Susunan Pemain Aljazair vs Sudan Desember 2025
Susunan Pemain Aljazair vs Sudan Desember 2025 - Pertandingan fase grup Piala Afrika 2025 selalu menghadirkan cerita menarik, apalagi ketika dua mantan juara saling berhadapan.
Duel antara Aljazair dan Sudan ini diprediksi menjadi salah satu laga krusial yang bisa sangat menentukan langkah kedua tim di Grup E.
Pertandingan ini dijadwalkan berlangsung di Moulay Hassan Stadium pada Rabu, 24 Desember 2025 pukul 22.00 WIB, atau Rabu, 23 Desember 2025 pukul 16.00 waktu setempat.
Setelah tersingkir di fase grup pada Piala Afrika 2021 dan 2023, The Fennecs membutuhkan awal yang positif di Maroko saat menghadapi lawan yang belum pernah meraih kemenangan di kompetisi ini sejak 2012.
Sebelum pertandingan ini dimulai, mari simak prediksi Mansion Sports untuk susunan pemain Aljazair vs Sudan Desember 2025 dibawah ini!
Kondisi Kedua Tim Jelang Laga
Aljazair
Ketika Aljazair mengakhiri penantian 29 tahun untuk meraih gelar Piala Afrika pada 2019, dengan mengalahkan Senegal di final, The Desert Warriors tidak menyangka bahwa kemenangan tersebut akan menjadi kemenangan terakhir mereka di turnamen ini.
Gol keberuntungan Baghdad Bounedjah memastikan kemenangan di Kairo enam tahun lalu, dan sejak saat itu juara Afrika dua kali ini belum pernah menang lagi, menghadapi Sierra Leone, Guinea Khatulistiwa, dan Pantai Gading pada edisi 2021, serta Aljazair, Burkina Faso, dan Mauritania pada putaran final sebelumnya, dengan total hanya mengumpulkan tiga poin dari kemungkinan 18.
Setelah menciptakan catatan yang tidak diinginkan dengan tersingkir di fase grup secara beruntun untuk pertama kalinya dalam sejarah Piala Afrika, Aljazair berusaha menghindari perpanjangan periode absen dari fase gugur, dimulai dengan laga Rabu melawan Sudan.
The Fennecs tampil pada Piala Afrika ke-21 mereka dengan modal tidak terkalahkan di babak kualifikasi, mencatatkan lima kemenangan dan satu hasil imbang, serta mencetak 16 gol, hanya kalah produktif dari Maroko yang mencetak 26 gol, dan sejajar dengan Afrika Selatan.
Catatan gol tersebut bukan kebetulan semata, karena mereka juga mencetak 24 gol di kualifikasi Piala Dunia, hanya kalah dari Pantai Gading yang mengoleksi 25 gol, dengan Mohamed El Amine Amoura menjadi pencetak gol terbanyak di Afrika pada periode tersebut.
Melihat performa The Fennecs di kualifikasi Piala Afrika dan Piala Dunia, tersingkir lebih awal lagi tentu akan menjadi hasil yang sangat mengecewakan bagi tim asuhan Vladimir Petkovic.
Sudan
Berupaya menghindari kegagalan sejak awal, Sudan menghadapi juara edisi 1970 yang sangat termotivasi, dengan kembalinya mereka ke turnamen ini di tengah situasi perang yang masih berlangsung di tanah air.
Tim nasional dari negara yang dilanda konflik ini terpaksa menjalani laga kandang kualifikasi di luar Sudan, yang semakin menegaskan besarnya rintangan yang harus mereka lewati demi tampil di Maroko.
Di bawah asuhan pelatih asal Ghana, James Kwesi Appiah, Falcons of Jediane dua kali berhasil menghindari kekalahan dari Black Stars, bermain imbang tanpa gol di Accra sebelum menang 2-0 pada laga balasan yang digelar di Libya.
Dengan dua kemenangan, dua hasil imbang, dan dua kekalahan, Sudan memastikan tiket ke putaran final dengan unggul satu poin atas Niger, sementara Ghana justru tanpa kemenangan dengan tiga imbang dan tiga kekalahan.
Kembali tampil di Piala Afrika setelah absen di edisi Pantai Gading, tim asuhan Appiah bertekad menghindari nasib serupa seperti Piala Afrika 2021, ketika mereka gagal meraih kemenangan dari tiga pertandingan dan kalah dari Nigeria serta Mesir di grup yang sangat berat.
Tanpa kemenangan sejak mengejutkan Burkina Faso 2-1 pada Piala Afrika 2012, Sudan memasuki laga Rabu ini dengan catatan empat pertandingan tanpa kemenangan di kompetisi ini, sambil berharap bisa memberikan kejutan besar kepada lawan mereka.
Susunan Pemain Aljazair vs Sudan Desember 2025
Aljazair (4-2-3-1)
Riyad Mahrez yang kini berusia 34 tahun memimpin Aljazair bersama sesama veteran dan pencetak gol kemenangan 2019, Baghdad Bounedjah, juga berusia 34 tahun, saat The Fennecs berupaya mengakhiri enam laga tanpa kemenangan di Piala Afrika.
Meski Mahrez dan Bounedjah masing-masing telah mencetak 33 dan 35 gol untuk tim nasional, kebangkitan Amoura membuat keduanya tidak lagi harus memikul beban gol sendirian bagi juara Afrika dua kali ini.
Amoura mencetak 10 gol di kualifikasi Piala Dunia, mengungguli Mohamed Salah dari Mesir yang mencetak sembilan gol, serta menyumbang 41,7 persen dari total gol tim.
Skuad ini juga diperkuat oleh bek sayap Borussia Dortmund Ramy Bensebaini, mantan gelandang AC Milan Ismael Bennacer yang kini bermain untuk Dinamo Zagreb, serta mantan bek Nice Youcef Atal, yang secara total telah mengoleksi 186 caps internasional, meskipun Rayan Ait-Nouri dari Manchester City berpeluang menjadi starter di posisi bek kiri menggantikan Bensebaini.
Luca Zidane, putra legenda Zinedine Zidane, diperkirakan akan menjadi pilihan utama di bawah mistar, mengungguli kiper Caen Anthony Mandrea yang telah mencatatkan 20 caps.
Sudan (4-4-2)
Skuad Sudan sebagian besar diisi pemain yang berkompetisi di liga domestik, meskipun kapten Bakhit Khamis, Munjed Alnil, Muhamed Kesra, Sheddy Barglan, Abuaagla Abdalla, Ammar Taifour, Mohamed Eisa, Abo Eisa, Al-Jezoli, John Mano, dan Aamir Abdallah memperkuat klub di luar Sudan.
Dari nama-nama tersebut, Barglan, saudara Eisa, dan Abdallah bermain di luar Afrika, masing-masing berkarier di Belanda, Thailand, dan Australia.
Sudan memiliki empat pencetak gol berbeda di kualifikasi, yaitu Mohamed Abdelrahman, Ahmed Al-Tash, Eisa, dan Mustafa Karshoum, yang menunjukkan bahwa tim ini tidak bergantung pada satu pemain saja untuk mencetak gol.
Meski demikian, Abdelrahman tetap menjadi pencetak gol terbanyak di dalam skuad berisi 28 pemain ini, dengan koleksi 23 gol internasional, jauh di atas Yaser Muzmel yang mencetak delapan gol.
Dengan tekanan besar di pundak Aljazair dan semangat pantang menyerah dari Sudan, laga ini dipastikan berjalan menarik sejak menit awal.
Susunan Pemain Aljazair vs Sudan Desember 2025 menjadi kunci untuk melihat bagaimana kedua pelatih meramu strategi demi mengamankan poin penting di Grup E, sekaligus menjaga asa melangkah lebih jauh di Piala Afrika 2025.