Selain Pep, Italia Incar Dua Pelatih Ini!

Selain Pep, Italia Incar Dua Pelatih Ini!

Mansion SportsLegenda sepak bola Italia, Paolo Maldini, mengonfirmasi bahwa Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) telah melakukan pendekatan kepada Pep Guardiola dan Carlo Ancelotti untuk memimpin era baru tim nasional Italia. 

Tim nasional Italia saat ini sedang mencari arah baru setelah menerima pukulan besar akibat gagal lolos ke Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun.

Paolo Maldini Membidik Pelatih Terbaik Dunia

Dalam langkah berani untuk membangkitkan kembali sepak bola Italia yang sedang mengalami krisis, Maldini mengungkapkan bahwa Italia mengincar pelatih-pelatih terbaik di dunia. 

Ikon AC Milan yang baru ditunjuk sebagai direktur teknis FIGC tersebut mengonfirmasi bahwa pembicaraan telah dilakukan dengan mantan pelatih Manchester City, Pep Guardiola, serta pelatih tim nasional Brasil saat ini, Carlo Ancelotti.

Dalam pernyataan yang dikutip oleh The Guardian, Maldini berbicara pada konferensi pers setelah menggelar pertemuan tingkat tinggi dengan klub-klub Serie A dan secara terbuka menjelaskan ambisi besar federasi.

"Sejujurnya, hari ini kami belum bisa memberikan kabar mengenai apa yang sedang terjadi. Anda telah mengidentifikasi salah satu target kami."

Saat ditanya mengenai hubungan dengan Guardiola, Maldini menambahkan:

"Kami tidak bisa menyembunyikan bahwa kami juga telah berbicara dengan Carlo Ancelotti sebelum berbicara dengan Pep. Sejujurnya, kami merasa sudah tepat untuk memulai dengan pelatih terbaik di dunia, untuk mengetahui sejauh mana kesediaan mereka."

Italia Mengejar Pelatih-Pelatih Legendaris

Upaya mendatangkan Guardiola terjadi ketika pelatih berusia 55 tahun tersebut berstatus tanpa klub setelah mengakhiri masa baktinya selama satu dekade yang penuh prestasi bersama Manchester City. 

Rekam jejaknya tidak perlu diragukan lagi setelah turut mengubah wajah sepak bola modern ketika melatih Barcelona dan Bayern Munchen.

Sementara itu, Ancelotti tetap menjadi salah satu pelatih tersukses dalam sejarah sepak bola dengan koleksi lima gelar Liga Champions serta gelar liga domestik dari lima kompetisi utama Eropa.

Maldini, bersama Presiden FIGC Giovanni Malago dan penasihat Leonardo, dilaporkan menghabiskan beberapa hari di Barcelona untuk mengukur minat Guardiola terhadap proyek tim nasional Italia. 

Meskipun posisi pelatih sedang kosong dan harus segera diisi, Maldini menegaskan bahwa FIGC tidak akan memilih kandidat alternatif hanya demi mempercepat proses.

"Hal terbaik tentu saja adalah mengumumkan pelatih baru pada pekan ini, tetapi yang lebih penting adalah menunggu orang yang benar-benar kami inginkan."

Situasi Carlo Ancelotti Bersama Brasil

Meskipun Ancelotti merupakan kandidat impian, situasinya bersama tim nasional Brasil menjadi hambatan besar bagi FIGC. 

Pelatih veteran tersebut menandatangani perpanjangan kontrak pada bulan Mei yang akan membuatnya bertahan hingga tahun 2030. 

Namun, posisinya mulai menjadi sorotan setelah Brasil menjalani kampanye Piala Dunia yang mengecewakan.

Kebutuhan Italia akan sosok pelatih yang mampu memberikan stabilitas semakin terasa setelah kekalahan dalam pertandingan playoff melawan Bosnia dan Herzegovina. 

Kekalahan tersebut memicu mundurnya Presiden FIGC, Gabriele Gravina, serta pelatih kepala Gennaro Gattuso.

Gattuso sendiri baru menjabat dalam waktu yang singkat setelah menggantikan Luciano Spalletti di tengah periode kualifikasi yang sulit.

Italia Masih Memiliki Sejumlah Alternatif

Apabila upaya mendatangkan Guardiola maupun Ancelotti tidak berhasil, FIGC masih memiliki sejumlah alternatif yang telah masuk dalam daftar kandidat.

Roberto Mancini, yang membawa Italia menjuarai Piala Eropa pada tahun 2021, menjadi salah satu kandidat utama bersama Antonio Conte apabila federasi memutuskan untuk kembali menunjuk mantan pelatih tim nasional.

Nama Andrea Pirlo juga mulai masuk dalam pembahasan. Mantan gelandang yang menjadi bagian penting dari keberhasilan Italia menjuarai Piala Dunia 2006 tersebut dapat memberikan arah yang lebih segar bagi federasi, meskipun pengalaman kepelatihannya masih belum sebanyak para kandidat lain yang lebih berpengalaman.

Related News

Selain Pep, Italia Incar Dua Pelatih Ini!

Selain Pep, Italia Incar Dua Pelatih Ini!

Mansion SportsLegenda sepak bola Italia, Paolo Maldini, mengonfirmasi bahwa Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) telah melakukan pendekatan kepada Pep Guardiola dan Carlo Ancelotti untuk memimpin era baru tim nasional Italia. 

Tim nasional Italia saat ini sedang mencari arah baru setelah menerima pukulan besar akibat gagal lolos ke Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun.

Paolo Maldini Membidik Pelatih Terbaik Dunia

Dalam langkah berani untuk membangkitkan kembali sepak bola Italia yang sedang mengalami krisis, Maldini mengungkapkan bahwa Italia mengincar pelatih-pelatih terbaik di dunia. 

Ikon AC Milan yang baru ditunjuk sebagai direktur teknis FIGC tersebut mengonfirmasi bahwa pembicaraan telah dilakukan dengan mantan pelatih Manchester City, Pep Guardiola, serta pelatih tim nasional Brasil saat ini, Carlo Ancelotti.

Dalam pernyataan yang dikutip oleh The Guardian, Maldini berbicara pada konferensi pers setelah menggelar pertemuan tingkat tinggi dengan klub-klub Serie A dan secara terbuka menjelaskan ambisi besar federasi.

"Sejujurnya, hari ini kami belum bisa memberikan kabar mengenai apa yang sedang terjadi. Anda telah mengidentifikasi salah satu target kami."

Saat ditanya mengenai hubungan dengan Guardiola, Maldini menambahkan:

"Kami tidak bisa menyembunyikan bahwa kami juga telah berbicara dengan Carlo Ancelotti sebelum berbicara dengan Pep. Sejujurnya, kami merasa sudah tepat untuk memulai dengan pelatih terbaik di dunia, untuk mengetahui sejauh mana kesediaan mereka."

Italia Mengejar Pelatih-Pelatih Legendaris

Upaya mendatangkan Guardiola terjadi ketika pelatih berusia 55 tahun tersebut berstatus tanpa klub setelah mengakhiri masa baktinya selama satu dekade yang penuh prestasi bersama Manchester City. 

Rekam jejaknya tidak perlu diragukan lagi setelah turut mengubah wajah sepak bola modern ketika melatih Barcelona dan Bayern Munchen.

Sementara itu, Ancelotti tetap menjadi salah satu pelatih tersukses dalam sejarah sepak bola dengan koleksi lima gelar Liga Champions serta gelar liga domestik dari lima kompetisi utama Eropa.

Maldini, bersama Presiden FIGC Giovanni Malago dan penasihat Leonardo, dilaporkan menghabiskan beberapa hari di Barcelona untuk mengukur minat Guardiola terhadap proyek tim nasional Italia. 

Meskipun posisi pelatih sedang kosong dan harus segera diisi, Maldini menegaskan bahwa FIGC tidak akan memilih kandidat alternatif hanya demi mempercepat proses.

"Hal terbaik tentu saja adalah mengumumkan pelatih baru pada pekan ini, tetapi yang lebih penting adalah menunggu orang yang benar-benar kami inginkan."

Situasi Carlo Ancelotti Bersama Brasil

Meskipun Ancelotti merupakan kandidat impian, situasinya bersama tim nasional Brasil menjadi hambatan besar bagi FIGC. 

Pelatih veteran tersebut menandatangani perpanjangan kontrak pada bulan Mei yang akan membuatnya bertahan hingga tahun 2030. 

Namun, posisinya mulai menjadi sorotan setelah Brasil menjalani kampanye Piala Dunia yang mengecewakan.

Kebutuhan Italia akan sosok pelatih yang mampu memberikan stabilitas semakin terasa setelah kekalahan dalam pertandingan playoff melawan Bosnia dan Herzegovina. 

Kekalahan tersebut memicu mundurnya Presiden FIGC, Gabriele Gravina, serta pelatih kepala Gennaro Gattuso.

Gattuso sendiri baru menjabat dalam waktu yang singkat setelah menggantikan Luciano Spalletti di tengah periode kualifikasi yang sulit.

Italia Masih Memiliki Sejumlah Alternatif

Apabila upaya mendatangkan Guardiola maupun Ancelotti tidak berhasil, FIGC masih memiliki sejumlah alternatif yang telah masuk dalam daftar kandidat.

Roberto Mancini, yang membawa Italia menjuarai Piala Eropa pada tahun 2021, menjadi salah satu kandidat utama bersama Antonio Conte apabila federasi memutuskan untuk kembali menunjuk mantan pelatih tim nasional.

Nama Andrea Pirlo juga mulai masuk dalam pembahasan. Mantan gelandang yang menjadi bagian penting dari keberhasilan Italia menjuarai Piala Dunia 2006 tersebut dapat memberikan arah yang lebih segar bagi federasi, meskipun pengalaman kepelatihannya masih belum sebanyak para kandidat lain yang lebih berpengalaman.

Related News