Sebut Taktik Conte Sampah, De Bruyne Terancam Diusir Napoli
Mansion Sports – Presiden Napoli, Aurelio De Laurentiis, telah mengirimkan peringatan keras kepada skuad bintangnya, dengan menyatakan bahwa tidak ada pemain yang kebal setelah sejumlah pernyataan publik yang ditujukan kepada mantan pelatih Antonio Conte.
Gelandang kreatif Kevin De Bruyne dan penyerang Romelu Lukaku kini menghadapi ketidakpastian masa depan setelah petinggi Partenopei tersebut menegaskan bahwa ia siap menyetujui penjualan pemain pada musim panas ini.
De Laurentiis Membalas De Bruyne
Ketegangan di Stadio Diego Armando Maradona telah mencapai titik puncak setelah De Bruyne secara terbuka merayakan kepergian Conte.
Pemain internasional Belgia tersebut, yang pindah ke Italia dengan status bebas transfer dari Manchester City pada musim panas lalu, menjalani musim debut yang sulit di Italia karena terganggu cedera hamstring serius serta perbedaan pandangan taktis.
Berbicara dalam sebuah konferensi pers pada hari Kamis, De Laurentiis menegaskan bahwa para pemain yang tidak puas dengan arah klub dipersilakan mencari klub lain.
Ketika ditanya mengenai komentar yang dianggap mengganggu dari pemain senior De Bruyne dan Lukaku, produser film tersebut tidak menahan diri.
"Mereka telah membuat pernyataan yang bisa dianggap dapat diterima atau tidak dapat diterima tergantung sudut pandang Anda," kata De Laurentiis.
"Kita akan melihat apa yang terjadi ketika kita semua kembali bekerja. Kita akan melihat apa pendapat pelatih baru mengenai hal tersebut. Jika seseorang harus pergi, maka mereka akan pergi. Apa masalahnya? Ada banyak pemain sepak bola di dunia."
Bintang Belgia Mengakui Adanya Gesekan dengan Conte
Kekecewaan De Bruyne berasal dari ketidaksesuaian taktik dengan Conte, meskipun pelatih tersebut berhasil membawa Napoli meraih Scudetto keempat mereka hanya satu tahun sebelumnya.
Playmaker itu hanya tampil dalam 18 pertandingan Serie A selama musim 2025-26 dan merasa dibatasi oleh sistem yang kaku yang diterapkan oleh mantan pelatih Chelsea dan Tottenham Hotspur tersebut.
De Bruyne berbicara secara terus terang ketika ditanya apakah ia senang melihat adanya pergantian pelatih.
"Bagi saya, ya. Sejauh menyangkut diri saya, dia tidak berkewajiban untuk bertahan," ujar De Bruyne. "Ada janji-janji yang dibuat musim panas lalu mengenai cara kami akan bermain, tetapi pada akhirnya tidak banyak yang terwujud.”
“Jelas itu sulit bagi saya karena Conte memiliki visi sepak bola yang sangat berbeda dengan visi saya. Sejujurnya, saya tidak pernah memiliki kesempatan untuk bermain di posisi yang saya sukai. Bagaimanapun, saya selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk tim.”
“Kami bermain dengan sangat defensif. Jika Anda mencoba memenangkan setiap pertandingan dengan selisih satu gol menggunakan formasi 4-5-1, maka Anda memainkan jenis sepak bola tertentu. Pada awal musim, kami bahkan bermain lebih bertahan lagi."
Kesulitan Penyerang Menyoroti Perbedaan Taktik
De Bruyne mengkritik pendekatan defensif klub serta minimnya produktivitas serangan, yang secara tidak langsung merujuk pada kesulitan yang dialami Lukaku.
Krisis di lini depan ini semakin memburuk setelah Lukaku melanggar instruksi klub selama proses pemulihan cedera di Belgia, yang mengakibatkan denda sebesar €150.000.
Meskipun sang penyerang telah meminta maaf, Napoli dikabarkan siap menjualnya pada musim panas ini dengan harga yang lebih rendah, yaitu €10 juta, di tengah minat dari klub-klub Arab Saudi dan Turki.
Dengan Massimiliano Allegri yang secara luas diperkirakan akan mengambil alih posisi pelatih, situasi ini mungkin tidak akan membaik bagi mereka yang menginginkan sepak bola yang lebih menyerang, karena Allegri memiliki filosofi yang sama pragmatisnya dengan pelatih yang akan digantikannya.
Era Baru Dimulai di Bawah Allegri
Meskipun De Laurentiis tidak dapat secara resmi menyebut Allegri sebagai pelatih kepala baru karena alasan hukum, sang presiden menegaskan bahwa keputusan akhir terkait penjualan pemain akan berada di tangan pelatih yang akan datang.
Hierarki klub dikabarkan tidak terkesan dengan waktu munculnya komentar-komentar para pemain tersebut, terutama mengingat status penting yang mereka miliki di ruang ganti serta besarnya investasi klub terhadap gaji mereka.