Leao dan Jashari Tegaskan Milan Tampil Lebih Baik Saat Imbang Kontra Como, Perburuan Scudetto Masih Terbuka
Mansion Sports – Rafael Leao dan Ardon Jashari menilai AC Milan menunjukkan performa yang lebih baik dalam hasil imbang 1-1 melawan Como dibandingkan saat meraih kemenangan 3-1 pada pertemuan sebelumnya bulan lalu. Meski demikian, keduanya menegaskan bahwa persaingan menuju gelar Scudetto masih sangat terbuka.
Kedua tim sebelumnya bertemu di Stadio Sinigaglia pada 15 Januari, ketika Rossoneri menang 3-1 meskipun gol-gol mereka tercipta lebih banyak bertolak belakang dari jalannya permainan, serta berkat penampilan gemilang Mike Maignan di bawah mistar.
Pada laga kali ini, kiper asal Prancis tersebut justru mengalami malam yang kontras. Kesalahan fatalnya memberikan peluang bagi Nico Paz untuk mencetak gol pembuka. Namun, sebuah umpan terobosan brilian dari Jashari berhasil dimaksimalkan Leao melalui penyelesaian lob yang akurat.
Milan Dinilai Lebih Dominan Dibanding Pertemuan Sebelumnya
“Itu adalah pertandingan yang seharusnya bisa kami menangkan, karena kami bermain jauh lebih baik dibandingkan saat mengalahkan Como sebelumnya,” ujar Leao kepada DAZN Italia.
Ia menambahkan bahwa Milan lebih menguasai jalannya pertandingan, meskipun mengakui timnya kurang efektif dalam penyelesaian akhir pada babak pertama.
Setelah kebobolan, mereka tetap berusaha menekan dan dinilai perlu menunjukkan determinasi lebih besar dalam memaksimalkan umpan terakhir.
Hasil imbang tersebut membuat Milan kini tertinggal tujuh poin dari pemuncak klasemen Inter di Serie A, meskipun mereka berhasil memperpanjang rekor tak terkalahkan menjadi 24 pertandingan.
Optimisme dalam Perburuan Scudetto
Saat ditanya apakah Milan masih bisa bermimpi meraih Scudetto musim ini, Leao menegaskan bahwa peluang tetap ada.
“Masih banyak pertandingan yang harus dimainkan. Serie A kini menjadi liga yang sangat kompetitif, Anda tidak pernah tahu siapa yang akan menang atau kalah,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa tim hanya bisa fokus memberikan yang terbaik di setiap laga. Target utama adalah memenangkan pertandingan berikutnya dan terus memperbaiki posisi di klasemen.
Usai mencetak gol, Leao terlihat berlari menghampiri Maignan untuk memeluknya, seolah ingin memberikan dukungan setelah kesalahan yang berujung pada gol Nico Paz.
“Dia adalah sosok yang sangat penting bagi saya. Kami pernah bermain bersama di Lille dan dia membantu saya setiap hari. Itu adalah momen yang sulit setelah kesalahan tersebut, tetapi kami adalah grup yang luar biasa dan memiliki energi untuk membidik target tinggi,” tutup Leao.
Kontribusi Penting Jashari di Lini Tengah
Jashari menjalani penampilan perdananya sebagai starter di lini tengah bersama Luka Modric, menggantikan Adrien Rabiot yang harus absen akibat sanksi. Ia pun menjadi pencipta assist krusial untuk gol Leao.
“Saya sependapat dengan Rafa, ini jelas pertandingan yang sulit, tetapi kami tampil lebih baik dibandingkan laga pertama di Como,” kata Jashari kepada DAZN Italia.
Ia menjelaskan bahwa Milan mampu menciptakan ancaman ketika bermain di belakang garis pertahanan lawan, yang juga menjadi skema terciptanya gol mereka. Meski kecewa karena gagal meraih kemenangan, ia menegaskan tim kini fokus menatap pertandingan berikutnya.