Ruben Amorim: “Saya Datang untuk Menjadi Manajer, Bukan Sekadar Pelatih!”
Mansion Sports – Ruben Amorim menegaskan bahwa dirinya datang ke Manchester United untuk menjadi “manajer, bukan hanya pelatih” dalam sebuah pesan yang ditujukan secara langsung kepada dewan klub.
Pelatih asal Portugal tersebut meluapkan kekecewaannya kepada jajaran pimpinan Setan Merah setelah menyaksikan timnya bermain imbang 1-1 melawan Leeds United pada hari Minggu.
Dalam luapan emosi yang mengejutkan, pria berusia 40 tahun itu mengisyaratkan bahwa masa baktinya di Old Trafford bisa saja tidak berlangsung lama apabila ia tidak mendapatkan dukungan yang menurutnya diperlukan.
Amorim Memberi Isyarat Potensi Hengkang dari Manchester United
Manchester United naik ke peringkat kelima klasemen Liga Inggris, namun gagal meraih kemenangan atas Leeds United yang berada di papan bawah saat bertanding di Elland Road.
Menariknya, selama periode Natal, Amorim sempat melontarkan pernyataan samar terkait rencana transfer klub pada bulan Januari.
Ia mengatakan, “Saya merasa jika kami harus memainkan formasi 3-4-3 yang sempurna, kami membutuhkan dana yang sangat besar dan waktu. Saya mulai memahami bahwa hal itu tidak akan terjadi. Jadi, mungkin saya harus beradaptasi.”
Setelah hasil imbang melawan Leeds, mantan pelatih Sporting CP tersebut tidak menahan diri dalam mengomentari arah klub.
Ia mengisyaratkan bahwa dirinya menginginkan kendali yang lebih besar dibandingkan yang dimilikinya saat ini, serta menyatakan bahwa ia akan meninggalkan klub setelah kontraknya berakhir pada tahun 2027.
Ketika ditanya apakah dirinya masih mendapatkan dukungan dari dewan direksi, Amorim menjawab, “Sebagai awal, saya melihat bahwa Anda menerima informasi yang selektif tentang segalanya. Saya datang ke sini untuk menjadi manajer Manchester United, bukan untuk menjadi pelatih Manchester United. Dan itu sudah jelas.”
“Saya tahu nama saya bukan [Thomas] Tuchel, bukan [Antonio] Conte, dan bukan [Jose] Mourinho, tetapi saya adalah manajer Manchester United. Dan ini akan berlangsung selama 18 bulan atau sampai dewan memutuskan untuk melakukan perubahan. Itulah poin saya.
“Saya ingin mengakhiri ini. Saya tidak akan mengundurkan diri. Saya akan melakukan pekerjaan saya sampai ada orang lain yang datang untuk menggantikan saya.”
Baca Juga: “Ruben Amorim Menolak Membahas Pertanyaan Soal Formasi”
Amorim Ingin Memiliki Kendali Lebih Besar di Manchester United
Ketika Amorim mengambil alih kursi kepelatihan Manchester United pada November 2024, muncul kesan bahwa raksasa Liga Inggris tersebut memasuki era baru yang penuh harapan setelah bertahun-tahun diliputi suasana stagnan.
Meskipun Setan Merah masih memiliki peluang untuk lolos ke Liga Champions musim depan, tampaknya Amorim mulai kehilangan kesabaran terhadap atasannya.
Klub asal Manchester tersebut memang telah mengeluarkan lebih dari 200 juta poundsterling untuk belanja pemain pada musim panas lalu, namun dengan kapten Bruno Fernandes yang mengalami cedera, ditambah absennya pemain seperti Harry Maguire, Kobbie Mainoo, Matthijs de Ligt, dan lainnya, Amorim tampak ingin mendatangkan tambahan pemain pada bulan ini.
Ia menambahkan, “Saya hanya ingin mengatakan bahwa saya akan menjadi manajer tim ini, bukan sekadar pelatih. Saya sudah sangat jelas mengenai hal itu dan masa tersebut akan berakhir dalam 18 bulan, setelah itu semua orang akan melanjutkan langkah masing-masing. Itulah kesepakatannya. Itulah pekerjaan saya, bukan menjadi pelatih.”
“Jika orang-orang tidak mampu menghadapi kritik dari Gary Neville dan berbagai kritik lainnya, maka klub ini perlu berubah. Saya datang ke sini untuk menjadi manajer, bukan pelatih.”
“Di setiap departemen—departemen pencari bakat dan direktur olahraga—mereka harus menjalankan tugas mereka, dan saya akan menjalankan tugas saya selama 18 bulan, lalu kita melangkah ke tahap berikutnya.”
“Kami Mengendalikan Leeds”
Manchester United mencatatkan penguasaan bola sebesar 54,8 persen, melepaskan 15 tembakan berbanding 10 milik Leeds United, serta memiliki angka expected goals sebesar 1,46 dibandingkan 0,92.
Berdasarkan statistik tersebut, Amorim menilai tim tamu layak mendapatkan tiga poin penuh saat menghadapi tim asuhan Daniel Farke.
Ia mengatakan kepada TNT Sports, “Saya pikir kami bermain dengan baik. Saya rasa kami memiliki kendali yang lebih baik dalam pertandingan ini dibandingkan saat melawan Wolves.”
“Hal itu penting karena menunjukkan bagaimana kami bisa mempersiapkan pekan ini dengan belajar dari kesalahan di laga sebelumnya.”
“Kami mengendalikan Leeds, baik dalam situasi bola mati maupun perebutan bola kedua, karena mereka sangat cepat di lini depan. Kami mengendalikannya dengan baik.”
“Kami memiliki peluang untuk memenangkan pertandingan. Kami kehilangan kemenangan karena detail-detail kecil—gol Leeds terjadi saat kami mengendalikan permainan, lalu satu sentuhan bola dalam situasi transisi membuat kami kebobolan, tetapi kami berhasil kembali ke pertandingan.”
“Musim lalu situasinya akan sangat berbeda. Musim ini kami lebih menguasai jalannya pertandingan dibandingkan musim lalu, namun kami tetap frustrasi karena tidak mampu meraih kemenangan.”
Potensi Transfer Januari untuk Manchester United
Amorim juga mendapat pertanyaan mengenai apa yang dapat diharapkan para pendukung Manchester United pada bursa transfer Januari, terutama dengan kembalinya tiga pemain yang mengikuti Piala Afrika, yaitu Amad Diallo, Bryan Mbeumo, dan Noussair Mazraoui, dalam beberapa pekan ke depan.
Pelatih asal Portugal tersebut menyatakan, “Manchester United adalah salah satu klub terbaik di dunia. Jika Anda berada di sini tetapi justru fokus pada klub lain, maka ada sesuatu yang salah dengan diri Anda.
“Fokuslah pada pertandingan dan persiapkan diri bersama para pemain yang kami miliki. Kami juga memiliki tambahan pemain, saya berharap Fernandes dan Mount mendapatkan lebih banyak menit bermain, sehingga kami memiliki lebih banyak pemain yang dapat membantu tim.”
Laga berikutnya bagi Manchester United adalah kunjungan ke markas Burnley yang tengah terancam degradasi pada hari Rabu dalam lanjutan Liga Inggris.