Mourinho Redam Polemik Wasit Jelang Reuni Emosional lawan Roma!
Mansion Sports – Kembali ke tempat yang menyimpan banyak kenangan tentu menjadi momen spesial bagi seorang pelatih.
Namun, bagi Jose Mourinho, kunjungannya ke Stadio Olimpico kali ini juga diwarnai sorotan terkait hubungannya dengan para ofisial pertandingan.
Setelah serangkaian kontroversi di kompetisi domestik, pelatih asal Portugal tersebut berusaha meredakan ketegangan dan menegaskan bahwa dirinya tetap percaya kepada para wasit yang bertugas.
Menjelang pertemuan Real Madrid dengan Roma di Liga Champions, Mourinho tampaknya ingin mengalihkan perhatian dari polemik yang belakangan menyelimuti dirinya dan kembali fokus pada pertandingan.
Meski demikian, ketidakpuasan terhadap sejumlah keputusan wasit masih terasa di dalam kubu Real Madrid.
Mourinho Berusaha Meredakan Ketegangan Setelah Kontroversi di Villarreal
Mourinho secara mengejutkan berusaha meredakan perseteruannya yang berkelanjutan dengan badan-badan perwasitan.
Ia menegaskan bahwa dirinya tetap memiliki kepercayaan penuh kepada para wasit menjelang pertandingan Real Madrid melawan Roma di Liga Champions pada Rabu.
Pelatih veteran tersebut belakangan menjadi sorotan dalam sejumlah pemberitaan terkait masalah disiplin.
Salah satu yang paling mencolok adalah keputusannya untuk tidak menghadiri kewajiban konferensi pers setelah pertandingan, menyusul kemenangan tipis 1-0 atas Villarreal akhir pekan lalu.
Keputusan itu diambil sebagai bentuk protes terhadap gol Vinicius Junior yang dianulir serta kartu merah yang kemudian diterima pemain asal Brasil tersebut karena menarik rambut lawan.
"Saya memercayai semua wasit... baik di liga maupun Liga Champions, sebelum pertandingan saya selalu memiliki perasaan yang baik terhadap para wasit," kata Mourinho kepada para reporter dalam pernyataan yang dikutip oleh AFP. "Saya memiliki kepercayaan dan berharap semuanya berjalan baik bagi ketiga tim, saya tidak memiliki perasaan negatif."
Baca Juga: “Mourinho Sindir Kasus Man City dan Bongkar Skandal Wasit Real Madrid”
Fokus pada Tugas di Italia
Sebelum kontroversi di Villarreal mencuat, Mourinho telah lebih dulu memicu perdebatan setelah kekalahan dalam derby melawan Atletico Madrid.
Dalam kesempatan tersebut, ia terkenal karena memperlihatkan foto-foto yang telah dicetak saat konferensi pers untuk menyoroti sejumlah insiden yang menurutnya seharusnya berujung pada hukuman bagi Los Rojiblancos.
Namun, menjelang pertandingan di Eropa, pelatih Real Madrid itu dengan cepat menutup ruang bagi pertanyaan lebih lanjut mengenai keluhannya di kompetisi domestik. Ia mengisyaratkan bahwa media di Roma jauh lebih tertarik membahas pertarungan taktik di lapangan.
"Ada media Italia di sini yang lebih tertarik pada pertandingan daripada hal-hal semacam itu," tambah pria berusia 63 tahun tersebut dalam konferensi pers. "Kalian akan bertemu saya lagi pada hari Sabtu, dan saya rasa akan lebih baik jika kita beralih membahas hal lain."
Tchouameni Mengungkapkan Kekecewaan di Ruang Ganti
Sementara sang pelatih memilih pendekatan yang lebih berhati-hati, suasana di ruang ganti Real Madrid masih dipenuhi rasa kesal yang cukup besar.
Hal ini terjadi meskipun tim asal Spanyol tersebut memasuki pertandingan dengan modal kemenangan 2-1 atas Inter Milan pada laga pembuka Liga Champions mereka. Di sisi lain, Roma berhasil meraih hasil imbang 1-1 saat bertandang ke markas Fenerbahce.
Gelandang Real Madrid, Aurelien Tchouameni, mengungkapkan bahwa timnya masih merasa frustrasi terhadap sejumlah keputusan yang dibuat oleh para wasit.
"Saya tidak ingin berbicara tentang wasit. Saat ini, kami sangat frustrasi dengan keputusan-keputusan yang ada," jelas Tchouameni ketika ditanya mengenai suasana di dalam tim.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa meskipun Mourinho berusaha meredakan situasi di hadapan media, kekecewaan terhadap keputusan perwasitan masih menjadi persoalan yang dirasakan oleh para pemain Real Madrid.
Kembali ke Olimpico dengan Kenangan Emosional
Pertandingan ini menjadi momen kepulangan bagi Mourinho, yang menghabiskan tiga tahun produktif bersama Roma antara 2021 dan 2024.
Selama menangani klub Italia tersebut, ia berhasil membawa Roma meraih gelar Liga Konferensi Eropa pada 2022 sebelum mengantarkan timnya mencapai final Liga Europa pada musim berikutnya.
Periode tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan karier Mourinho bersama Roma. Keberhasilan meraih trofi Eropa dan kembali tampil di final kompetisi kontinental membuat masa kepelatihannya di ibu kota Italia itu meninggalkan kenangan tersendiri.
Saat mengenang warisannya di Kota Abadi, julukan bagi Roma, Mourinho mengakui bahwa pencapaian tersebut memiliki arti penting baginya dan tim yang pernah ia tangani.
"Ini bukan berarti kami memenangkan Liga Champions, tetapi kami memang berhasil menjuarai sebuah kompetisi Eropa. Kami memainkan final Eropa kedua dalam dua tahun, dan menurut saya, semuanya berjalan selaras," ujar Mourinho ketika merefleksikan pencapaiannya bersama Roma.
Kepulangan Mourinho ke Stadio Olimpico pun menjadi pertemuan yang sarat kenangan, sekaligus kesempatan bagi dirinya untuk kembali berhadapan dengan klub yang pernah ia bawa meraih kesuksesan di panggung Eropa.
Di tengah kontroversi perwasitan yang masih membayangi Real Madrid, Mourinho berusaha menjaga fokus timnya agar perhatian kembali tertuju pada pertandingan dan persaingan di lapangan.