Virgil van Dijk Sebut Tak Ada yang Bisa Samai Warisan Mohamed Salah
Mansion Sports – Kapten Liverpool, Virgil van Dijk, mengakui bahwa pengaruh legendaris Mohamed Salah di Anfield mungkin tidak akan pernah benar-benar bisa ditiru oleh satu pemain saja.
Meski begitu, bek asal Belanda tersebut tetap yakin bahwa trio penyerang baru Liverpool yang bernilai fantastis akhirnya mulai menemukan ritme permainan mereka di era setelah kepergian Salah.
Bayang-Bayang Legenda di Anfield
Van Dijk, sosok yang bertugas memimpin skuad dengan wajah baru ini, sangat memahami besarnya pencapaian Salah selama menjalani periode penuh trofi di Inggris.
Penyerang asal Mesir tersebut meninggalkan Liverpool pada musim panas, mengakhiri kontraknya setahun lebih awal setelah menjalani musim yang mengecewakan.
Namun, ia meninggalkan banyak rekor gol di belakangnya dan sudah mencetak 10 gol dalam 13 pertandingan untuk klub barunya, Trabzonspor.
Merefleksikan sosok mantan rekan setimnya tersebut, Van Dijk dengan cepat menegaskan bahwa konsistensi luar biasa sang “Raja Mesir” merupakan sesuatu yang jarang terlihat dalam sepak bola modern.
Menanggapi kekosongan yang ditinggalkan mantan rekan setimnya, Van Dijk memberikan penilaian terbuka mengenai situasi yang kini dihadapi skuad Liverpool.
“Saya pikir memang begitulah kenyataannya. Apa yang telah dilakukan Mo selama bertahun-tahun sebagai seorang winger, menurut saya tidak ada yang bisa menyamainya,” ujar Van Dijk.
“Semoga hal itu bisa terjadi, tetapi apa yang dia lakukan sungguh luar biasa. Hal yang sama juga berlaku bagi Sadio [Mane] dan Bobby [Roberto Firmino]. Semoga hal itu bisa terulang lagi dan itulah yang sedang kami upayakan.”
“Namun, sekarang saatnya bagi pemain lain, dan mereka harus tampil lebih baik serta mengambil tanggung jawab,” tambahnya, dalam pernyataan yang dilaporkan ESPN.
Investasi £364 Juta Mulai Membuahkan Hasil
Kemenangan Liverpool 2-0 atas Brighton baru-baru ini menjadi bukti paling jelas sejauh ini bahwa strategi perekrutan pemain klub mulai membuahkan hasil.
Trio lini depan yang terdiri dari Alexander Isak, Bradley Barcola, dan Florian Wirtz, dengan dukungan Cody Gakpo, mewakili total investasi sekitar £364 juta dalam dua bursa transfer musim panas terakhir.
Saat menghadapi The Seagulls, kuartet mahal tersebut akhirnya terlihat seperti satu kesatuan yang padu.
Mereka memperlihatkan kelancaran permainan dan kombinasi antarpemain yang menunjukkan bahwa lini serang dengan wajah baru Liverpool kini benar-benar mulai menjadi kekuatan di Premier League.
Isak mencatatkan gol keenamnya dalam enam pertandingan liga setelah menerima umpan dari Barcola. Gol tersebut memanfaatkan momentum yang tercipta setelah tendangan Wirtz yang berbelok arah membuka keunggulan Liverpool.
Sepanjang pertandingan, lini depan yang baru dibentuk tersebut menunjukkan tanda-tanda jelas bahwa mereka mulai menguasai kombinasi taktik dan chemistry antarpemain.
Melangkah Melampaui Era Keemasan
Bagi banyak pendukung, kepergian trio terkenal Salah, Mane, dan Firmino terasa seperti akhir dari sebuah era yang sulit untuk dilampaui.
Selama satu dekade terakhir, trio tangguh tersebut menjadi motor utama era keemasan Liverpool. Mereka memenangi dua gelar Premier League, mengangkat trofi Liga Champions satu kali, dan mencapai dua final lainnya, sekaligus mengamankan berbagai gelar piala domestik.
Van Dijk menjelaskan bahwa budaya klub tidak membiarkan para pemain terus meratapi kepergian bintang-bintang terdahulu, terlepas dari besarnya kontribusi mereka.
“Kami selalu bisa berpikir bahwa masa lalu lebih baik, tetapi itu bukan mentalitas yang seharusnya dimiliki klub seperti Liverpool, dan saya merasa mentalitas seperti itu tidak pernah menjadi bagian dari klub ini,” ujar sang bek.
“Pada titik tertentu, klub akan selalu bergerak maju dan akan selalu ada pemain yang bersinar serta tampil bagus untuk klub. Sekarang, semuanya bergantung pada para pemain yang ada di sini untuk membuktikannya setiap tiga atau empat hari,” tambahnya.
Konsistensi Menjadi Tantangan Besar Berikutnya
Meski kemenangan atas Brighton membawa Liverpool naik ke posisi empat besar dan mencatatkan clean sheet keempat mereka di kompetisi domestik musim ini, tantangan berikutnya adalah mempertahankan level performa tersebut.
Pemain internasional Belanda itu menutup pernyataannya dengan pesan penyemangat bagi rekan-rekan setimnya yang lebih muda dan masih beradaptasi dengan Premier League.
“Gol kedua itu luar biasa, tetapi sebenarnya sudah ada banyak momen sepanjang musim ini ketika mereka tampil sangat bagus,” katanya.
“Di klub seperti Liverpool, kalian harus melakukannya setiap tiga atau empat hari. Itulah tantangannya, tetapi ini adalah tantangan yang menyenangkan. Saya cukup yakin semuanya akan berjalan baik.”
Liverpool Bersiap Menulis Babak Baru
Kepergian Mohamed Salah meninggalkan warisan besar yang tidak mudah ditandingi, tetapi Virgil van Dijk menegaskan bahwa Liverpool harus terus bergerak maju.
Dengan investasi £364 juta pada lini serang baru yang mulai menunjukkan hasil, The Reds kini menghadapi tugas untuk membuktikan bahwa mereka mampu membangun era baru yang kompetitif.
Bagi Van Dijk, kunci utamanya adalah konsistensi dan kemampuan para pemain yang ada saat ini untuk terus menunjukkan kualitas mereka di setiap pertandingan.