Pep Guardiola: “Saya Tidak Merindukan Sepak Bola”
Mansion Sports — Pep Guardiola mengungkapkan bahwa saat ini dirinya tidak memiliki keinginan untuk kembali melatih setelah meninggalkan Manchester City.
Juru taktik asal Catalan yang kini berusia 55 tahun itu menjelaskan bahwa dirinya sedang memusatkan perhatian pada refleksi diri dan kehidupan keluarga setelah menghabiskan hampir dua dekade berada di bawah tekanan tinggi sebagai pelatih di level elite.
Guardiola Menikmati Masa Istirahat dari Dunia Kepelatihan
Guardiola menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak merindukan dunia sepak bola setelah memutuskan mengakhiri masa baktinya di Stadion Etihad.
Pelatih asal Catalan tersebut memilih meninggalkan bangku pelatih setelah menjalani sepuluh musim yang sangat sukses bersama raksasa Premier League tersebut.
Sang pelatih mengambil keputusan tersebut untuk menjaga kesehatan mentalnya dan mencari kebahagiaan baru di luar rutinitas sepak bola yang tanpa henti dan telah membesarkan namanya.
Juru Taktik Asal Catalan Jelaskan Alasannya Mundur dari Kepelatihan
Dalam wawancara terbaru bersama platform OKX, Guardiola membuka alasan pribadi di balik keputusannya meninggalkan tekanan dunia kepelatihan demi menjaga kesehatan emosionalnya.
“Dari sudut pandang mental, saya sama sekali tidak merindukan apa pun. Saya mulai melatih pada usia 37 tahun, dan seluruh hidup saya terikat dengan sepak bola. Sekarang, saya ingin mencoba menemukan kehidupan, merasa bahagia dengan melakukan hal-hal lain yang tidak ada hubungannya dengan sepak bola,” jelas Guardiola.
“Saya mencintai pekerjaan saya, tetapi akan tiba saatnya ketika Anda merasa harus berhenti. Mungkin suatu hari nanti saya akan bangun dan berkata, ‘Baiklah, saya ingin kembali melatih.’ Namun, perasaan itu harus datang dari dalam diri saya sendiri, dan hari ini, saya sama sekali tidak merasakannya.”
Keluarga Menjadi Prioritas Utama
Keputusan untuk berhenti sementara sebagian besar didorong oleh keinginan kuat untuk mencurahkan lebih banyak waktu kepada keluarga serta merenungkan sisa perjalanan hidupnya.
Ia melanjutkan: “Saya sedang mencoba memahami seperti apa kehidupan saya nantinya. Saya memutuskan untuk berhenti karena ingin lebih menjaga diri sendiri. Saya ingin menghabiskan lebih banyak waktu bersama anak-anak saya dan ayah saya yang kini berusia 95 tahun dan masih bersama kami. Saya sudah mencapai usia 56 tahun, saya tidak lagi muda, dan cara Anda memandang berbagai hal juga berubah. Saya masih menyesuaikan diri dengan fase baru ini, tetapi sejauh ini semuanya berjalan dengan sangat baik.”
Peluang Kembali Tetap Terbuka
Meski mengakui bahwa dirinya saat ini merasa bahagia dengan kehidupan barunya, Guardiola belum sepenuhnya menutup kemungkinan untuk kembali ke dunia sepak bola.
“Saya mulai melatih pada usia 37 tahun, dan sekarang saya berusia 56 tahun. Saya perlu melakukan hal-hal baru. Saat ini, saya merasa sangat bahagia.”
Mengenai kemungkinan kembali ke Manchester City, Guardiola menambahkan: “Suatu hari nanti, tentu saja saya akan kembali ke Stadion Etihad. Namun, untuk saat ini saya ingin tetap berada di belakang layar. Jika suatu saat mereka membutuhkan saya, saya akan selalu ada,” jelasnya.
Sebagai penutup, ia juga memberikan penghormatan khusus kepada Jurgen Klopp dengan mengatakan: “Dia adalah rival terbesar sepanjang karier saya. Dia mampu mengubah sistem taktisnya setiap dua puluh menit. Dia benar-benar membuat saya pusing.”