Mbappe Kecam Rekan Setim Real Madrid Usai Kekalahan di Liga Champions
Mansion Sports – Kylian Mbappe melontarkan kritik keras kepada rekan-rekan setimnya di Real Madrid dengan menuding adanya kekurangan “hasrat” dalam permainan.
Ia menilai Los Blancos sama sekali tidak mencerminkan sebuah “tim juara” setelah menelan kekalahan mahal di kompetisi Eropa saat menghadapi Benfica.
Dalam laga tersebut, Real Madrid kebobolan gol yang dianggap “memalukan”, termasuk dari penjaga gawang tuan rumah, dan kini raksasa La Liga itu harus melalui jalur play-off fase gugur Liga Champions.
Kekalahan tersebut membuat Real Madrid gagal mengamankan posisi delapan besar dan memaksa mereka melanjutkan perjuangan melalui babak play-off untuk menjaga asa meraih kejayaan di Eropa.
Real Madrid Finis di Peringkat Kesembilan dan Harus Melalui Play-off
Sebenarnya, posisi delapan besar pada fase liga sudah cukup untuk memastikan tiket otomatis ke babak 16 besar.
Namun, peluang tersebut terbuang dengan cara yang sangat mengecewakan di Lisbon. Real Madrid, yang kini ditangani oleh pelatih interim Alvaro Arbeloa setelah pemecatan Xabi Alonso, jarang terlihat mampu mengendalikan pertandingan di Estadio da Luz.
Real Madrid sempat unggul lebih dulu melalui gol Mbappe, yang menjadi gol pertamanya dari dua gol yang ia cetak pada laga tersebut.
Namun, mereka justru tertinggal saat turun minum dan terus berada dalam posisi mengejar ketertinggalan setelah itu.
Benfica, yang kini dilatih mantan pelatih Real Madrid Jose Mourinho, akhirnya keluar sebagai pemenang dengan skor 4-2.
Gol sundulan pada menit ke-98 dari penjaga gawang Anatoliy Turbin memastikan Benfica lolos ke babak play-off, sementara Real Madrid harus puas finis di posisi kesembilan dan berpotensi kembali menghadapi Benfica demi menjaga peluang meraih trofi kontinental.
Mbappe Tanpa Basa-basi dalam Penilaian Keras terhadap Real Madrid
Mbappe mengaku sangat tidak terkesan dengan penampilan timnya di Portugal. Penyerang Prancis peraih Piala Dunia itu menyampaikan kepada wartawan bahwa masalah utama bukanlah kualitas atau taktik, melainkan soal hasrat bermain.
Ia menegaskan bahwa Benfica menunjukkan betapa pentingnya pertandingan tersebut bagi mereka, sementara Real Madrid tidak menampilkan semangat yang sama.
Menurut Mbappe, sebelum laga dimulai, kedua tim sama-sama memiliki target yang jelas, yakni Real Madrid ingin finis di delapan besar dan Benfica ingin berada di 24 besar. Namun, hanya Benfica yang benar-benar memperlihatkan tekad tersebut di lapangan.
Mbappe juga menyoroti inkonsistensi permainan timnya. Ia membandingkan performa melawan Benfica dengan pertandingan sebelumnya kontra Villarreal dan menilai perbedaan tersebut sebagai sebuah masalah serius.
Menurutnya, sebuah tim juara tidak bisa tampil bagus di satu pertandingan dan melempem di laga lainnya.
Ia mengungkapkan kekecewaannya karena Real Madrid harus menjalani dua pertandingan tambahan di play-off, padahal mereka berharap bisa memanfaatkan bulan Februari untuk memperbaiki permainan.
Gol Memalukan dari Penjaga Gawang Benfica
Mbappe melanjutkan kritiknya dengan menyebut penampilan Real Madrid pada laga tersebut sebagai sesuatu yang tidak normal.
Ia menegaskan bahwa target utama tim adalah finis di delapan besar agar jumlah pertandingan berkurang dan beban fisik lebih ringan, namun Real Madrid justru memulai laga dengan sangat buruk.
Ia mengakui bahwa Benfica pantas mencetak gol lebih dulu. Meski Real Madrid mampu mencetak gol dari satu peluang yang dimiliki, hal tersebut tidak membuat permainan mereka membaik.
Mbappe bahkan menyatakan bahwa tidak akan terkejut jika Benfica unggul 5-1 saat turun minum, mengingat dominasi tuan rumah.
Pada babak kedua, Real Madrid mencoba mengubah keadaan, tetapi kembali kebobolan melalui situasi langsung yang sangat menyakitkan.
Setelah tertinggal, Real Madrid berusaha menekan, namun Benfica memainkan tempo dan membuang waktu, yang merupakan bagian dari permainan.
Mbappe menilai timnya gagal mengatur ritme dan kurang menunjukkan kreativitas untuk menciptakan peluang bersih.
Terkait gol keempat yang dicetak penjaga gawang Benfica, Mbappe menyebut bahwa gol tersebut memang tidak mengubah hasil akhir, tetapi tetap terasa memalukan.
Mbappe Merasa Terganggu dengan Sikap Sejumlah Rekan Setim
Laporan dari Spanyol, melalui ABC Sports, menyebutkan bahwa Mbappe semakin merasa terganggu dengan apa yang ia anggap sebagai sikap tidak bertanggung jawab dari sebagian rekan setimnya, terutama di musim yang mulai berjalan tidak sesuai harapan pada momen-momen krusial.
Mbappe dikenal menuntut standar tertinggi dari dirinya sendiri, dengan torehan 36 gol dari 29 penampilan musim ini, dan ia mengharapkan rekan-rekannya memiliki komitmen yang sama.
Namun, hal tersebut tidak selalu terlihat dalam perjalanan musim ini, yang diwarnai berbagai perubahan di luar lapangan serta sejumlah pertanyaan besar terkait performa tim.
Real Madrid akan mengetahui siapa lawan mereka di babak play-off, antara Benfica atau Bodo/Glimt, saat undian dilakukan pada hari Jumat.
Setelah itu, mereka akan kembali beraksi di kompetisi domestik pada hari Minggu dengan menjamu Rayo Vallecano.