Conte Sindir Man Utd dan Amorim Terkait Penanganan Rasmus Hojlund

Conte Sindir Man Utd dan Amorim Terkait Penanganan Rasmus Hojlund

Mansion Sports – Antonio Conte memberikan pernyataan yang secara tersirat mengkritik Manchester United dan mantan pelatih mereka, Ruben Amorim, atas cara klub tersebut menangani Rasmus Hojlund. 

Penyerang asal Denmark itu saat ini tengah menjalani masa peminjaman bersama klub Serie A, Napoli, dan menunjukkan performa yang jauh lebih meyakinkan dibandingkan periode terakhirnya di Old Trafford.

Perjalanan Hojlund Setelah Kesulitan di Manchester United

Rasmus Hojlund mengalami musim kedua yang berat bersama Manchester United. Setelah tampil cukup menjanjikan pada musim pertamanya, ia kesulitan mempertahankan konsistensi sehingga akhirnya dipinjamkan ke Napoli. 

Keputusan tersebut diambil karena Ruben Amorim lebih memercayai Benjamin Sesko, pemain yang direkrut pada bursa transfer musim panas dan sejauh ini mencetak lima gol dari 19 penampilan bersama Setan Merah.

Seiring berjalannya waktu, Amorim justru harus meninggalkan jabatannya sebagai pelatih kepala dan digantikan oleh Michael Carrick, yang ditunjuk sebagai pelatih interim hingga akhir musim.

Awal Karier Menjanjikan dan Penurunan Performa

Hojlund sebenarnya memulai kariernya di Manchester United dengan cukup baik. Di bawah arahan Erik ten Hag, ia mencetak 16 gol dari 43 pertandingan di semua kompetisi dan turut berkontribusi dalam keberhasilan klub menjuarai Piala FA

Namun, musim berikutnya tidak berjalan sesuai harapan, karena ia hanya menambah 10 gol dari 52 pertandingan.

Situasi tersebut membuat Amorim mengesampingkan Hojlund dari rencana utamanya dan memilih mendatangkan Sesko dari RB Leipzig.

Kebangkitan Hojlund Bersama Napoli

Bersama Napoli, performa Hojlund menunjukkan peningkatan signifikan. Hingga musim ini berjalan, ia telah mencetak sembilan gol dan tampil lebih meyakinkan sebagai penyerang utama. 

Penampilan tersebut mengingatkan publik pada sosok Hojlund yang membuat Manchester United berani mengeluarkan dana besar sebesar £64 juta saat merekrutnya dari Atalanta.

Perubahan positif ini tidak luput dari perhatian Antonio Conte, yang menilai bahwa Hojlund mendapatkan manfaat besar dari sistem kepelatihan yang lebih tepat.

Pujian Conte dan Sindiran terhadap Sistem Sebelumnya

Menjelang laga Serie A Napoli melawan Parma, Conte memberikan pujian terbuka kepada Hojlund. Ia menegaskan bahwa sang pemain mengalami perkembangan pesat sejak pertama kali tiba. 

Menurut Conte, pemain muda seperti Hojlund membutuhkan pelatih yang mampu membimbing mereka secara detail, mulai dari pemahaman posisi, kerja sama tim, hingga pengambilan keputusan di lapangan.

Conte juga menekankan bahwa tugas utama seorang pelatih adalah meningkatkan kualitas pemain agar menjadi lebih baik dibandingkan saat pertama kali bergabung dengan tim.

Pernyataan tersebut dipandang sebagai sindiran halus terhadap pendekatan yang diterapkan Manchester United sebelumnya.

Perubahan Besar di Old Trafford

Di sisi lain, kondisi Manchester United mengalami perubahan signifikan. Setelah musim 2024–2025 berakhir, klub langsung dikaitkan dengan sejumlah penyerang baru. 

Bryan Mbeumo dan Matheus Cunha didatangkan lebih awal, sebelum Sesko akhirnya bergabung sebagai pilihan utama di lini depan.

Namun, situasi tersebut tidak berjalan mulus. Amorim dipecat pada awal tahun 2026 setelah hasil imbang 1-1 melawan Leeds United, yang juga diikuti kritik terbuka terhadap direktur sepak bola Jason Wilcox. 

Darren Fletcher sempat menangani tim sebagai pelatih sementara sebelum Michael Carrick ditunjuk sebagai pelatih interim.

Perbandingan Nasib Hojlund dan Sesko

Benjamin Sesko juga menghadapi awal yang tidak mudah di Manchester United. Penyerang asal Slovenia itu baru mencetak lima gol dari 19 pertandingan, meskipun tiga gol di antaranya tercipta dalam dua laga terakhir melawan Burnley dan Brighton.

Sebaliknya, Hojlund justru menemukan kembali ketajamannya di Italia. Dengan sembilan gol yang telah dicetak, ia terlihat lebih percaya diri dan bebas dari tekanan yang sempat membebaninya pada musim kedua di Old Trafford.

Masa Depan Hojlund di Napoli

Hojlund kini tampak lebih nyaman bersama Napoli, tetapi ia menyadari bahwa produktivitas gol yang lebih tinggi masih dibutuhkan. Hal tersebut penting untuk mengaktifkan klausul kewajiban pembelian permanen oleh Napoli.

Klub Italia tersebut harus memastikan lolos ke Liga Champions agar transfer Hojlund menjadi permanen. 

Saat ini, tim asuhan Conte terlibat persaingan ketat baik dalam perebutan gelar Serie A maupun posisi empat besar. 

Inter dan AC Milan berada di dua posisi teratas klasemen, sementara Juventus dan AS Roma juga terus menekan dalam perburuan tiket ke kompetisi elite Eropa.

Related News

Conte Sindir Man Utd dan Amorim Terkait Penanganan Rasmus Hojlund

Conte Sindir Man Utd dan Amorim Terkait Penanganan Rasmus Hojlund

Mansion Sports – Antonio Conte memberikan pernyataan yang secara tersirat mengkritik Manchester United dan mantan pelatih mereka, Ruben Amorim, atas cara klub tersebut menangani Rasmus Hojlund. 

Penyerang asal Denmark itu saat ini tengah menjalani masa peminjaman bersama klub Serie A, Napoli, dan menunjukkan performa yang jauh lebih meyakinkan dibandingkan periode terakhirnya di Old Trafford.

Perjalanan Hojlund Setelah Kesulitan di Manchester United

Rasmus Hojlund mengalami musim kedua yang berat bersama Manchester United. Setelah tampil cukup menjanjikan pada musim pertamanya, ia kesulitan mempertahankan konsistensi sehingga akhirnya dipinjamkan ke Napoli. 

Keputusan tersebut diambil karena Ruben Amorim lebih memercayai Benjamin Sesko, pemain yang direkrut pada bursa transfer musim panas dan sejauh ini mencetak lima gol dari 19 penampilan bersama Setan Merah.

Seiring berjalannya waktu, Amorim justru harus meninggalkan jabatannya sebagai pelatih kepala dan digantikan oleh Michael Carrick, yang ditunjuk sebagai pelatih interim hingga akhir musim.

Awal Karier Menjanjikan dan Penurunan Performa

Hojlund sebenarnya memulai kariernya di Manchester United dengan cukup baik. Di bawah arahan Erik ten Hag, ia mencetak 16 gol dari 43 pertandingan di semua kompetisi dan turut berkontribusi dalam keberhasilan klub menjuarai Piala FA

Namun, musim berikutnya tidak berjalan sesuai harapan, karena ia hanya menambah 10 gol dari 52 pertandingan.

Situasi tersebut membuat Amorim mengesampingkan Hojlund dari rencana utamanya dan memilih mendatangkan Sesko dari RB Leipzig.

Kebangkitan Hojlund Bersama Napoli

Bersama Napoli, performa Hojlund menunjukkan peningkatan signifikan. Hingga musim ini berjalan, ia telah mencetak sembilan gol dan tampil lebih meyakinkan sebagai penyerang utama. 

Penampilan tersebut mengingatkan publik pada sosok Hojlund yang membuat Manchester United berani mengeluarkan dana besar sebesar £64 juta saat merekrutnya dari Atalanta.

Perubahan positif ini tidak luput dari perhatian Antonio Conte, yang menilai bahwa Hojlund mendapatkan manfaat besar dari sistem kepelatihan yang lebih tepat.

Pujian Conte dan Sindiran terhadap Sistem Sebelumnya

Menjelang laga Serie A Napoli melawan Parma, Conte memberikan pujian terbuka kepada Hojlund. Ia menegaskan bahwa sang pemain mengalami perkembangan pesat sejak pertama kali tiba. 

Menurut Conte, pemain muda seperti Hojlund membutuhkan pelatih yang mampu membimbing mereka secara detail, mulai dari pemahaman posisi, kerja sama tim, hingga pengambilan keputusan di lapangan.

Conte juga menekankan bahwa tugas utama seorang pelatih adalah meningkatkan kualitas pemain agar menjadi lebih baik dibandingkan saat pertama kali bergabung dengan tim.

Pernyataan tersebut dipandang sebagai sindiran halus terhadap pendekatan yang diterapkan Manchester United sebelumnya.

Perubahan Besar di Old Trafford

Di sisi lain, kondisi Manchester United mengalami perubahan signifikan. Setelah musim 2024–2025 berakhir, klub langsung dikaitkan dengan sejumlah penyerang baru. 

Bryan Mbeumo dan Matheus Cunha didatangkan lebih awal, sebelum Sesko akhirnya bergabung sebagai pilihan utama di lini depan.

Namun, situasi tersebut tidak berjalan mulus. Amorim dipecat pada awal tahun 2026 setelah hasil imbang 1-1 melawan Leeds United, yang juga diikuti kritik terbuka terhadap direktur sepak bola Jason Wilcox. 

Darren Fletcher sempat menangani tim sebagai pelatih sementara sebelum Michael Carrick ditunjuk sebagai pelatih interim.

Perbandingan Nasib Hojlund dan Sesko

Benjamin Sesko juga menghadapi awal yang tidak mudah di Manchester United. Penyerang asal Slovenia itu baru mencetak lima gol dari 19 pertandingan, meskipun tiga gol di antaranya tercipta dalam dua laga terakhir melawan Burnley dan Brighton.

Sebaliknya, Hojlund justru menemukan kembali ketajamannya di Italia. Dengan sembilan gol yang telah dicetak, ia terlihat lebih percaya diri dan bebas dari tekanan yang sempat membebaninya pada musim kedua di Old Trafford.

Masa Depan Hojlund di Napoli

Hojlund kini tampak lebih nyaman bersama Napoli, tetapi ia menyadari bahwa produktivitas gol yang lebih tinggi masih dibutuhkan. Hal tersebut penting untuk mengaktifkan klausul kewajiban pembelian permanen oleh Napoli.

Klub Italia tersebut harus memastikan lolos ke Liga Champions agar transfer Hojlund menjadi permanen. 

Saat ini, tim asuhan Conte terlibat persaingan ketat baik dalam perebutan gelar Serie A maupun posisi empat besar. 

Inter dan AC Milan berada di dua posisi teratas klasemen, sementara Juventus dan AS Roma juga terus menekan dalam perburuan tiket ke kompetisi elite Eropa.

Related News