Marseille Tunjuk Pelatih Baru Setelah Kepergian Roberto De Zerbi
Mansion Sports – Marseille secara resmi mengumumkan penunjukan Habib Beye sebagai pelatih baru mereka untuk menggantikan Roberto De Zerbi.
Beye kembali ke Olympique de Marseille setelah sebelumnya menghabiskan dua tahun di klub tersebut saat masih aktif sebagai pemain.
Ia menandatangani kontrak yang berlaku hingga musim panas 2027 dan diberi tanggung jawab untuk menyelamatkan musim Marseille yang tengah mengalami penurunan performa drastis.
De Zerbi Tinggalkan Marseille Setelah Hasil Memalukan
De Zerbi memutuskan berpisah dengan Marseille atas kesepakatan bersama pekan lalu menyusul kekalahan telak 5-0 dari rival abadi Paris Saint-Germain dalam laga Le Classique.
Klub kemudian menunjuk Beye dengan kontrak berdurasi satu setengah tahun. Mantan bintang Senegal tersebut sebelumnya tersedia di bursa pelatih setelah diberhentikan oleh sesama klub Ligue 1, Rennes, hanya beberapa hari sebelum De Zerbi resmi meninggalkan jabatannya.
Beye Diperkenalkan sebagai Pelatih Baru Marseille
Dalam pernyataan resminya, klub menyampaikan: “Olympique de Marseille dengan bangga mengumumkan penunjukan Habib Beye sebagai pelatih tim profesional.
Habib Beye telah menapaki jalur karier yang unik dalam sepak bola Prancis, pertama sebagai pemain yang tangguh dan dihormati, kemudian sebagai pelatih yang ambisius dan penuh pertimbangan.
Habib Beye dengan cepat menekuni karier kepelatihan. Ia memiliki keinginan kuat untuk kembali ke lapangan dan secara alami menemukan perannya di sisi lapangan. Pada tahun 2021, ia mengambil alih Red Star FC.
Di kompetisi yang menuntut, ia menanamkan identitas yang jelas: disiplin, intensitas, dan ambisi.
Gaya kepemimpinannya didasarkan pada standar tinggi dan tanggung jawab pemain, sejalan dengan karakter yang ia tunjukkan saat masih bermain.
Juara nasional pada 2004, ia membawa Red Star promosi ke Ligue 2 sebelum meninggalkan klub untuk bergabung dengan Stade Rennais.
Selasa, 18 Februari 2018 menandai kembalinya Habib Beye ke Olympique de Marseille. Dari rumput hijau Orange Velodrome hingga ke sisi lapangan di stadion Boulevard Michelet, ia seakan menutup lingkaran perjalanan kariernya.
Namun, tantangan terberat kemungkinan masih menantinya, dengan prinsip yang sama seperti saat menjadi pemain: kepemimpinan, kerja keras, dan semangat.”
Situasi Marseille Tetap Bergejolak Setelah Kepergian De Zerbi
Dalam pertandingan pertama setelah De Zerbi meninggalkan klub, Marseille menjamu Strasbourg di Stade Velodrome.
Kelompok ultras mengosongkan salah satu tribun sebelum pertandingan dimulai sebagai bentuk protes terhadap manajemen klub, sementara laporan menyebutkan bahwa sejumlah pendukung bahkan mencoba memasuki ruang presidensial.
Marseille yang dipimpin pelatih sementara Jacques Abardonado sempat unggul lebih dahulu melalui gol Mason Greenwood di awal pertandingan, sebelum Amine Gouiri menggandakan keunggulan tak lama setelah jeda.
Namun, Sebastian Nanasi memperkecil ketertinggalan bagi tim tamu, dan Joaquin Panichelli mencetak gol penalti pada menit ke-97 untuk menyamakan kedudukan dan menggagalkan kemenangan tuan rumah.
Pada hari Minggu, Mehdi Benatia mengundurkan diri dari jabatan direktur olahraga, tetapi hanya beberapa hari kemudian ia kembali ditunjuk dengan kontrak hingga akhir musim. Presiden klub Pablo Longoria tetap berada dalam tekanan besar dari para pendukung menyusul musim yang kembali penuh ketidakpastian di wilayah selatan Prancis.
Langkah Selanjutnya bagi Marseille
Dengan dukungan pemain depan seperti Mason Greenwood dan Ethan Nwaneri, Beye akan berupaya meraih kemenangan pertamanya sebagai pelatih Marseille pada Jumat malam saat melakoni laga tandang melawan Brest.