Dipermalukan Ferencvaros, Ruben Amorim Kritik Pedas Pemain AC Milan

Dipermalukan Ferencvaros, Ruben Amorim Kritik Pedas Pemain AC Milan

Mansion Sports – Ruben Amorim melontarkan kritik pedas terhadap performa anak asuhnya di AC Milan setelah mereka secara mengejutkan kalah 0-2 dari Ferencvaros dalam pertandingan Liga Europa pada Jumat dini hari tadi. 

Pelatih Rossoneri itu mempertanyakan mentalitas dan tanggung jawab profesional para pemainnya setelah raksasa Italia tersebut kembali mengalami hasil buruk dalam perjalanan mereka di kompetisi Eropa.

Amorim Pertanyakan Mentalitas Pemain Milan

Amorim dibuat geram setelah timnya tampil di bawah standar saat bermain di San Siro. Dua gol Lenny Joseph pada babak kedua memastikan tuan rumah harus menelan kekalahan yang merugikan.

Hasil tersebut membuat posisi Milan di klasemen Europa League semakin terancam. Mereka kini sudah menelan tiga kekalahan dari empat pertandingan pertama fase grup dalam periode yang cukup sulit di kompetisi Eropa.

Saat merefleksikan penampilan timnya sesaat setelah peluit akhir dibunyikan, Amorim mengaku terkejut dengan minimnya intensitas yang diperlihatkan para pemainnya.

“Tidak ada penjelasan. Tidak ada yang bisa saya katakan, terutama mengenai babak pertama. Saya tidak ingat pernah melihat babak pertama seperti ini sebelumnya. Semuanya berkaitan dengan ambisi, konsentrasi, dan keinginan.” 

“Kami memberikan banyak peluang kepada lawan dan melakukan kesalahan-kesalahan konyol. Malam ini, kami tidak siap untuk bermain sepak bola,” ujar sang pelatih kepada Sky Sport.

Rotasi Taktik Justru Menjadi Bumerang di San Siro

Amorim memutuskan melakukan rotasi besar-besaran dalam susunan pemain utama dengan membuat enam perubahan dibandingkan tim yang baru saja meraih kemenangan dalam Derby della Madonnina melawan Inter.

Namun, keputusan tersebut justru tidak berjalan sesuai harapan. Para pemain yang biasanya tidak menjadi pilihan utama kesulitan menyesuaikan diri dengan tempo pertandingan. 

Bahkan, masuknya sejumlah pemain bintang seperti Luka Modric dan Christian Pulisic pada babak kedua tetap tidak mampu membangkitkan permainan tuan rumah.

“Sulit untuk menjelaskannya. Kami benar-benar tidak siap beralih dari pertandingan derby ke kompetisi yang berbeda ini. Ketika bermain untuk Milan, kalian punya tanggung jawab dan tidak boleh tampil seperti itu. Mungkin saya juga tidak memastikan tim benar-benar siap ketika memasuki lapangan.

“Kami belum siap untuk bersaing di dua kompetisi sekaligus. Kami harus memperbaiki cara pandang terhadap sepak bola dan bagaimana kami mempersiapkan diri menghadapi pertandingan.” 

“Malam ini tidak ada alasan, tidak ada yang bisa saya katakan. Biasanya saya punya banyak hal untuk membela tim ini, tetapi tidak untuk malam ini. 

“Kami harus lebih merendah dan memahami apa yang sebenarnya terjadi,” tambah Amorim dalam sesi wawancara setelah pertandingan.

Mencari Solusi untuk Memperbaiki Situasi

Dengan tekanan yang semakin besar, Amorim menyebut bek Strahinja Pavlovic sebagai standar yang harus berusaha dicapai oleh para pemain lainnya. Ia secara khusus memuji etos kerja pemain asal Serbia tersebut selama sesi latihan.

Sang pelatih juga mengungkapkan kekhawatirannya bahwa tim sedang menghadapi masalah psikologis yang sama seperti yang mereka alami pada musim sebelumnya.

Amorim kemudian memberikan peringatan terakhir kepada para pemainnya yang tampil jauh di bawah harapan.

“Mungkin saya melakukan sesuatu yang salah dalam dua hari terakhir, tetapi bukan dari sisi mental. Tim ini pernah mengalami masalah serupa pada musim lalu. Kami harus menemukan solusinya. Malam ini kami tidak siap dan tidak berani mengambil risiko.

“Jika kami tidak menang, kami harus melakukan segala cara untuk membalikkan keadaan, tetapi malam ini hal itu tidak terlihat. Semua pemain harus berlatih seperti Pavlovic.” 

“Ia siap mengerahkan seluruh kemampuannya sampai titik maksimal dalam latihan. Dia adalah contoh yang bagus,” tegasnya.

Amorim kemudian menutup pernyataannya dengan mengatakan:

“Terkadang, pemain yang tidak menjadi starter memang mengalami kesulitan. Namun, tidak ada alasan untuk itu. Kami seharusnya tetap bisa menang, bahkan dengan pemain-pemain yang diturunkan sejak awal. Kami harus memperbaiki masalah ini! Kami tidak bisa begitu saja menganggap situasinya akan terus seperti ini.

“Ada begitu banyak hal yang seharusnya bisa kami lakukan dengan lebih baik malam ini. Bahkan, jika kami hanya mampu tampil lebih baik dalam perebutan bola kedua, hasilnya pasti akan jauh lebih baik. Malam ini kami benar-benar tidak terlibat dalam permainan.”

Related News

Dipermalukan Ferencvaros, Ruben Amorim Kritik Pedas Pemain AC Milan

Dipermalukan Ferencvaros, Ruben Amorim Kritik Pedas Pemain AC Milan

Mansion Sports – Ruben Amorim melontarkan kritik pedas terhadap performa anak asuhnya di AC Milan setelah mereka secara mengejutkan kalah 0-2 dari Ferencvaros dalam pertandingan Liga Europa pada Jumat dini hari tadi. 

Pelatih Rossoneri itu mempertanyakan mentalitas dan tanggung jawab profesional para pemainnya setelah raksasa Italia tersebut kembali mengalami hasil buruk dalam perjalanan mereka di kompetisi Eropa.

Amorim Pertanyakan Mentalitas Pemain Milan

Amorim dibuat geram setelah timnya tampil di bawah standar saat bermain di San Siro. Dua gol Lenny Joseph pada babak kedua memastikan tuan rumah harus menelan kekalahan yang merugikan.

Hasil tersebut membuat posisi Milan di klasemen Europa League semakin terancam. Mereka kini sudah menelan tiga kekalahan dari empat pertandingan pertama fase grup dalam periode yang cukup sulit di kompetisi Eropa.

Saat merefleksikan penampilan timnya sesaat setelah peluit akhir dibunyikan, Amorim mengaku terkejut dengan minimnya intensitas yang diperlihatkan para pemainnya.

“Tidak ada penjelasan. Tidak ada yang bisa saya katakan, terutama mengenai babak pertama. Saya tidak ingat pernah melihat babak pertama seperti ini sebelumnya. Semuanya berkaitan dengan ambisi, konsentrasi, dan keinginan.” 

“Kami memberikan banyak peluang kepada lawan dan melakukan kesalahan-kesalahan konyol. Malam ini, kami tidak siap untuk bermain sepak bola,” ujar sang pelatih kepada Sky Sport.

Rotasi Taktik Justru Menjadi Bumerang di San Siro

Amorim memutuskan melakukan rotasi besar-besaran dalam susunan pemain utama dengan membuat enam perubahan dibandingkan tim yang baru saja meraih kemenangan dalam Derby della Madonnina melawan Inter.

Namun, keputusan tersebut justru tidak berjalan sesuai harapan. Para pemain yang biasanya tidak menjadi pilihan utama kesulitan menyesuaikan diri dengan tempo pertandingan. 

Bahkan, masuknya sejumlah pemain bintang seperti Luka Modric dan Christian Pulisic pada babak kedua tetap tidak mampu membangkitkan permainan tuan rumah.

“Sulit untuk menjelaskannya. Kami benar-benar tidak siap beralih dari pertandingan derby ke kompetisi yang berbeda ini. Ketika bermain untuk Milan, kalian punya tanggung jawab dan tidak boleh tampil seperti itu. Mungkin saya juga tidak memastikan tim benar-benar siap ketika memasuki lapangan.

“Kami belum siap untuk bersaing di dua kompetisi sekaligus. Kami harus memperbaiki cara pandang terhadap sepak bola dan bagaimana kami mempersiapkan diri menghadapi pertandingan.” 

“Malam ini tidak ada alasan, tidak ada yang bisa saya katakan. Biasanya saya punya banyak hal untuk membela tim ini, tetapi tidak untuk malam ini. 

“Kami harus lebih merendah dan memahami apa yang sebenarnya terjadi,” tambah Amorim dalam sesi wawancara setelah pertandingan.

Mencari Solusi untuk Memperbaiki Situasi

Dengan tekanan yang semakin besar, Amorim menyebut bek Strahinja Pavlovic sebagai standar yang harus berusaha dicapai oleh para pemain lainnya. Ia secara khusus memuji etos kerja pemain asal Serbia tersebut selama sesi latihan.

Sang pelatih juga mengungkapkan kekhawatirannya bahwa tim sedang menghadapi masalah psikologis yang sama seperti yang mereka alami pada musim sebelumnya.

Amorim kemudian memberikan peringatan terakhir kepada para pemainnya yang tampil jauh di bawah harapan.

“Mungkin saya melakukan sesuatu yang salah dalam dua hari terakhir, tetapi bukan dari sisi mental. Tim ini pernah mengalami masalah serupa pada musim lalu. Kami harus menemukan solusinya. Malam ini kami tidak siap dan tidak berani mengambil risiko.

“Jika kami tidak menang, kami harus melakukan segala cara untuk membalikkan keadaan, tetapi malam ini hal itu tidak terlihat. Semua pemain harus berlatih seperti Pavlovic.” 

“Ia siap mengerahkan seluruh kemampuannya sampai titik maksimal dalam latihan. Dia adalah contoh yang bagus,” tegasnya.

Amorim kemudian menutup pernyataannya dengan mengatakan:

“Terkadang, pemain yang tidak menjadi starter memang mengalami kesulitan. Namun, tidak ada alasan untuk itu. Kami seharusnya tetap bisa menang, bahkan dengan pemain-pemain yang diturunkan sejak awal. Kami harus memperbaiki masalah ini! Kami tidak bisa begitu saja menganggap situasinya akan terus seperti ini.

“Ada begitu banyak hal yang seharusnya bisa kami lakukan dengan lebih baik malam ini. Bahkan, jika kami hanya mampu tampil lebih baik dalam perebutan bola kedua, hasilnya pasti akan jauh lebih baik. Malam ini kami benar-benar tidak terlibat dalam permainan.”

Related News