Pirlo Ditolak Latih Italia, Duta Besar Rusia Buka Suara & Kecam!
Mansion Sports – Pencarian pelatih baru tim nasional Italia berubah menjadi isu geopolitik yang mengejutkan setelah pencalonan Andrea Pirlo gagal berlanjut.
Duta Besar Rusia untuk Italia mengecam pemerintah Italia dengan menyebut negara tersebut "tidak demokratis" setelah legenda lini tengah itu disingkirkan akibat hubungan komersialnya dengan sebuah perusahaan asal Rusia.
Ketegangan Diplomatik Mengiringi Kekosongan Kursi Pelatih Azzurri
Persaingan untuk menunjuk penerus pelatih tim nasional Italia kini bergeser dari lapangan ke ranah politik.
Aleksei Paramonov, Duta Besar Rusia untuk Italia, melontarkan kritik keras terhadap otoritas Italia setelah Pirlo mengonfirmasi bahwa dirinya tidak lagi menjadi kandidat untuk posisi tersebut.
Dalam surat terbuka yang dipublikasikan melalui blog Telegram miliknya dan dibagikan melalui saluran media sosial resmi kedutaan, Paramonov tidak menahan kritiknya terhadap situasi tersebut.
Berbicara langsung kepada juara Piala Dunia 2006 itu, ia mengungkapkan kekecewaannya atas perlakuan yang diterima sosok legendaris tersebut dari negaranya sendiri.
Duta Besar Rusia Kecam Pemerintahan yang Disebut 'Pseudo-Demokratis'
Surat Paramonov dipenuhi dengan pernyataan tajam yang menuduh kepemimpinan Italia bersikap munafik dan memperlakukan mantan gelandang Juventus serta AC Milan itu secara tidak adil.
"Sangat disayangkan bahwa, terlepas dari kontribusi Anda terhadap olahraga dunia dan citra Italia di luar negeri, Anda justru dikucilkan di Italia oleh pemerintahan pseudo-demokratis Anda sendiri, sebagaimana yang telah terjadi terhadap ribuan atlet, musisi, seniman, dirigen, dan sutradara Rusia," tulis sang duta besar.
Diplomat tersebut kemudian menyampaikan dukungannya kepada Pirlo dengan menggambarkan situasi tersebut sebagai persoalan hak asasi manusia, bukan sekadar persoalan pemilihan pelatih.
"Meskipun hal ini mungkin tidak membantu Anda, kami tetap bersama Anda dengan solidaritas yang tulus dan kemanusiaan," ujar Paramonov.
Pirlo Menjelaskan Hubungan Komersialnya
Pirlo sebelumnya telah menanggapi kontroversi tersebut dengan mengungkapkan rasa frustrasinya atas cara hubungan profesionalnya ditafsirkan.
Dalam sebuah pernyataan, pria berusia 47 tahun itu menjelaskan posisinya.
"Kerja sama profesional yang menjadi subjek kontroversi belakangan ini terjadi sebagai bagian dari pengalaman kerja saya di Uni Emirat Arab dan sepenuhnya bersifat komersial serta olahraga. Memberikan makna politik terhadap kerja sama tersebut berarti mengaitkan keyakinan kepada saya yang tidak pernah saya ungkapkan dan tidak saya miliki."
Mantan gelandang tersebut juga menegaskan bahwa tindakannya selalu dilakukan secara profesional dan sesuai hukum.
"Sepanjang karier saya, pertama sebagai pemain dan kemudian sebagai pelatih, saya selalu menjalankan tugas saya dengan sepenuhnya menghormati hukum negara tempat saya bekerja serta kontrak yang saya tandatangani," jelasnya.
Pemerintah Italia Menanggapi Dampak Kontroversi
Dampak dari kontroversi tersebut telah mencapai tingkat tertinggi pemerintahan Italia, dengan Menteri Olahraga dan Pemuda, Andrea Abodi, mengungkapkan kekecewaannya terhadap cara seluruh persoalan ini ditangani.
Berbicara dalam sebuah acara publik baru-baru ini, Abodi secara terus terang menyoroti kerusakan terhadap reputasi Federasi Sepak Bola Italia (FIGC).
"Ini adalah berita yang berbicara dengan sendirinya," ujar sang menteri.
Abodi juga tidak menyembunyikan pandangannya mengenai persepsi publik terhadap proses perekrutan yang telah mengaitkan sejumlah nama besar sebelum akhirnya dibatalkan.
"Sekarang ada kesan buruk yang harus dipulihkan," katanya, merujuk pada brutta figura atau citra buruk yang ditimbulkan oleh badan-badan pengelola sepak bola Italia.