Mengemudi Dalam Keadaan Mabuk, Bek Real Madrid Terancam Sanksi Berat
Mansion Sports – Real Madrid telah mengambil tindakan segera terhadap lulusan akademi Raul Asencio setelah bek tersebut tertangkap mengemudi di bawah pengaruh alkohol saat melakukan perjalanan ke Gran Canaria.
Pemain muda yang pernah memiliki masa depan menjanjikan di Bernabeu tersebut kini menghadapi proses disipliner internal yang berat selain hukuman hukum yang telah dijatuhkan kepadanya.
Proses Disipliner di Bernabeu
Real Madrid secara resmi telah membuka proses disipliner luar biasa terhadap Asencio setelah masalah hukum yang baru-baru ini dihadapinya terkait insiden mengemudi dalam keadaan mabuk.
Bek tersebut dihentikan di sebuah pos pemeriksaan alat tes alkohol pada pukul 06.30 pagi pada 16 Agustus di wilayah selatan Gran Canaria saat mengemudi di bawah pengaruh alkohol, situasi yang memaksa pimpinan klub untuk segera mengambil tindakan.
Menurut jurnalis Melchor Ruiz, Real Madrid telah membuka proses disipliner terhadap pemain tersebut, menandakan bahwa perilakunya tidak akan diabaikan oleh jajaran pimpinan di Valdebebas.
Insiden tersebut terungkap pada Rabu ini, sehingga klub bergerak cepat untuk melindungi citra publiknya dan mempertahankan standar internal.
Pemain tersebut dinyatakan positif dalam tes alkohol awal maupun tes kedua, dengan laporan yang menyebutkan bahwa hasil pengukurannya secara signifikan berada di atas ambang batas yang diizinkan.
Ia kemudian dipanggil untuk menjalani persidangan jalur cepat, di mana ia dijatuhi denda sebesar €14.400 dengan pembayaran €120 per hari selama empat bulan, serta penangguhan SIM selama delapan bulan.
Denda Berat dan Potensi Skorsing Membayangi
Rangkaian hukuman yang dapat dihadapi Asencio diatur dalam kesepakatan kolektif antara La Liga dan AFE (Asosiasi Pesepak Bola Spanyol).
Berdasarkan pedoman tersebut, tindakan sang bek dapat dikategorikan sebagai pelanggaran serius atau sangat serius, yang keduanya membawa hukuman substansial.
Jika klub menilai insiden tersebut sebagai pelanggaran serius, Asencio dapat dikenai pemotongan gaji selama periode antara dua hingga sepuluh hari.
Jika Real Madrid mengklasifikasikan insiden tersebut sebagai pelanggaran kontrak yang sangat serius, hukuman akan meningkat secara signifikan untuk mencerminkan beratnya situasi.
Dalam skenario ini, skorsing dapat berlangsung antara sebelas hingga tiga puluh hari, sementara denda dapat mencapai hingga 25% dari €100.000 pertama gaji bulanannya.
Penurunan Status bagi Lulusan Akademi
Asencio pernah dianggap sebagai wajah akademi Real Madrid ketika berhasil menembus tim utama, tetapi perkembangannya mengalami kemunduran signifikan dalam beberapa bulan terakhir.
Bek tersebut mengalami penurunan besar di lapangan dan saat ini bahkan bukan pilihan terbaik keempat di posisi bek tengah.
Skandal terbaru ini semakin mengisolasi pemain yang sebelumnya sudah berada dalam daftar buruk klub setelah menolak pergi selama bursa transfer musim panas, sebuah keputusan yang dilaporkan membuat klub tidak dapat mengejar perekrutan pemain baru.
Masalah di Luar Lapangan Asencio Semakin Dalam
Waktu terjadinya insiden ini sangat merugikan pemain asal Spanyol tersebut karena semakin memperkuat persepsi mengenai kurangnya profesionalisme selama periode penting dalam kariernya.
Selain tuduhan mengemudi dalam keadaan mabuk, pemain tersebut juga menghadapi komplikasi hukum lainnya yang telah membayangi masa depannya selama beberapa waktu.
Laporan menyebutkan bahwa ia masih menghadapi ancaman hukuman penjara selama dua tahun terkait kasus terpisah yang melibatkan pelanggaran privasi dan dugaan penyebaran video pribadi yang melibatkan seorang anak di bawah umur.
Akumulasi berbagai masalah di luar lapangan tersebut membuat statusnya di klub berada dalam kondisi yang sepenuhnya tidak pasti.