Liverpool Kalah Terus, Iraola: “Kami Tidak Seburuk Itu!”
Mansion Sports – Andoni Iraola ingin Liverpool segera menemukan kembali ritme kemenangan mereka setelah menelan dua kekalahan beruntun. Ia juga mengaku memahami kemarahan para suporter terhadap performa tim belakangan ini.
Pelatih The Reds tersebut berbicara dalam konferensi pers pada Jumat, menjelang pertandingan melawan Crystal Palace pada pekan ke-10 Premier League yang akan berlangsung Minggu.
Iraola masih merasa kesal dengan kekalahan tipis Liverpool dari Arsenal di kandang sendiri. Dalam pertandingan tersebut, The Reds kalah 0-1 dan Alexander Isak juga tidak mendapatkan hadiah penalti.
Ia menyoroti belum adanya kejelasan dari pihak terkait mengenai keputusan tersebut. Kepada "Sky Sports", Iraola mengatakan:
"Kami belum menerima penjelasan apa pun. Namun, memang seperti inilah sistem yang berlaku saat ini. Kami hanya bisa menunggu kesimpulan dari komite wasit, seperti yang terjadi setelah pertandingan terakhir melawan Brighton, ketika kami juga tidak mendapatkan kejelasan apa pun.
"Saya rasa kami harus menunggu sekitar 10 hari sebelum mereka mengumumkan pendapatnya."
Hasil positif memang mulai sulit didapatkan Liverpool belakangan ini. Mereka kalah 0-1 dari Arsenal pada Minggu lalu, kemudian kembali menelan kekalahan dengan skor 2-3 saat menghadapi wakil Turki, Fenerbahce, di Liga Champions pada Rabu.
Liverpool kini berada di posisi kelima klasemen sementara Premier League dengan koleksi 15 poin, terpaut sembilan angka dari Arsenal yang memimpin klasemen.
Iraola Menuntut Respons Cepat dari Liverpool
Iraola ingin timnya segera memberikan respons setelah dua kekalahan tersebut. Menurutnya, perubahan situasi di klub sebesar Liverpool bisa terjadi dengan sangat cepat, baik ketika tim sedang berada dalam tren positif maupun saat hasil pertandingan mulai mengecewakan.
"Tantangan ketika bekerja di klub sebesar Liverpool adalah, pekan lalu kami sedang menjalani rangkaian kemenangan yang luar biasa. Semuanya berjalan baik dan seluruh orang berada dalam suasana hati yang sangat positif.
"Namun, setelah dua kekalahan, semuanya berubah sepenuhnya. Inilah kenyataan yang harus dihadapi oleh klub sebesar Liverpool.
"Kami harus memberikan respons yang dibutuhkan karena kemenangan atas Crystal Palace merupakan sebuah keharusan. Kami pernah menghadapi situasi serupa saat melawan Bournemouth, bahkan juga dalam pertandingan kontra Brentford.
"Kami harus datang ke sana untuk menyelesaikan tugas dengan baik dan membawa pulang tiga poin."
Iraola Sambut Pemanggilan Rio Ngumoha ke Timnas Inggris
Pemanggilan Rio Ngumoha ke dalam skuad timnas Inggris juga menjadi kabar menggembirakan bagi Iraola.
Thomas Tuchel mengumumkan daftar pemain pilihannya untuk menghadapi jeda internasional mendatang pada Jumat. Iraola pun menyambut positif kesempatan yang didapatkan pemain muda tersebut.
"Ini merupakan kabar yang sangat bagus bagi Rio dan juga bagi kami. Dia selalu menjadi ancaman ketika kami menempatkannya di posisi yang tepat untuk menghadapi lawan.
"Dia terus berkembang dan memberikan banyak bantuan bagi tim kami."
Crystal Palace Tetap Dianggap sebagai Lawan yang Berbahaya
Crystal Palace saat ini berada di posisi ke-18 klasemen dengan koleksi tujuh poin. Meski demikian, Iraola tidak menganggap pertandingan melawan mereka akan berjalan mudah.
Menurutnya, meskipun Palace telah mengalami pergantian pelatih, identitas permainan mereka masih tetap terjaga. Para pemain juga sudah sangat memahami sistem yang diterapkan.
"Meski ada pergantian pelatih, tetap terdapat kesinambungan dalam gaya permainan mereka. Para pemain juga sudah sangat terbiasa dengan apa yang harus dilakukan.
"Saya menyaksikan pertandingan mereka pada Kamis, ketika mereka terus berjuang hingga akhir meskipun harus bermain dengan 10 pemain dan berhasil mendapatkan hasil pada detik-detik terakhir. Mereka bermain imbang 1-1 melawan Hoffenheim di Liga Europa.
"Mereka memiliki banyak pemain berkualitas dan mampu memainkan sepak bola yang bagus ketika menguasai bola.
"Stadion mereka juga tidak terlalu besar, sehingga tekanan bisa langsung terasa, bahkan ketika menghadapi situasi lemparan ke dalam atau bola panjang. Ada banyak situasi di dalam kotak penalti yang menuntut kualitas tinggi, baik dalam bertahan maupun menyerang."
Ryan Gravenberch Jadi Satu-satunya Pemain yang Diragukan Tampil
Mengenai kondisi kebugaran skuad, Iraola mengungkapkan bahwa hanya ada satu pemain yang masih diragukan tampil, yaitu Ryan Gravenberch.
"Satu-satunya pemain yang masih diragukan adalah Ryan Gravenberch. Sementara itu, kondisi pemain lainnya tetap seperti sebelumnya.
"Kondisi Ryan akan terus dievaluasi setiap hari dan semuanya bergantung pada seberapa besar rasa sakit yang bisa ia toleransi. Kami akan melihat apakah situasinya memungkinkan agar dia bisa membantu tim."
Iraola Memahami Kemarahan Suporter Liverpool
Ketika ditanya mengenai tekanan dari para suporter dan performa tim yang naik turun, Iraola memberikan jawaban yang cukup terbuka.
Ia memahami bahwa para pendukung tentu akan merasa kecewa ketika Liverpool menelan kekalahan. Namun, ia meminta semua pihak untuk melihat situasi secara lebih seimbang karena perjalanan sebuah tim tidak selalu berjalan mulus.
"Ketika kami kalah dalam sebuah pertandingan, semua orang pasti merasa marah. Namun, kami harus melihat situasi dengan sudut pandang yang seimbang dan menyadari bahwa perjalanan sebuah tim selalu memiliki pasang surut.
"Kami harus melewati masa sulit ini. Kami selalu berharap bisa menampilkan permainan yang kuat dan meraih kemenangan setiap saat, tetapi hal tersebut tidak mungkin terjadi sepanjang waktu.
"Sebelumnya, kami sedang berada dalam tren positif. Kemudian, kami kalah dalam dua pertandingan dan keraguan pun mulai muncul. Saya sepenuhnya memahami hal tersebut. Jika saya berada di posisi seorang suporter, mungkin saya juga akan melakukan hal yang sama.
"Namun, kami bekerja setiap hari dan tahu apa yang sedang kami lakukan. Kami tidak seburuk seperti yang terlihat sekarang, tetapi juga tidak sebaik seperti yang terlihat satu pekan lalu.
"Tantangan sebenarnya adalah menjaga semangat seluruh anggota tim."
Iraola Menyoroti Sikap Pemain yang Terlalu Sopan kepada Wasit
Ada satu hal terakhir yang turut dibahas Iraola, yakni sikap para pemainnya yang dinilai terlalu menunjukkan sportivitas ketika berhadapan dengan wasit.
Ia mengakui bahwa para pemain Liverpool merupakan kelompok yang jujur dan sportif, tetapi terkadang sikap tersebut justru terlihat berlebihan.
"Kami adalah kelompok yang jujur, bahkan terkadang terlalu jujur. Wasit sempat memberikan ucapan selamat kepada kami setelah pertandingan dan saya tidak tahu apakah saya benar-benar menyukai hal tersebut.
"Semuanya harus berjalan secara alami tanpa dibuat-buat. Ketika kami mengajukan protes, protes tersebut harus benar-benar tulus.
"Kami adalah tim yang ingin melakukan pressing dan bermain agresif. Namun, keseimbangan dalam menerapkan hal tersebut bisa memberikan perbedaan besar.
"Penguasaan bola dan upaya mencapai kotak penalti lawan akan menjadi jauh lebih mudah ketika kami unggul dalam skor dan bisa menemukan ruang untuk menyerang.
"Hal itulah yang belakangan ini kurang kami miliki, terutama ketika kami gagal mempertahankan keunggulan."