Loading, please wait...
Timnas Indonesia harus menerima kenyataan pahit setelah dihajar Australia dengan skor telak 1-5 pada laga ketujuh Grup C Putaran Ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia. Pertandingan yang digelar di Stadion Sepak Bola Sydney pada Kamis (20/5/2025) ini menjadi mimpi buruk bagi Skuad Garuda, terutama bagi sang kiper, Maarten Paes.
Paes, yang dipercaya mengawal gawang Indonesia, harus memungut bola dari dalam jaringnya sebanyak lima kali.
Gol-gol Australia dicetak oleh Martin Boyle (18’ - penalti), Nishan Velupillay (20’), Jackson Irvine (35’, 90’), dan Lewis Miller (61’). Sementara satu-satunya gol Indonesia lahir dari kaki Ole Romeny pada menit ke-78.
Hasil ini menjadi catatan buruk bagi Paes, yang mengalami jumlah kebobolan terbanyak dalam satu pertandingan sejak bergabung dengan Timnas Indonesia. Lantas, bagaimana sebenarnya performa kiper Dallas FC ini dalam laga tersebut?
Paes tidak menunjukkan performa terbaiknya di laga ini. Ia hanya melakukan dua penyelamatan dan satu kali meninju bola sepanjang pertandingan.
Padahal, Australia melepaskan sembilan tembakan dengan tujuh di antaranya mengarah ke gawang. Artinya, hampir semua tembakan tepat sasaran yang dilepaskan tim lawan berbuah gol.
Dari lima gol yang bersarang di gawang Indonesia, dua di antaranya terjadi karena Paes mati langkah dalam mengantisipasi bola. Gol pertama yang dicetak Nishan Velupillay menunjukkan bagaimana Paes gagal menutup ruang dalam situasi satu lawan satu. Sedangkan pada gol kedua Jackson Irvine, Paes sebenarnya mampu menahan tembakan pertama, tetapi bola muntah langsung dimanfaatkan Irvine untuk mencetak gol tambahan.
Selain itu, dua gol lainnya yang dicetak melalui skema bola mati juga menjadi sorotan. Baik Lewis Miller maupun Jackson Irvine berhasil mencetak gol lewat sundulan tanpa pengawalan berarti. Sebagai kiper, Paes seharusnya lebih sigap membaca arah bola dan mengantisipasi pergerakan lawan sebelum sundulan terjadi.
Baca Juga: "Indonesia Kalah Telak dari Australia: Apa yang Salah?"
Sejak bergabung dengan Timnas Indonesia, Paes sudah mencatatkan 14 kebobolan dari tujuh pertandingan yang dijalani. Dari semua laga tersebut, ia hanya mampu mencatatkan dua clean sheet. Statistik ini tentu menjadi perhatian, terutama menjelang laga melawan Bahrain pada Selasa (25/3) mendatang.
Pelatih Patrick Kluivert kini dihadapkan pada pilihan sulit. Apakah tetap mempercayakan gawang Indonesia kepada Paes, atau mencoba opsi lain seperti Emil Audero? Dengan performa yang belum meyakinkan, bukan tidak mungkin Audero akan diberikan kesempatan untuk membuktikan kemampuannya.
Yang jelas, pertahanan Indonesia harus segera dibenahi. Tak hanya soal kiper, tetapi juga koordinasi seluruh lini belakang agar kejadian serupa tidak kembali terulang di laga-laga selanjutnya.