Eberechi Eze Dapat Kritikan dan Disebut Tampak “Tersesat”
Mansion Sports – Legenda Liga Inggris, Alan Shearer, menilai penyerang Arsenal, Eberechi Eze, terlihat seperti “kehilangan arah” dalam hasil imbang 1-1 melawan Brentford, ketika tim asuhan Mikel Arteta kehilangan poin penting dalam persaingan gelar Premier League.
Di tengah tekanan dari Manchester City, The Gunners gagal mengamankan kemenangan atas Brentford pada Kamis malam, sehingga keunggulan mereka di puncak klasemen terpangkas menjadi empat poin.
Eze Kesulitan pada Starter Pertama di Liga Inggris Sejak Desember
Eze mengawali kariernya bersama Arsenal dengan cukup menjanjikan, terutama saat mencetak trigol dalam kemenangan telak derby London Utara melawan Tottenham Hotspur.
Namun setelah momen tersebut, pemain tim nasional Inggris itu mengalami kesulitan untuk menunjukkan konsistensinya di Emirates Stadium.
Pertandingan melawan Brentford menjadi penampilan perdananya sebagai starter di Premier League sejak 13 Desember.
Penampilannya hanya bertahan hingga babak pertama, karena ia ditarik keluar saat jeda dalam kondisi skor masih tanpa gol.
Noni Madueke sempat membawa tim tamu unggul, tetapi Keane Lewis-Potter segera menyamakan kedudukan dan memastikan skuad asuhan Keith Andrews membawa pulang satu poin yang layak mereka peroleh.
Mantan penyerang Newcastle United, Shearer, mengaku kurang terkesan dengan performa Eze. Ia bahkan menilai mantan pemain Crystal Palace tersebut berisiko tidak masuk dalam skuad Inggris untuk Piala Dunia musim panas mendatang.
Shearer: Eze Tampak Kehilangan Arah dan Terancam Tersingkir dari Skuad Inggris
Dalam pernyataannya kepada Betfair, Shearer mengungkapkan bahwa Mikel Arteta masih memiliki beberapa hal yang perlu dibenahi.
Ia menyoroti situasi Eze saat menghadapi Brentford sebagai sesuatu yang cukup mengejutkan, karena sang pemain terlihat seperti tidak menemukan ritme permainannya.
Menurut Shearer, keputusan Arteta menarik Eze pada babak pertama berdampak positif bagi tim, karena Arsenal tampil sedikit lebih baik setelahnya.
Mereka mampu meningkatkan tekanan kepada Brentford hingga akhirnya mencetak gol. Meski demikian, ia menilai Brentford memang pantas setidaknya membawa pulang satu poin dari pertandingan tersebut.
Shearer menambahkan bahwa sangat kontras melihat performa Eze saat ini dibandingkan ketika ia mencetak trigol di derby London Utara.
Saat itu, banyak pihak memuji kualitasnya dan meyakini ia akan bersinar bersama Arsenal. Ia tampak penuh percaya diri ketika pertama kali diperkenalkan dan seolah-olah langsung menyatu dengan tim.
Namun dalam laga melawan Brentford, Eze dinilai tampil tidak nyaman dan seakan ingin menghilang dari tekanan pertandingan.
Lebih lanjut, Shearer menegaskan bahwa Eze tidak akan masuk skuad Inggris apabila ia tidak mendapatkan waktu bermain yang cukup.
Ia menyoroti bahwa laga melawan Brentford merupakan starter pertamanya sejak pertengahan Desember tahun lalu, dan minimnya kesempatan bermain harus segera berubah jika ia ingin mendapatkan tempat di tim nasional.
Manchester City Tunjukkan Tanda Kebangkitan
Manchester City berhasil memangkas jarak dengan Arsenal setelah meraih kemenangan atas Fulham pada Rabu, melalui gol-gol dari Antoine Semenyo, Nico O'Reilly, dan Erling Haaland.
Meski demikian, Shearer tetap menilai Arsenal berada dalam posisi yang kuat untuk meraih gelar liga pertama mereka sejak musim 2003-04.
Shearer mengaku terkesan dengan performa Manchester City, terutama dalam aspek intensitas permainan tanpa bola pada babak pertama. Ia melihat City tampil solid dan efektif dalam menyerang, sehingga mampu memberikan tekanan nyata kepada Arsenal dalam perburuan gelar.
Namun, ia juga menilai bahwa hasil imbang Arsenal di markas Brentford bukanlah sesuatu yang mengejutkan.
Menurutnya, sangat jarang sebuah tim menjuarai liga dengan perjalanan yang sepenuhnya mulus tanpa hambatan.
Terlebih bagi Arsenal yang sudah lama tidak meraih gelar liga, tekanan dari pesaing seperti City adalah hal yang wajar.
Shearer menekankan bahwa Manchester City memiliki pengalaman dalam situasi seperti ini. Banyak pemain mereka sudah pernah berada dalam perburuan gelar dan memahami bagaimana mengelola tekanan pada fase krusial musim.
Ia menambahkan bahwa untuk memenangkan Premier League, sebuah tim jarang melakukannya dengan mudah.
Walaupun Liverpool pernah melakukannya musim lalu, Arsenal, dengan ambisi dan determinasi yang mereka miliki, kemungkinan besar harus menempuh jalur yang lebih sulit.
Shearer menolak anggapan bahwa telah muncul keretakan dalam skuad Arsenal. Ia menilai bahwa performa impresif City memang bisa saja membawa mereka dalam rangkaian kemenangan panjang seperti yang kerap terjadi di bawah asuhan Pep Guardiola. Namun, menurutnya, Arsenal masih berada dalam posisi yang sangat kuat.
Ia juga memuji Brentford yang dinilai menyulitkan Arsenal secara maksimal. Keith Andrews disebut melakukan pekerjaan yang sangat baik, menjadikan timnya bugar secara fisik, kuat, sulit dikawal dalam situasi lemparan ke dalam maupun bola mati. Selain itu, Brentford juga memiliki pemain bertalenta seperti Igor Thiago dan Ouattara.
Shearer mengingatkan bahwa Brentford sebelumnya juga tampil baik saat menghadapi Newcastle dan layak meraih tiga poin pada laga tersebut. Ia menilai mereka juga kurang beruntung karena tidak berhasil mengalahkan Arsenal.
Meski belum melihat adanya retakan nyata di tubuh Arsenal, Shearer memperkirakan tiga hingga empat pekan ke depan akan menjadi periode yang sangat menarik dalam persaingan gelar.