Man City Divonis Bersalah, Frank Lampard Buka Suara Soal Etihad!
Mansion Sports β Kasus pelanggaran finansial yang melibatkan Manchester City kembali menjadi sorotan setelah klub raksasa Premier League tersebut dinyatakan bersalah.
Perkembangan hukum ini turut mendapat perhatian dari Frank Lampard, mantan pemain Chelsea yang pernah memperkuat The Citizens selama periode yang kini menjadi sorotan.
Saat ini, Lampard memantau situasi tersebut dari sudut pandang yang berbeda sebagai manajer Coventry City.
Meski mengakui besarnya perhatian terhadap kasus ini, ia memilih bersikap hati-hati sambil menunggu proses banding yang diajukan Manchester City.
Lampard Tetap Berhati-hati Setelah Putusan
Lampard memilih pendekatan yang terukur saat membahas kabar terbaru mengenai pelanggaran finansial Manchester City.
Klub raksasa Premier League tersebut dinyatakan bersalah atas sejumlah pelanggaran serius sebelum langsung mengajukan banding.
Komisi independen memutuskan bahwa City membuat kontrak-kontrak 'palsu' dengan sejumlah mitra komersial selama musim 2009-10 hingga 2017-18 sebagai bagian dari 'skema pendanaan terselubung' yang bertujuan meningkatkan pendapatan klub secara artifisial sebesar Β£830 juta.
Namun, City dengan tegas tetap mempertahankan klaim bahwa mereka tidak bersalah. Klub tersebut menyebut putusan itu hanya sebagai 'opini' yang mengandung 'kesalahan material yang jelas, baik dalam hukum, prinsip, maupun fakta', sekaligus menyatakan bahwa putusan tersebut tidak dapat dianggap aman untuk dijadikan dasar keputusan.
Mantan gelandang tim nasional Inggris itu mengakui bahwa situasi ini merupakan persoalan serius. Namun, ia menilai proses hukum yang masih berlangsung membatasi hal-hal yang bisa disampaikan kepada publik.
"Kita semua sudah melihat beritanya. Ini jelas merupakan berita besar, Man City sedang mengajukan banding," ujar Lampard.
"Saya rasa reaksi saya adalah, ya, begitu? Apa yang bisa Anda katakan ketika proses banding sedang berlangsung? Saya tidak berada di dalam persoalan ini, saya sepenuhnya berada di luar.β
βSaya bermain untuk Man City sudah cukup lama, tepatnya selama satu tahun. Kita tunggu dan lihat bagaimana hasil bandingnya, lalu bagaimana kelanjutannya. Saya sama sekali tidak tahu berapa lama proses ini akan berlangsung."
Baca Juga: βKlopp Buka Suara soal Kasus Manchester Cityβ
Menghormati Maresca di Tengah Ketidakpastian
Meskipun mantan klubnya tengah menghadapi situasi yang membayangi reputasinya, Lampard segera menyampaikan dukungannya kepada sesama manajer, Enzo Maresca.
Mantan pelatih Chelsea tersebut menggantikan Pep Guardiola di Manchester City pada musim panas ini dan menikmati awal musim yang mengesankan.City berada di puncak klasemen Premier League dengan raihan maksimal 15 poin.
Kini, jajaran petinggi dan staf kepelatihan City menghadapi tugas sulit untuk mempertahankan performa tim di lapangan, sementara persoalan hukum yang melibatkan klub terus mendominasi pemberitaan.
"Saya berada di luar lingkaran persoalan ini," jelas Lampard ketika pembicaraan beralih pada kemungkinan dampak kasus tersebut terhadap perjalanan kompetitif City musim ini.
"Saya punya pekerjaan sendiri dan, bukan berarti masalah, tetapi ada hal-hal yang perlu saya kerjakan. Saya selalu menghormati seorang manajer dalam situasi apa pun, karena ada banyak hal yang tidak kita ketahui.β
βIni jelas merupakan sesuatu yang kita ketahui, tetapi mereka sekarang adalah klub sepak bola yang sangat besar, dengan skuad yang dipenuhi pemain berkualitas. Jadi, kita lihat saja nanti."
Menelusuri Hubungan Lampard dengan Etihad
Hubungan Lampard dengan kubu biru Manchester menjadi salah satu babak yang cukup unik dalam sejarah Premier League.
Setelah diperkenalkan sebagai pemain New York City FC pada Juli 2014 untuk menghadapi kompetisi MLS musim 2015, gelandang tersebut awalnya bergabung dengan Manchester City melalui skema peminjaman yang disebut sebagai kesepakatan jangka pendek untuk musim 2014-15.
Namun, kesepakatan sementara tersebut kemudian berubah menjadi masa tinggal yang lebih panjang. Periode Lampard di Stadion Etihad diperpanjang hingga akhir musim.
Situasi ini memicu kontroversi besar ketika terungkap bahwa ia hanya menandatangani komitmen yang tidak mengikat dengan klub asal Amerika Serikat tersebut, bukan kontrak resmi.
Tahun-Tahun Terakhir sebagai Pemain dan Pensiun
Selama berkarier di Manchester, Lampard membuktikan bahwa dirinya masih memiliki banyak hal untuk ditawarkan di level tertinggi. Ia berhasil mencatatkan delapan gol dan tiga assist dalam 38 penampilan di semua kompetisi.
Gelandang veteran tersebut akhirnya pindah ke New York City FC, tempat ia menghabiskan dua musim di Major League Soccer.
Perjalanannya di Amerika Serikat terbilang produktif. Ia mencetak 15 gol dalam 31 pertandingan sebelum kontraknya berakhir pada November 2016. Beberapa bulan kemudian, ia memutuskan untuk pensiun dari dunia sepak bola profesional.
Kasus yang tengah dihadapi Manchester City masih menjadi perhatian, sementara proses banding klub tersebut akan menentukan kelanjutan dari persoalan hukum ini.
Bagi Lampard, yang kini menjalani peran sebagai manajer Coventry City, pendekatan terbaik adalah menunggu perkembangan selanjutnya tanpa terburu-buru mengambil kesimpulan.
Di tengah ketidakpastian tersebut, ia tetap menunjukkan rasa hormat kepada para manajer yang harus menjaga performa tim mereka di tengah situasi yang kompleks.