Gagal Boyong Alvarez ke Barca, Dani Olmo Sentil Atletico
Mansion Sports – Bintang Barcelona, Dani Olmo, mengaku bingung mengenai situasi yang membuat pemain internasional Argentina Julian Alvarez gagal bergabung dengan raksasa Catalan tersebut pada musim panas ini.
Meskipun sang penyerang tampaknya ingin pindah ke Spotify Camp Nou, Atletico Madrid tetap teguh menolak bernegosiasi dengan rival langsung mereka di kompetisi domestik.
Olmo Mempertanyakan Sikap Atletico Madrid
Olmo kembali ke kampung halamannya, Terrassa, pekan ini untuk merayakan keberhasilan Spanyol menjuarai Piala Dunia baru-baru ini, tetapi pembicaraan dengan cepat beralih kepada aktivitas transfer klub pada musim panas.
Pemain berusia 28 tahun tersebut secara khusus ditanya mengenai Alvarez, mantan penyerang Manchester City yang sangat santer dikaitkan dengan kepindahan ke Catalonia sebelum Atletico Madrid dengan tegas memblokir transfer tersebut, menolak tawaran lebih dari €100 juta dan menolak bernegosiasi dengan rival domestik meskipun sang pemain ingin bergabung dengan Barca.
Berbicara kepada media selama kepulangannya ke kampung halaman, Olmo tidak menyembunyikan keterkejutannya terhadap cara para pengambil keputusan di Metropolitano menangani situasi tersebut.
Ketika ditanya apakah ia memahami sikap keras Atletico terkait negosiasi tersebut, Olmo menjawab: "Jujur, saya tidak memahaminya. Pada akhirnya, kita semua memiliki impian. Saya pikir Julian juga jelas dalam hal itu.”
“Dia memperjuangkan impiannya, tetapi pada akhirnya ada juga situasi eksternal lain yang tidak dapat dikendalikan seseorang. Dalam hal itu, hal tersebut adalah salah satunya, sudah jelas. Tetapi hidup terus berjalan. Ini tidak berhenti."
Membangun Masa Depan Tanpa Alvarez
Meskipun kegagalan mendapatkan penyerang Argentina tersebut menjadi pukulan bagi perencanaan jangka panjang Barcelona, Olmo tetap yakin bahwa skuad Hansi Flick memiliki kedalaman yang cukup untuk bersaing memperebutkan trofi-trofi bergengsi.
Blaugrana telah berinvestasi besar pada bursa transfer kali ini dengan mendatangkan pemain-pemain seperti Anthony Gordon, Rodri, dan Gabriel Jesus untuk memperkuat skuad mereka.
"Secara pribadi bagi kami, tahun yang sangat baik sudah menanti, itu pasti, dengan banyak persaingan, karena klub-klub lain juga telah memperkuat diri dengan sangat baik, tetapi saya pikir kami memiliki skuad yang cukup untuk bersaing," jelas Olmo.
Baca Juga: “Gagal Dapatkan Alvarez, Barcelona Boyong Gabriel Jesus Dari Arsenal”
Ambisi Liga Champions dan Dominasi Domestik
Menatap musim baru, mantan pemain RB Leipzig tersebut telah menetapkan target untuk mempertahankan dominasi Barcelona dalam sepak bola Spanyol sekaligus akhirnya memberikan dampak signifikan di pentas Eropa.
Barcelona mengawali musim domestik dengan sempurna, meraih tiga kemenangan dari tiga pertandingan La Liga pertama mereka.
Olmo tampil dalam ketiga pertandingan tersebut, meskipun ia masih mencari kontribusi gol pertamanya pada musim ini.
Bagaimanapun, Liga Champions tetap menjadi trofi utama bagi tim yang dalam beberapa tahun terakhir mengalami kesulitan di fase gugur.
"Ada tujuan-tujuan baru, untuk terus menang, terus mempertahankan gelar La Liga, Copa, dan Supercopa," kata Olmo. Ia menegaskan bahwa tujuan utama adalah "mengejar Liga Champions, karena kami memiliki tim yang cukup."
Ia juga membahas persaingan sengit dengan Real Madrid, dengan mengatakan: "Memang selalu seperti itu. Real Madrid adalah tim yang telah memperkuat diri dengan sangat baik, dengan pemain-pemain hebat. Begitu juga dengan kami. Pada akhirnya, tujuan kami berdua adalah memenangkan segalanya. “
“Kami akan memperjuangkan apa yang kami miliki, seperti yang selalu kami lakukan. Kami telah menjalani dua tahun yang sangat sukses di tingkat nasional dan sekarang kami juga ingin meraih kesuksesan di Eropa. Itulah tujuan kami."
Menghormati Keputusan Klub dan Persatuan Tim
Acara kepulangan tersebut juga memberikan kesempatan bagi Olmo untuk membahas pembatalan penghormatan yang sebelumnya direncanakan di Spotify Camp Nou untuk para pemain klub yang menjadi juara Piala Dunia.
Barcelona memilih membatalkan seremoni tersebut setelah penangkapan seorang anggota dalam sebuah pertandingan di Elche, sebuah keputusan yang diterima para pemain tanpa keluhan.
"Pada akhirnya, klub memutuskan bahwa saat itu bukan waktu yang terbaik untuk melakukannya," ujar sang playmaker.
"Kami sebagai pemain pada akhirnya menghormatinya. Kami tahu bahwa klub menghargai kami 100% atas Piala Dunia yang telah kami raih. Mereka menilai bahwa setelah semua yang terjadi, situasinya bukanlah kondisi yang sempurna. Pada akhirnya, keputusan tersebut patut dihormati, tidak menjadi masalah."