Kalah dari Brighton, Man United Mencatat Rekor Terburuk dalam 111 Tahun
Mansion Sports β Manchester United menorehkan catatan terburuk dalam 111 tahun terakhir setelah takluk dari Brighton and Hove Albion yang terinspirasi oleh penampilan Danny Welbeck pada laga putaran ketiga Piala FA, Minggu malam.
Kekalahan ini menjadi pukulan berat bagi klub yang tampil di hadapan pendukungnya sendiri di Old Trafford.
Mantan penyerang Setan Merah tersebut kembali menghantui klub lamanya, sementara United harus menyelesaikan pertandingan dengan sepuluh pemain setelah lulusan akademi, Shea Lacey, menerima kartu merah di penghujung laga.
Kekalahan Menentukan di Tengah Ketidakpastian Manajerial
Dalam pertandingan yang diperkirakan menjadi laga terakhir Darren Fletcher sebagai manajer interim, Manchester United berupaya mempertahankan hubungan positif mereka dengan Piala FA saat menghadapi Brighton asuhan Fabian Hurzeler.
United, yang tampil di dua dari tiga final terakhir kompetisi sepak bola tertua di dunia dan menjadi juara pada musim 2023β2024, tengah mempertimbangkan penunjukan Ole Gunnar Solskjaer atau Michael Carrick sebagai pengganti Ruben Amorim secara sementara, sebelum menunjuk pelatih kepala permanen pada musim panas.
Namun, siapa pun yang nantinya dipercaya sebagai pelatih sementara, mereka dipastikan tidak akan memimpin United di ajang Piala FA musim ini setelah klub tersingkir pada kesempatan pertama.
Gol Penentu Welbeck Menghancurkan Harapan Tuan Rumah
Brighton tampil agresif sejak awal laga dengan tekad membalas kekalahan 4-2 di Liga Inggris pada Oktober lalu.
Tim tamu membuka keunggulan pada menit ke-12 melalui gelandang Brajan Gruda yang sukses mencetak gol.
Brighton, yang sebelumnya tidak terkalahkan dalam tiga pertandingan, kemudian menggandakan keunggulan ketika Gruda berperan sebagai pemberi assist bagi Danny Welbeck.
Penyerang berusia 35 tahun itu melepaskan tembakan keras kaki kiri sesaat setelah menit ke-60.
Welbeck sendiri pernah mencatatkan 142 penampilan bersama Manchester United setelah menembus tim utama dari akademi klub pada tahun 2008.
Manchester United sempat menyalakan asa kebangkitan ketika Benjamin Sesko, yang sebelumnya mencetak dua gol dalam hasil imbang 2-2 kontra Burnley, kembali mencatatkan namanya di papan skor lima menit sebelum waktu normal berakhir.
Namun, harapan tersebut pupus setelah Shea Lacey menerima kartu kuning kedua akibat meluapkan frustrasi dengan memantulkan bola ke tanah usai keputusan wasit yang merugikannya.
Pemain berusia 18 tahun tersebut sebelumnya telah mendapat peringatan karena tekel terlambat.
Baca Juga: βRuben Amorim Diduga Sengaja βMengaturβ Kepergiannya dari Red Devilsβ
Statistik Kelam Usai Tersingkir dari Piala FA
Kekalahan dari Brighton memperpanjang rentetan tanpa kemenangan Manchester United di semua kompetisi menjadi empat pertandingan, sekaligus menghadirkan statistik kelam yang telah berlangsung lebih dari satu abad.
Dengan tersingkirnya United dari Piala FA dan Piala Liga, klub hanya berpotensi memainkan 40 pertandingan sepanjang musim ini.
Jumlah tersebut menjadi yang paling sedikit sejak musim 1914β1915, ketika United hanya menjalani 39 laga.
Sebagai perbandingan, musim lalu United tampil dalam 60 pertandingan setelah melaju ke final Liga Europa, perempat final Piala Liga, serta putaran kelima Piala FA, selain menjalani 38 laga Liga Inggris.
Fokus Kebangkitan Menjelang Derby Manchester
Manchester United dijadwalkan segera menunjuk Solskjaer atau Carrick sebagai manajer sementara baru pada pekan depan.
Setelah itu, mereka akan berupaya bangkit dari kekalahan ini saat menjamu rival sekota Manchester City dalam laga derby pada Sabtu, 17 Januari.
Meski telah tersingkir dari kedua kompetisi piala domestik, United masih memiliki target penting di liga.
Saat ini mereka berada di posisi ketujuh klasemen dan hanya terpaut tiga poin dari Liverpool yang menempati peringkat keempat dalam persaingan menuju Liga Champions musim depan.
Usai pertandingan melawan Brighton, Darren Fletcher menyatakan bahwa kondisi mental para pemain sedang rapuh dan membutuhkan upaya besar untuk kembali bangkit.
Ia menekankan bahwa kepercayaan diri merupakan faktor krusial dalam sepak bola dan hanya dapat dibangun melalui kerja keras, perjuangan, serta kemenangan.
Fletcher juga menegaskan bahwa karakter sejati pemain akan terlihat di masa-masa sulit. Ia menantang para pemain untuk menunjukkan komitmen terhadap masa depan Manchester United, seraya menegaskan bahwa tim ini masih memiliki kualitas untuk meraih kesuksesan musim ini apabila mampu menggali kekuatan dari dalam diri masing-masing.