangkan pertandingan dalam berbagai situasi. 

Ia menambahkan bahwa Leeds kerap mengubah sistem permainan, melakukan rotasi pemain, memiliki kualitas individu yang baik, serta ditangani oleh pelatih yang kompeten.

Related News